
Kalbe.co.id - Glutamat, merupakan asam amino dikarboksilat dan merupakan
neurotransmiter utama di dalam otak mamalia termasuk manusia. Glutamat ini merupakan
neurotransmiter yang bersifat eksitatorik pada korteks serebri. Seperti diketahui bersama, glutamat ini merupakan
neurotransmiter yang berpengaruh terhadap patofisiologi terjadinya beberapa gangguan mental. Dari sekian banyak review yang ada diantaranya disebutkan bahwa glutamat dan reseptornya berkontribusi baik di dalam aspek memori, gerakan (motorik), persepsi dan perkembangan sel-sel saraf. Selain itu, studi-studi yang ada menunjukkan bahwa glutamat juga berpengaruh di dalam gangguan jiwa seperti, gangguan atensi, depresi, gangguan bipolar bahkan pada skizofrenia, hal ini dihubungkan dengan adanya reseptor NMDA (
N-methyl-D-aspartate) yang hipofungsi pada pasien-pasien tersebut. Dari literatur yang ada tersebut reseptor NMDA dianggap mempunyai potensi dalam penatalaksanaan gangguan jiwa. Perbaikan terhadap aktivitas NMDA diharapkan akan memberikan efek terhadap perbaikan gangguan jiwa.
Piracetam merupakan suatu neuroprotektor yang mempunyai efek neuronal maupun vaskuler. Efek neuronal ini diantaranya adalah efek terhadap neurotransmisi. Dari studi in vitro, dibuktikan bahwa pemberian piracetam akan memperbaiki sistem
neurotransmiter kolinergik, serotoninergik, nor-epinefrin, dan glutaminergik. Penggunaan piracetam selama 14 hari menunjukkan peningkatan secara bermakna densitas reseptor NMDA di daerah otak depan dari hewan coba marmut yang sudah tua, yaitu sebesar 20%. Hal ini menunjukkan bahwa piracetam mampu mengembalikan fungsi reseptor NMDA pada studi hewan coba. Namun apakah studi hewan coba ini memberikan korelasi yang positif dalam penggunaan studi klinis ?
Dari suatu studi dalam skala kecil, dimana studi klinis ini melibatkan sebanyak 30 pasien skizofrenia sesuai dengan DSM IV dilakukan penelitian untuk melihat efek pemberian piracetam jika dibandingkan dengan plasebo yang dikombinasikan dengan antipsikotik. Adapun latar belakang studi ini seperti dalam literatur yang ada, yang menunjukkan adanya hipotesa hiperdopaniergik dan adanya penurunan aktivitas reseptor NMDA pada pasien skizofrenia. Sehingga dalam studi ini diberikan intervensi dengan pemberian antipsikotik (haloperidol) dan nootropik yaitu piracetam yang mempunyai potensi memodulasi reseptor glutamat.
Setalah dilakukan proses randomisasi, subyek dikelompokkan menjadi kelompok yang mendapat haloperidol 30 mg/ hari yang dikombinasikan dengan piracetam 3.200 mg/ hari (yaitu sebanyak 14 subyek), dan kelompok subyek yang mendapatkan haloperidol 30 mg/ hari ditambahkan plasebo (sebesar 16 subyek). Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa, walaupun kedua dikelompokkan, menunjukkan penurunan yang bermakna dari skor gejala positif, gejala negatif, serta gejala umum dari psikopatologis, serta skor PANSS total secara keseluruhan selama penelitian, namun ternyata pada kelompok yang mendapatkan kombinasi haloperidol dan piracetam menunjukkan superioritas yang lebih baik daripada kelompok yang hanya mendapatkan haloperidol saja.
Piracetam yang merupakan obat dari kelompok nootropik ini mempunyai manfaat yang positif dalam memodulasi respetor glutamat, dan mungkin memberikan manfaat dalam terapi skizofrenia yang dikombinasikan dengan obat-obat neuroleptik.