background image
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
107
CDK 183/Vol.38 no.2/Maret - April 2011
DAFTAR PUSTAKA
1. Anonim. HIV and Tuberculosis Fact Sheet, American Lung Association, 2007.
2. Von Arx DP, Husain A. Oral Tuberculosis, Br. Dental J 2001;198:420-22.
3. Hercline T, Amorosa JK. Tuberculosis, Emedicine, 2009.
4. Moazzez AH, Alvi A. Head and Neck Manifestation of AIDS in Adults, American Family Physician, 1998.
5. Vaseliu N, Kamiru H, Kabue. M. Oral Manifestation of HIV Infection, 2010.
6. WHO News, Bull.WHO 2000;78: 945-6.
7. Greenspan D, Greenspan J. Oral Manifestation of HIV Infection, Journal Watch HIV/AIDS Clinical Care. 1997.
8. Sharma SK, Mohan A. Extrapulmonary Tuberculosis, Indian J. Med Res 2004;120: 316-53.
9. Soni NK, Chatterji P, Nahata SK. Tuberculosis of the Tongue, Indian J Tub. 28:22-5.
10. Tas E, Sahin E, Vural S, Turkoz HK, Gursel AO. Upper Respiratory Tract Tuberculosis: Our Experience of
Three Cases and Review of Article, The Internet J. Otorhinolaryngol. 2007.6.
11. Mir MA. Atlas of Clinical Diagnosis, 2nd ed. 2003.
12. Riden K. Key Topics in Oral and Maxillofacial, 1st ed, Bio Scientific Pub. 1998.
13. Gori A, Ridolfo AL, D
'Arminio Monforte A, Gramagliu A, Villa S, Moroni M. Impact of radiotherapy on oral
AIDS-related
Kaposi
's sarcoma, International Conference on AIDS,1993; 9:395.
Ulkus yang disebabkan HIV mempunyai gam-
baran klinis:
1. Non-keratin
2. Terdapat pseudomembran
3. Ukuran lesi :
- Minor > 5 mm
- Mayor 1-3 cm
- Herpetiform 1-2 mm
4. Dapat lesi tunggal atau multipel
5. Nyeri
6. Kemerahan di sekitar ulkus
Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan
titer CD4+ < 100 sel/L. Ulkus dapat ditemukan
di daerah mukosa bukal dan labial, palatum
molle, dan lidah
(4, 5, 7,13)
PEMBAHASAN
Tuberkulosis masih endemik di daerah ber-
kembang. Meningkatnya prevalensi penderita
HIV-AIDS, menyebabkan prevalensi penderita
TB juga meningkat karena penurunan sistem
pertahanan tubuh pada penderita HIV-AIDS
memunculkan manifestasi klinis pada pengidap
bakteri Mycobacterium tuberculosis. Salah satu
manifestasi klinis, di antaranya ulserasi rongga
mulut
(2,8,9,10)
.
Peningkatan TB pada penderita HIV-AIDS
menekankan pentingnya deteksi tuberkulosis
agar bisa diobati sedini mungkin
(1,2)
.
Gambar 2: Ulkus pada Penderita HIV- AIDS
(11)
PEMBAHASAN
Tuberkulosis masih endemik di daerah berkem-
bang. Meningkatnya prevalensi penderita HIV-
AIDS, menyebabkan prevalensi penderita TB juga
meningkat karena penurunan sistem pertahanan
tubuh pada penderita HIV-AIDS memunculkan
manifestasi klinis pada pengidap bakteri Myco-
bacterium tuberculosis. Salah satu manifestasi
klinis, di antaranya ulserasi rongga mulut
(2,8,9,10)
.
Peningkatan TB pada penderita HIV-AIDS me-
nekankan pentingnya deteksi tuberkulosis agar
bisa diobati sedini mungkin
(1,2)
. Perbedaan
ulkus TB dengan ulkus HIV-AIDS ialah pada
ulkus TB ditemukan granulasi di dasar lesi dan
tidak selalu nyeri sedangkan pada ulkus
HIV-AIDS terdapat pseudomembran, non
keratin dan nyeri
(2,4,5,7-10)
Ulkus TB dan ulkus HIV-AIDS tidak dapat dibeda-
kan berdasarkan lokasinya; umumnya penderita
TB rongga mulut adalah penderita TB paru karena
lesi di rongga mulut sebagian besar disebabkan
oleh sputum, walaupun penyebaran hematogen
dan limfogen juga pernah terjadi
(2, 4,5,7-10)
.
SIMPULAN
Mengingat seringnya kasus HIV-AIDS disertai
tuberkulosis, sangat penting menentukan jenis
lesi rongga mulut.