CDK 174/vol.37 no.1/Januari - Februari 2010
TINJAUAN PUSTAKA
Pemberian
-blockers menjadi kontroversi. Menurut rekomen-
dasi ACC/AHA (2002),
-blockers harus terus diberikan pada
penderita penyakit kardiovaskuler (aritmia, angina pektoris, hiper-
tensi, atau gagal jantung) yang sebelumnya mendapat obat ini
dan menjalani operasi non-kardiak. Selain itu
-blockers direko-
mendasikan pada pasien yang menghadapi operasi dengan
risiko tinggi komplikasi kardiovaskuler ( riwayat penyakit kardio-
vaskuler sebelumnya, diabetes, usia > 65 tahun, hipertensi, hiper-
lipidemia). Sedangkan untuk operasi dengan risiko kardiovaskuler
ringan atau sedang, pemberian
-blockers diperdebatkan
10
.
-blockers merupakan kontra-indikasi pada pasien yang diketahui
menunjukan gejala 2
nd
atau 3
rd
degree AB block, acute conges-
tive heart failure, bronkhospasme, denyut jantung < 60 x/menit,
tekanan darah sistolik < 100 mmHg, he-modinamik tidak stabil).
3. Ginjal
Gangguan ginjal peri-operatif dapat terjadi pada
11
:
a. Penderita dengan Penyakit Ginjal Krinis (PGK) yang akan
menjalani
operasi
b. Penderita post-operatif yang menderita Gangguan Ginjal Akut
Penderita Penyakit Ginjak Kronik (PGK)
12
Penderita PGK yang harus menjalani operasi harus mendapat
perhatian khusus karena biasanya pasien ini juga menderita
hipertensi. Penurunan fungsi ekskresi air dan elektrolit, sering
menyebabkan overhidrasi, hiperkalemia dan asidosis. Pasien
juga sering menderita azotemia dengan akibat anemia dan
gangguan perdarahan. Pemeriksaan rutin yang harus dilakukan
pada pasien PGK pre-op dapat dilihat pada tabel 9 :
Tabel 9. Pemeriksaan Penunjang Diagnostik untuk Pasien PGK
12
Hiperkalemi : Penderita PGK sering mengalami hiperkalemi.
Walaupun tidak ada panduan pasti, dianjurkan agar kadar
kalium pre operasi <5,5 mEq/L. Kadar kalium dapat diturunkan
dengan resin exchange per oral atau anal. Dapat juga diberikan
natrium bikarbonat atau dextrose 10 % + insulin parenteral.
Jika kadar kalium sangat tinggi dan sulit diturunkan dengan
medikamentosa dapat dilakukan dialisis pre-operasi.
Perdarahan : Penderita PGK mempunyai tendensi perdarahan
karena gangguan fungsi trombosit. Terapi anti-platelet, misalnya
aspirin dan dipiridamol harus dihentikan 72 jam pre-operasi.
Anemi : Kurangnya hormon eritropoitin pada penderita PGK
sering menyebabkan anemi dan pasien sudah menyesuaikan
dengan kondisi tersebut. Kadar hematokrit pre-operasi diharap-
kan sekitar 20-26 %. Perlu diperhatikan bahwa transfusi,
terutama pada penderita transplantasi ginjal, tidak selalu mem-
perbaiki keadaan.
Hipertensi : Pemberian obat antihipertensi pada penderita PGK
peri-operatif harus tetap dilanjutkan. Bila penderita berpuasa,
obat anti-hipertensi harus diberikan parenteral. Pemantauan
tekanan darah peri-operatif harus dilakukan secara ketat.
Pemberian diuretik, sebaiknya dihentikan 1-2 hari pre-operatif,
agar tidak terjadi deplesi cairan atau hipotensi intra-operatif.
Kadar kreatinin pre-operasi berpengaruh terhadap terjad-inya
komplikasi post-operatif, termasuk terjadinya Gangguan Ginjal
Akut post-operatif, (tabel 10):
Tabel 10 : Hubungan antara kadar kreatinin serum pre-operatif dengan
angka kejadian GGA pasca-operatif
11
Jika kadar kreatinin serum pre-operatif > 2 mg/dl, angka
kejadian GGA post-operatif meningkat dua kali lipat dibanding-
kan dengan jika kadarnya < 2 mg/dl. Walaupun demikian,
tingginya kadar kreatinin bukan merupakan alasan untuk mem-
batalkan operasi, karena kadar kreatinin hanya merupakan
petanda fungsi ginjal.
IKLAN
STAFORIN
29
< 1 mg/dl
1 4 mg/dl
1,5 1,9 m/dl
2.0 2,9 mg/dl
0,5 %
0,8 %
1,8 %
4.9 %
Kadar kreatinin
serum pre-operatif
Angka Kejadian
GgGA post-operatif
Typical Preoperative Diagnostic Testing in Patients with Chronic
Kidney Disease (Krishnan M. http:// www.aafp.org)
Renal panel:
sodium, potassium, chloride, blood urea nitrogen, creatinine, calcium,
and bicarbonate levels
Anemia
(Complete blood count )
Arterial blood gas measurements
(if the bicarbonate level is below 18 mEq per L (18 mmol per L)
Bleeding time
(if uremic bleeding is a concern )
Physical examination,
(with emphasis on volume status)
Electrolyte levels
(repeat 2 to 3 hours before surgery )
Chest radiograph
(to evaluate fluid status )