background image
136
CDK 183/Vol.38 no.2/Maret - April 2011
BERITA TERKINI
H
asil penelitian Dr. Odd Erik Johansen dari
Asker and Baerum Hospital, Rud, Norwegia,
yang dipublikasi di the Journal of Diabetes
menunjukkan bahwa atorvastatin dosis tinggi
mengurangi kejadian dan rekurensi ulkus dia-
betikum pada pasien-pasien diabetes melitus.
Dr. Johansen menambahkan bahwa hasil pe-
nelitian ini sangat bermanfaat bagi pasien-
pasien yang memiliki risiko tinggi menderita
ulkus diabetikum. Atorvastatin mungkin me-
rupakan terapi intervensi pertama yang dapat
diberikan untuk mencegah ulkus diabetikum.
Dr. Johansen dkk. meneliti efek atorvastatin
dosis rendah dan dosis tinggi terhadap pe-
nyembuhan dan rekurensi ulkus diabetikum
pada 13 pasien diabetes melitus; 10 orang di
antaranya menderita diabetes tipe 2. Lama-
nya pasien menderita diabetes melitus rata-
rata 18 tahun, dan ulkus sudah menetap
tidak lebih dari 4 bulan. Pasien secara acak
diberi atorvastatin 10 mg sehari (n=6, dengan
6 ulkus), atau atorvastatin 80 mg sehari (n=7,
dengan 9 ulkus). Semua pasien dalam peneli-
tian ini menerima terapi konvensional, ter-
masuk di antaranya adalah debridement, peng-
hilang rasa tekanan serta antibiotik untuk
infeksi. Di antara kelompok penelitian tidak
ada perbedaan karakteristik ulkus maupun
perbedaan penggunaan antibiotik.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada
kelompok atorvastatin 10 mg, ke-6 ulkus semua
sembuh dengan rerata 49 hari. Pada kelompok
atorvastatin 80 mg, 6 dari 9 ulkus sembuh
dalam rerata 89 hari.
Para peneliti juga menekankan bahwa perbe-
daan kejadian ulkus rekuren atau ulkus baru
di kedua kelompok adalah bermakna dengan
perbandingan 8:1 (atorvastatin 10 mg vs ator-
vastatin 80 mg), dengan p=0,048.
Perubahan parameter lemak tidak berbeda
bermakna antar kelompok penelitian, namun
pada kelompok atorvastatin 80 mg terjadi pe-
nurunan CRP (C-reactive protein) yang ber-
makna (-1,5 mg/L, p=0,044) dibandingkan
dengan kelompok atorvastatin dosis rendah.
Para peneliti menyimpulkan bahwa atorvasta-
tin dosis tinggi perlu direkomendasikan pada
pasien-pasien risiko tinggi ulkus diabetikum.
Penelitian prospektif lanjutan diperlukan untuk
mengkonfirmasi hasil penelitian ini .
Simpulan:
· Atorvastatin dosis tinggi mengurangi kejadian
dan rekurensi ulkus diabetikum pada pasien-
pasien diabetes melitus.
· Walaupun pemberian atorvastatin dosis tinggi
perlu direkomendasikan pada pasien-pasien
risiko tinggi ulkus diabetikum, para ahli setuju
bahwa penelitian lanjutan diperlukan untuk
menkonfirmasi hasil penelitian ini. (YYA)
REFERENSI
1. Interscience. Diabetic foot ulcer burden may be modi-
fied by high-dose atorvastatin: A 6-month random-
ized controlled pilot trial. [cited 2010 June 15].
Available from: http://www3.interscience.wiley.com/
journal/122422101/abstract
2. Medscape Cardiology. High-Dose Atorvastatin Is a
"Clinically Meaningful Intervention" for Diabetic Foot
Ulcers. [cited 2010 June 15]. Available from: http://
www.medscape.com/viewarticle/710548
Atorvastatin Dosis Tinggi
Menurunkan Kejadian dan
Rekurensi Ulkus Diabetikum
Atorvastatin 10 mg
(n=6, ulkus = 6)
Atorvastatin 80 mg
(n=7, ulkus = 9)
Ulkus yang sembuh
6
6
Ulkus sembuh yang
rekuren
2 (hari ke-60 dan ke-86 setelah
penyembuhan)
0 (tidak ada rekurensi)
Ulkus baru
6 (dalam rerata 108 hari
setelah awal penelitian (baseline))
1 (setelah 90 hari dari awal
penelitian)