background image
CDK 165/vol.35 no.6/September - Oktober 2008
370
INFO PRODUK
IBUFENZ
®
Solusi tepat untuk mengatasi
demam dan nyeri
D
emam dan rasa nyeri merupakan
keluhan yang umum dan sering dijumpai
dalam kehidupan sehari-hari. Kedua
keluhan tersebut adalah suatu gejala
proses peradangan yang merupakan
tanda awal penyakit yang penyebabnya
dapat bermacam-macam.
Peningkatan suhu tubuh pada keadaan
patologik diawali oleh pelepasan suatu
zat pirogen endogen atau sitokin seperti
interleukin 1, atau seperti yang terdapat
pada komponen dinding sel bakteri gram
negatif (LPS atau lipopolisakarida) akan
memacu pelepasan prostaglandin (PGE2)
berlebihan di hipotalamus yang meru-
pakan pusat pengaturan suhu tubuh.
Selain demam, nyeri juga merupakan
salah satu gejala peradangan. Nyeri
adalah suatu perasaan dan pengalaman
emosional yang tidak menyenangkan
yang dikaitkan dengan terjadinya keru-
sakan jaringan atau adanya potensi
terjadinya kerusakan jaringan (IASP).
Dengan diketahuinya mekanisme ter-
jadinya demam dan rasa nyeri, maka
pengobatan dapat lebih tepat. Pengo-
batan demam dan rasa nyeri dapat di-
lakukan dengan memberikan terapi untuk
mengatasi gejala (simptomatik) maupun
penyebabnya (kausatif). AINS (Anti-
inflamasi Non Steroid) merupakan obat
antiradang yang juga berkhasiat anti-
piretik dan analgesik sehingga dapat
mengatasi kedua hal tersebut.
Pada umumnya, AINS mempunyai 3
khasiat utama yaitu analgesik (menghi-
langkan rasa nyeri), antipiretik (menurun-
kan demam), dan antiinflamasi / anti-
radang (meredakan peradangan).
Setiap obat yang termasuk dalam golo-
ngan AINS mempunyai karakteristik
yang berbeda, misalnya ibuprofen mem-
punyai efek antipiretik dan analgesik
yang lebih besar dibandingkan efek anti-
inflamasinya. Oleh karena itu, secara
klinis ibuprofen diindikasikan untuk anti-
piretik dan analgesik.
Selain itu ibuprofen merupakan salah
satu analgesik antipiretik golongan AINS
yang aman digunakan pada anak-anak.
Anak-anak yang sedang sakit, biasa-
nya sering menangis, tidak mau minum
obat, obat yang diberikan dimuntahkan
kembali atau memang tidak bisa me-
nerima asupan peroral (misalnya muntah-
muntah). Pemberian secara supositoria
dapat menghindari masalah tersebut dan
obat dapat bekerja secara maksimal.
IBUFENZ
®
merupakan produk yang
mengandung ibuprofen dan tersedia
dalam bentuk supositoria sehingga me-
mudahkan pemberian baik pada anak-
anak maupun dewasa dengan gejala
demam dan nyeri, yang tidak mampu
menerima asupan secara peroral.
IBUFENZ
®
diindikasikan untuk :
Menurunkan demam pada anak-
anak.
Meringankan nyeri derajat ringan
sampai sedang, antara lain sakit gigi
atau nyeri pada pencabutan gigi,
nyeri setelah operasi, nyeri kepala,
gejala nyeri ringan sampai sedang
pada rematik tulang, sendi dan non
sendi, serta terkilir.
·
·
Dosis dan cara pemberian IBUFENZ
®
:
Menurunkan demam pada anak-anak
- Anak usia 3-7 tahun: 3-4 kali
sehari,
1
supositoria.
- Anak usia 8-12 tahun: 3-4 kali
sehari,
2
supositoria.
Meringankan nyeri derajat ringan
sampai sedang :
- Dewasa : 3-4 kali sehari,
2
supositoria.
- Anak usia 3-7 tahun :
3-4 kali sehari, 1 supositoria.
- Anak usia 8-12 tahun: 3-4 kali
sehari,
2
supositoria.
Jika diberikan sesuai dengan dosis yang
dianjurkan, jarang menimbulkan efek
samping. Efek samping yang pernah di-
laporkan adalah : gangguan saluran cerna
termasuk mual, muntah, diare, konstipasi
dan nyeri lambung; ruam kulit; penyem-
pitan bronkus; trombositopeni.
Tidak terdapat perbedaan bermakna
antara ibuprofen supositoria dengan ibu-
profen oral dalam kemampuan penurunan
suhu tubuh dan durasi kerja. Bahkan,
penurunan suhu tubuh terjadi lebih cepat
secara bermakna dengan ibuprofen su-
positoria dibandingkan dengan ibupro-
fen oral.
(VKS)
Referensi :
Fever. 2007. Available from : http://www.wikipedia.org
Pain and nociception. 2007. Available from :
http://en.wikipedia.org/wiki/Pain
American Medical Association. Module 6 Pain
Management : Pediatric Pain Management. In :
American Medical Association . 2007.
Handayani S et al. The efficacy of suppository versus
oral ibuprofen for reducing fever in children. In :
Paediatrica Indonesiana. 2005. Vol. 45, No. 9-10. p:
211-216. Available from : http://www.idai.or.id
·
·
1.
2.
3.
4.