Rating : ratings 0.0%

Sertraline Tidak Meningkatkan Risiko Efek Samping Bunuh Diri

(09-Oct-2009)
Oleh: YYA
Print Preview
Sertraline Tidak Meningkatkan Risiko Efek Samping Bunuh DiriKalbe.co.id - Sertraline merupakan salah satu obat anttidepresi golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor) yang paling banyak diresepkan secara luas. Sertraline dalam penelitian diketahui aman, ditoleransi dengan baik dan efektif sebagai terapi untuk kasus-kasus PTSD (post traumatic stress disorder). Penelitian ini dipublikasikan di dalam jurnal Pubmed.

Sebuah analisa dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan risiko efek samping bunuh diri pada pasien-pasien yang diterapi dengan sertraline. Analisa dilakukan menggunakan metodologi yang telah ditentukan FDA (Food and Drug Administration) untuk mengidentifikasi kemungkinan terjadinya efek samping bunuh diri karena terapi sertraline. Kategorisasi terhadap kemungkinan bunuh diri dilakukan berdasarkan pada the Columbia group for the FDA's analysis of pediatric suicide risk with antidepressants. Analisis dilakukan terhadap 126 penelitian yang melibatkan 19.923 pasien, yang dilakukan antara tahun 1980-an hingga pertengahan tahun 2000.

Dari 19.923 pasien yang dterapi dengan sertraline dan plasebo, ada 99 kejadian bunuh diri. 4 kasus bunuh diri terjadi diantara 10.917 pasien yang diterapi dengan sertraline, dengan angka kejadian sebesar 0,04% dan 3 kasus dari 9.006 pasien yang diterapi dengan plasebo, dengan angka kejadian sebesar 0,03%.

Analisa penelitian-penelitian yang membandingkan efek samping bunuh diri antara sertraline dengan plasebo menunjukkan bahwa sertraline tidak meningkatkan kejadian bunuh diri secara bermakna.

Bookmark and Share

Related Articles:

http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/serlof-120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/serlof-120x50
http://www.kalbe.co.id/files/product/banner/serlof-120x50
Calendar of Events