
Kalbe.co.id - Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 Dinkes RI mendapatkan bahwa 4,3 / 1.000 penduduk Indonesia menderita tumor. Kanker itu sendiri merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7%): stroke, tuberkulosis, hipertensi, cidera, perinatal dan kencing manis. Karena itu deteksi dini / skrining memegang peranan penting, jelas Ibu Ampi Retnowardani, Markom Manager Laboratorium Klinik Prodia, 17 November 2009 di Jakarta. Guna memudahkan proses skrinin tersebutlah kini telah hadir Biomarker C-12 Protein Chip yang merupakan suatu pemeriksaan yang mencakup 12 macam penanda tumor (biomarker) untuk mendeteksi 14 macam kanker yang paling umum terjadi saat ini.
Adapun 14 kanker yang dimaksud adalah:
- Hati
- Paru
- Lambung
- Esofagus (kerongkongan)
- Prostat
- Kolorektal (usus besar & anus)
- Payudara
- Ovarium (indung telur)
- Pankreas
- Rahim
- Testis
- Kandung kemih
- Tiroid
- Endometrium
Keuntungan pemeriksaan Biomarker C-12 protein Chip, adalah:
- Memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan pemeriksaan penanda tumor tunggal
- Dalam satu kali pemeriksaan diperoleh 12 hasil penanda tumor
- Sampel darah yang diperlukan hanya 2 cc, jika menggunakan pemeriksaan tunggal untuk 12 macam pemeriksaan tersebut kurang lebih diperlukan 10cc
- Biaya lebih efisien dibandingkan jika memeriksakan 12 macam penanda tumor secara sendiri-sendiri (hemat 75%).
Turut mendampingi Ibu Ampi menjawab pertanyaan media dalam acara ini adalah Dr Agus Kosasih, SpPK, konsultan Prodia dan penanggung jawab laboratorium patologi RS Kanker Dharmais.