Rating : ratings 0.0%

Piracetam sebagai terapi ajuvan skizofrenia

(24-Nov-2009)
Oleh: KTW
Print Preview
Piracetam sebagai terapi ajuvan skizofreniaKalbe.co.id - Glutamat, merupakan asam amino dikarboksilat dan merupakan neurotransmiter utama di dalam otak mamalia termasuk manusia. Glutamat ini merupakan neurotransmiter yang bersifat eksitatorik pada korteks serebri.  Seperti diketahui bersama, glutamat ini merupakan neurotransmiter yang berpengaruh terhadap patofisiologi terjadinya beberapa gangguan mental. Dari sekian banyak  review yang ada  diantaranya disebutkan bahwa glutamat dan reseptornya berkontribusi baik di dalam aspek memori,  gerakan (motorik), persepsi dan perkembangan sel-sel saraf. Selain itu, studi-studi yang ada menunjukkan bahwa glutamat juga berpengaruh di dalam gangguan jiwa seperti, gangguan atensi,  depresi, gangguan bipolar bahkan pada skizofrenia, hal ini dihubungkan dengan adanya reseptor NMDA (N-methyl-D-aspartate) yang hipofungsi pada pasien-pasien tersebut. Dari literatur  yang ada tersebut  reseptor NMDA  dianggap mempunyai potensi dalam penatalaksanaan gangguan jiwa. Perbaikan terhadap aktivitas NMDA diharapkan akan memberikan efek terhadap perbaikan gangguan jiwa.

Piracetam merupakan suatu neuroprotektor yang mempunyai efek neuronal maupun vaskuler. Efek neuronal ini diantaranya adalah efek terhadap neurotransmisi. Dari studi in vitro, dibuktikan bahwa pemberian piracetam akan memperbaiki sistem neurotransmiter kolinergik, serotoninergik, nor-epinefrin, dan glutaminergik. Penggunaan piracetam selama 14 hari  menunjukkan peningkatan secara bermakna densitas reseptor NMDA di daerah otak depan dari hewan coba marmut yang sudah tua, yaitu sebesar 20%. Hal ini menunjukkan bahwa piracetam mampu mengembalikan  fungsi reseptor NMDA pada studi hewan coba.  Namun apakah studi hewan coba ini memberikan korelasi yang positif dalam penggunaan studi klinis ?

Dari suatu studi dalam skala kecil, dimana studi klinis ini melibatkan sebanyak 30 pasien  skizofrenia sesuai dengan DSM IV dilakukan penelitian untuk melihat efek pemberian piracetam jika dibandingkan dengan plasebo yang dikombinasikan dengan antipsikotik.  Adapun latar belakang studi ini seperti  dalam literatur yang ada, yang menunjukkan adanya hipotesa hiperdopaniergik dan adanya penurunan aktivitas reseptor NMDA pada pasien skizofrenia. Sehingga dalam studi ini  diberikan intervensi dengan pemberian antipsikotik (haloperidol) dan nootropik yaitu piracetam yang mempunyai potensi  memodulasi reseptor glutamat.

Setalah dilakukan proses  randomisasi,  subyek dikelompokkan menjadi  kelompok yang mendapat  haloperidol 30 mg/ hari  yang dikombinasikan dengan piracetam  3.200 mg/ hari (yaitu sebanyak 14 subyek), dan kelompok subyek yang mendapatkan haloperidol 30 mg/ hari ditambahkan plasebo (sebesar 16 subyek). Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa, walaupun kedua dikelompokkan, menunjukkan  penurunan yang  bermakna dari skor gejala positif, gejala negatif,  serta gejala  umum dari psikopatologis, serta  skor PANSS total secara keseluruhan  selama penelitian,  namun ternyata pada kelompok yang mendapatkan kombinasi  haloperidol dan piracetam menunjukkan superioritas yang lebih baik daripada kelompok yang hanya mendapatkan haloperidol saja.
 
Piracetam yang merupakan obat dari kelompok nootropik ini mempunyai manfaat yang positif dalam memodulasi respetor glutamat, dan mungkin memberikan manfaat dalam terapi skizofrenia yang dikombinasikan dengan obat-obat neuroleptik.

Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/neurocet_(120x50)
Calendar of Events