CDK 169/vol.36 no.3/Mei - Juni 2009
163
TINJAUAN PUSTAKA
Selain menyebabkan gangguan pada jantung, hipertensi juga
dapat menyebabkan gangguan organ lainnya seperti otak, ginjal
dan mata, sehingga dapat menyebabkan stroke, penyakit ginjal
kronik,penyakit arteri perifer dan juga retiniopati.
TERAPI
Panduan JNC 7 menunjukkan bahwa pemberian medikamentosa
tidak lagi secara berjenjang ( stepped care ) tetapi semua jenis obat
dapat diberikan dari awal/tingkat satu. ( Tabel 1 )
Studi PREVENT yang menggunakan amlodipin selama 36 minggu
menunjukkan hasil yang baik, bukan hanya mampu mengontrol
tekanan darah tetapi mengurangi kejadian kardiovaskular dan
prosedur revaskularisasi secara bermakna dan mencegah progresi-
vitas proses aterosklerosis. ( Gambar 4 ) Demikian juga penelitian
CAMELOT menunjukkan bukti progresivitas pembentukan plak,
angka hospitalisasi dan revaskularisasi lebih rendah pada kelompok
amlodipin. ( Tabel 2 )
Gambar 4 : Kejadian kardiovaskular major dan tindakan revaskularisasi ber-
kurang pada kelompok amplodipine.
Tabel 2. Studi CAMELOT menunjukkan total kejadian Kardiovaskular, hospital-
isasi maupun revaskularisasi berbeda bermakna pada kelompok amlodipin.
LATIHAN FISIK ( olah raga ) pada penderita hipertensi.
Aktifitas fsik atau olahraga menjadi bagian dari tatalaksana
hipertensi. Pada penderita hipertensi tingkat 1 dan tingkat 2 terapi
medikamentosa diberikan jika berbagai upaya nonfarmakologis
tidak bermakna menurunkan tekanan darah, atau memang
target organ sudah terkena. Perlu diketahui reaksi berbagai obat
terhadap hipretensi saat penderita sedang beraktifitas fisik atau
sesudahnya (tabel 3) .
Tabel 3. Efek obat antihipertensi saat latihan dan kegiatan olahraga
RVS-resistensi vaskuler sistemik
Perubahan tekanan darah terhadap latihan pada penderita
hipertensi
Penderita hipertensi tekanan darah saat istirahat sudah tinggi,
tekanan darahnya akan makin meningkat saat latihan. Mekanisme
peningkatan tekanan darah ini berbeda jika dibandingkan dengan
individu normal.
Diagnosis hipertensi ringan maupun hipertensi borderline biasanya
dapat ditegakkan dengan adanya respon kenaikan tekanan darah
yang berbeda terhadap beban yang diberikan.
Latihan dinamik
Dengan latihan dinamik curah jantung meningkat karena
denyut jantung meningkat, volume sekuncup meningkat
demikian juga kontraktilitas. Aliran darah ke otot-otot yang
bekerja akan meningkat karena terjadi vasodilatasi lokal,
sebaliknya aliran darah ke otot yang tidak bekerja dan organ-
organ viseral akan berkurang karena vasokonstriksi simpatetik.
DIURETIK
Thiazide
(hydrochlorothiazide)
Loop Inhibitors ( furosemid)
Potassium sparing
(triamterenceamiloride)
Penyekat
BETA- ADRENERGIK
Non selektif (ß-1/ß-2)
(Propranolol)
Selektif (ß-1)
(atenolol, bisoprolol)
Combined (ß/
-1)
labetalol)
Penyekat
ALPHA-ADRENERGIK
Perifer (
-1)
(prazosin, terazosin)
VASODILATOR
Langsung
(hydralazine, minoxidil)
· Volume plasma berkurang
· Curah jantung menurun
· Penurunan jangka panjang
RVS (cat : Hanya sedikit
atau tidak berpengaruh
pada
latihan
hipertensi
· HR menurun 20-30%
· Kontraktilitas menurun
· RVS otot dan kulit meningkat
· Efek pada ß-2 vasodilatasi
sedikit
· Penurunan RVS
· Aliran darah ke otot sedikit
berkurang
· Penurunan RVS
· Dapat dilihat peningkatan
tekanan darah setelah
mengkonsumsi
sesuai
dosis
· Hanya sebatas kontrol pada
latihan
hipertensi
· Penurunan RVS
· HR menurun sedikit
· Penurunan RVS
· Peningkatan HR
· Peningkatan Reflek Q
· Hilangnya K
+
dan Mg2
+h
melalui
urin
· Kolesterol, glukosa darah
dan asam urat meningkat
· Pengeluaran K
+
menurun
· Menghambat lipolisis dan
glikogenolisis
· Kolesterol meningkat (HDL
kol
menurun)
· Depresi SSP (dengan lipophilic ß)
· Gangguan terhadap gliko-
genolisis dan lipolisis sedikit
· Tidak ada perubahan yang
berarti dalam metabolisme
energi
· Tidak ada perubahan yang
berarti dalam metabolisme
energi
· Sulit tidur
· Mulut kering
· Sakit kepala
· Muka panas
· Retensi cairan akibat aktifasi
sistem
renin
dengan
angio-
tensin
· Kemungkinan reaksi Lupus
erythematosus
Saat latihan :
· Hipovolemia
· Hipotensi ortostatik
Efek jangka lama:
· Hipokalemia
· Hipomagnesemia
· Otot lemah dan kram
· Kemungkinan
rhabdomyolisis
· Dis/aritmia
· VO
2
maks menurun
karena CO dan aliran
darah
ke
otot
ber-
kurang
· Gangguan mobilisasi
substrate
· Cepat lelah dan treshold
laktat
· Kemungkinan
bronchosspasme
· Efek pada otot polos
bronchus
sedikit
Catatan: Kombinasi ß/
-1
merupakan pilihan terbaik
jika penghambat beta
diperlukan )
· VO
2
maks dapat di-
pertahankan
· Tidak ada efek yang
berarti saat latihan
atau saat melakukan
kegiatan
olahraga
· Cenderung terjadi
kompetisi aliran
darah
ke
otot
melalui
mekanisme
steal
karena
vasodilatasi
umum