
Kalbe.co.id - Studi klinis pengobatan kombinasi Paclitaxel 80 mg/m2 setiap minggu dan Carboplatin setiap 3 mingguan yang dilakukan oleh Dr. Katsumata dan beberapa peneliti lainnya dari RS
National Cancer Center di Jepang terhadap kasus kanker Ovarium stadium lanjut, menunjukkan harapan yang cukup menjanjikan berupa peningkatan survival dibandingkan regimen terapi konvensional Paclitaxel + Carboplatin setiap 3 mingguan. Hal ini seperti yang dipublikasikan dalam
Journal Lancet volume 374 (9698) edisi Oktober 2009.
Sebagai latar belakang studi adalah Paclitaxel dan carboplatin yang diberikan setiap 3 minggu merupakan standar pengobatan bagi kanker ovarium stadium lanjut (
advanced ovarian carcinoma). Penggunaan alternative pengobatan lainnya dengan menggunakan obat yang lain masih belum memberikan hasil yang menggembirakan dalam meningkatkan angka
survival. Oleh karena hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk membandingkan regimen konvensional, dengan pemberian Paclitaxel setiap minggu dan Carboplatin 3 mingguan pada wanita dengan kanker ovarium stadium lanjut.
Pasien dengan stadium II - IV kanker ovarium (
epithelial ovarian cancer), kanker tuba fallopi dan kanker peritoneum primer dilibatkan dalam uji fase 3, terbuka, randomisasi, dan terkontrol pada 85 center di Jepang. Pasien diacak dengan computer alat randomisasi untuk menerima 6 siklus dari Paclitaxel 180 mg/m2; melalui infus IV 3 jam ditambah carboplatin (area under the curve /AUC 6 mg/mL per menit), yang diberikan pada hari 1 dan hari 21 per siklus (regimen konvensional dengan n=320), atau paclitaxel dosis 80 mg/m2; infus IV 1 jam yang diberikan pada hari ke 1, 8 dan 15 ditambah carboplatin hari 1 dan hari 21 dengan n=317. Adapun hasil
endpoint primer yang diharapkan adalah
progression-free survival. Analisa yang dilakukan dengan intention to treat (ITT), dan studi klinis ini didaftarkan pada ClinicalTrials.gov dgn nomer NCT00226915.
Temuan studi dari 631 dari 637 pasien yang dilibatkan dalam pengobatan dan termasuk dalam populasi ITT (dose-dense regimen, n=312; conventional regimen, n=319). Median progression-free survival lebih panjang pada kelompok
dose-dense yaitu 28 bulan, dengan 95% CI 22,3-35,4 daripada kelompok pengobatan regimen konvensional yaitu 17,2 bulan (15,7-21,1;
hazard ratio (HR) 0,71; 95% CI 0,58-0,88; p=0,0015).
Overall survival pada 3 tahun lebih tinggi pada kelompok regimen
dose-dense Paclitaxel 80 mg/m2 perminggu yaitu 72,1% dibanding dengan kelompok regimen konvensional yaitu 65,1%; HR 0,75 (0,57-0,98; p=0.03). 165 pasien yang mendapatkan regimen
dose-dense dan 117 pasien yang mendapatkan regimen konvensional tidak melanjutkan pengobatan dengan beberapa alasan seperti terjadinya toksisitas.
Namun, pada kelompok regimen dose-dense Paclitaxel 80 mg/m2 setiap minggu ditemukan toksisitas yang lebih tinggi dibandingkan kelompok regimen konvensional yaitu 113 berbanding 69. Efek samping yang tersering adalah neutropenia, dimana pada regimen dose-dense yaitu 286 (92%) dari 312 berbanding regimen konvensional yaitu 276 (88%) dari 314. Frekuensi anemia
grade 3 & 4 lebih tinggi pada kelompok
dose-dense Paclitaxel 80 mg/m2 yaitu 214 (69%) daripada kelompok konvensional yaitu 137 (44%); p<0,0001. Frekuensi efek toksik lainnya adalah serupa diantara kedua kelompok tersebut.
Sebagai interpretasi dari studi Dr Katsumata dan rekan, menunjukkan bahwa pemberian paclitaxel 80 mg/m2 setiap minggu ditambah carboplatin 3 mingguan meningkatkan
survival dibandingkan regimen konvensional, sehingga menjadi salah satu opsi terapi pada wanita yang mengalami kanker ovarium stadium lanjut tipe epitelial (
advanced epithelial ovarian cancer).