
Kalbe.co.id - Studi observasional yang dilakukan di Inggris oleh Dr. Falkingham dan rekan, sebagaimana yang dipublikasi dalam
Nutrition Journal 2010, menunjukkan adanya kaitan yang baik antara pemberian suplementasi zat besi (Fe) dengan peningkatan fungsi kognitif , seperti konsentrasi, atensi, memori dan sebagainya.
Ringkasan studi , sebagai latar belakang, observasi terhadap keadan anemia dan defisiensi Fe berhubungan dengan defisit kognitif, sehingga pemberian suplementasi Fe diharapkan akan memperbaiki fungsi kognitif.
Sasaran studi observasional ini, suplementasi Fe dapat meningkatkan keadaan kognitif seperti konsentrasi, kepandaian, memori, ketrampilan psikomotor dan pencapaian scholastik.
Metode dilakukan dengan pencarian meliputi beberapa data dari
MEDLINE, EMBASE, PsychINFO, Cochrane CENTRAL dan berbagai bibliografi (sampai bulan November 2008). Keadaan Inklusi, ekstraksi data dan validitas assessment digandakan dan meta-analisa menggunakan parameter
standardised mean difference (SMD).
Hasil studi dari sebanyak 14 studi klinis (RCT) pada anak berusia diatas 6 tahun, dewasa muda dan wanita, serta tidak ada studi pada pria atau orang tua yang ditemukan. Pemberian suplementasi Fe dapat meningkatkan atensi dan konsentrasi, hal ini dihitung berdasarkan parameter status Fe secara
baseline dengan pengukuran SMD tersebut (SMD 0,59, dgn 95% CI 0,29 – 0,90) tanpa adanya heterogenitas. Pada kelompok anemia dengan suplementasi meningkatkan
intelligence quotient (IQ) sekitar 2,5 poin (dengan 95% CI 1,24 – 3,76), namun tidak ditemukan efek tersebut pada kelompok yang tidak mengalami anemia demikian pula untuk status memori, skill psikomotor atau pencapaian scholastik. Namun dalam studi observasi ini masih ditemukan adanya keterbatasan seperti antara lain jumlah subyek yang relatif tidak banyak, periode jangka waktu yang pendek serta metodologi yang agak lemah.
Kesimpulan studi observasional, menunjukkan sejumlah bukti awal dengan pemberian suplementasi Fe dapat meningkatkan atensi, konsentrasi dan peningkatan IQ, Namun berdasarkan pengamatan para peneliti, memang masih diperlukan konfirmasi studi lebih lanjut. Termasuk didalamnya subyek kelompok usia yang berbeda, yaitu anak-anak, dewasa muda, dewasa maupun orang tua.