212
A
nalisis Cochrane Database of Systematic
Reviews pada tahun 2000 menunjukkan bahwa
aspirin merupakan salah satu terapi yang
sudah luas digunakan pada pasien demensia
vaskular. Kurang lebih 80% pasien gangguan
kognitif dan risiko kardiovaskular telah diberi
aspirin; namun hingga kini belum pernah di-
lakukan penelitian acak apakah aspirin memang
bermanfaat pada pasien demensia vaskular.
Penggunaan aspirin pada pasien demensia
vaskular tidak dapat direkomendasikan tanpa
bukti manfaat yang jelas; bahkan para peneliti
memperkirakan bahwa manfaatnya lebih sedikit
dibandingkan dengan risiko.
Ketidakjelasan manfaat pemberian aspirin pada
pasien-pasien dengan demensia vaskular ini
mendorong dr. Edo dkk. melakukan penelitian
untuk mengetahui apakah pemberian aspirin
dapat meningkatkan risiko perdarahan intra-
serebral pada pasien Alzheimer.
Dr Edo dkk. dari the Department of Neurology
at Academic Medical Center, University of
Amsterdam, Belanda melakukan tinjauan ter-
hadap penelitian-penelitian acak efek aspirin
terhadap pasien Alzheimer dari PubMed dan
the Cochrane Library, dan meneliti komplikasi
yang terjadi sehubungan dengan terapi as-
pirin, di antaranya perdarahan intra serebral.
Penelitian pertama adalah EVA (The Evalua-
tion of Vascular Care in Alzheimer's Disease)
yang meneliti apakah pemberian aspirin dan
perawatan vaskular dapat memperlambat
progresifitas demensia pada pasien Alzheimer.
Hasilnya memperlihatkan bahwa 4,6% (3 dari
65 pasien, 95% CI 1,0% - 12,9%) kelompok
terapi aspirin mengalami perdarahan intra-
serebral, dibandingkan dengan kelompok tanpa
aspirin yang tanpa perdarahan intraserebral
(95% CI, 0% 6,2%).
Penelitian lain yang memperlihatkan hasil yang
serupa adalah penelitian AD 2000 (The Aspirin in
Alzheimer's Disease). Penelitian ini merupakan
penelitian terbuka yang menemukan bahwa
kejadian perdarahan intraserebral di kelompok
aspirin adalah 2,6% (4 dari 156 pasien, 95% CI;
0,7% - 6,4%) dan 0% di pasien yang tidak
diterapi aspirin (154 pasien, tidak ada perdara-
han intraserebral, 95% CI; 0% - 2.4%)
Gabungan penelitian EVA dan AD 2000 mem-
perlihatkan bahwa proporsi kejadian perdara-
han intraserebral di kelompok aspirin adalah
3,2% vs 0% untuk kelompok tanpa aspirin.
Hazard ratio gabungan untuk kejadian per-
darahan intraserebral pada pasien Alzheimer
yang diterapi aspirin adalah 7,63 (95% CI, 0,72
81,00; P = 0,09). Pemberian aspirin pada
penderita Alzheimer tidak mengurangi prog-
resifitas penyakit Alzheimer, bahkan dapat me-
ningkatkan risiko perdarahan intraserebral.
Hasil penelitian ini perlu ditinjau dengan hati-
hati karena sedikitnya kejadian perdarahan in-
traserebral. Namun proporsi pasien yang me-
ngalami perdarahan intraserebral relatif cukup
tinggi (3,2%) dan perlu mendapatkan perhatian
lebih lanjut; jika ada indikasi kejadian kardio-
vaskular yang jelas seperti pasca stroke atau
infark miokard, terapi aspirin tentu direkomen-
dasikan. Namun pemberian aspirin pada pasien
demensia vaskular tanpa indikasi jelas tidak
direkomendasikan; pemberian aspirin pada
pasien Alzheimer sebaiknya dihindari. Hasil
tinjauan ini telah dipublikasikan dalam Stroke
November 2010.
Kini sedang dirancang sebuah penelitian multi-
senter, observasional melibatkan 800 pasien
untuk meneliti efek aspirin terhadap gangguan
vaskular seperti perdarahan berskala mikro yang
tidak dapat dipantau melalui pemeriksaan
pencitraan.
Simpulan
· Aspirin pada penderita Alzheimer tidak me-
ngurangi progresifitas penyakit Alzhimer,
bahkan dapat meningkatkan risiko perdara-
han
intra
serebral.
· Jika ada indikasi kardiovaskular yang jelas
seperti pasca stroke atau infark miokard,
terapi aspirin direkomendasikan. Namun pada
demensia vaskular yang belum memiliki indi-
kasi jelas, pemberian aspirin perlu dipertim-
bangkan lebih lanjut mengigat risiko per-
darahan yang dapat terjadi.
· Sedang dirancang sebuah penelitian multi-
senter, observasional melibatkan 800 pasien
untuk meneliti efek aspirin terhadap gang-
guan vaskular seperti perdarahan mikro. (YYA)
Aspirin Meningkatkan
Risiko Perdarahan Intraserebral
pada Pasien Alzheimer
Tabel 1. Perbandingan kejadian perdarahan antara kelompok aspirin dengan kelompok tanpa aspirin dalam
penelitian EVA. (EVA= The Evaluation of Vascular Care in Alzheimer's Disease ; CI= confidence interval.
Tabel 2. Perbandingan kejadian perdarahan antara kelompok terapi aspirin dengan kelompok terapi tanpa
aspirin ddalam penelitian AD 2000. AD 2000 = The Aspirin in Alzheimer's Disease; CI = confidence interval.
REFERENSI
1. Docguide. Aspirin Use in Patients With Alzheimer's Disease Increases Risk of Intracerebral Haemorrhage: Presented at ESC.
[cited 2010 December 07]. Available from:http://www.docguide.com/news/content.nsf/news/852576140048867C8525
77
33005A5C2B
2. Medscape Cardiology. Aspirin May Increase ICH Risk in Alzheimer's Patients. [cited 2010 December 07]. Available from:
http://cme.medscape.com/viewarticle/733023?src=cmemp&uac=117092CG
3. Stroke. Aspirin in Alzheimer's Disease. Increased Risk of Intracerebral Hemorrhage: Cause for Concern? Stroke 2010; 41: 2690-2.
T b l 1 P b
di
k j di
d
h
k l
k
i i d
k l
k
i i d l
Kelompok
Aspirin (n=65)
Pasien yang mengalami perdarahan
intra serebral
3 pasien (4,6%)
95% CI; 1,0% 12,9%
0 pasien (0%)
95% CI; 0% 6,2%
Kelompok
tanpa Aspirin (n=58)
BERITA TERKINI
C D K 1 8 4 / V o l . 3 8 n o . 3 / A p r i l 2 0 1 1
T b l 2 P b
di
k j di
d
h
k l
k
i
i i d
k l
k
i
Kelompok
Aspirin (n=165)
Pasien yang mengalami perdarahan
intra serebral
4 pasien (2,6%))
95% CI; 0,7% 6,4%
- (0%)
95% CI; 0% 2,4%
Kelompok
tanpa Aspirin (n=154)