A m a n - P r a k t i s - M u d a h D i g u n a k a n
H A S I L P E N E L I T I A N
Bising
Bising didefinisikan sebagai bunyi yang tidak dikehendaki yang
merupakan aktivitas alam atau buatan manusia.
1
Pengertian
lain adalah bunyi yang tidak diinginkan dan dirasa menggangu
pendengaran.
23
Bising secara subyektif adalah suara yang tidak
disukai atau tak diinginkan.
2
Batasan bising di atas lebih diarah-
kan kepada bising sehari-hari yang sumbernya berbeda, misalnya
lalu lintas darat, laut, udara, keramaian di stasiun, dan pasar.
Pengaruh bising terhadap kesehatan jasmani terbagi menjadi dua :
1) Bising yang berpengaruh pada indra pendengaran.
2) Bising yang berpengaruh bukan pada indra pendengaran.
24
Akibat langsung yang dirasakan pada tempat yang bising ialah :
1) Sukar mendengar atau menangkap pembicaraan orang lain.
2) Terdengar suara nyaring atau berdengung di kepala/telinga
selama beberapa jam setelah meninggalkan lingkungan
kerja
yang
bising.
3) Ketulian sementara, yaitu telinga terasa tersumbat setelah
meninggalkan lingkungan bising.
25
Bising yang masuk di ruangan kelas mengakibatkan murid sulit
mendengar dan berkonsentrasi terhadap pelajaran yang diberi-
kan oleh guru.
27
Survei Shield dan Dockrell di London (2005)
pada 142 sekolah dasar, menemukan 65% sekolah dasar terpa-
jan bising melebihi standar WHO (55 dB) ; 86% dari sumber
bising tersebut berasal dari jalan raya, sedangkan sumber bising
jalan raya tersebut 85% disebabkan oleh suara mesin mobil,
disusul 55% dari bising pesawat udara yang melintas di atas
lingkungan sekolah.
Sutherland dan Lubman (2001) menyatakan bahwa lebih dari
60% kegiatan belajar-mengajar di kelas melibatkan pendengaran,
partisipasi dan pembicaraan antar guru dan murid, oleh sebab itu
intensitas suara pada saat berbicara harus lebih besar 15 dB dari
intensitas bising lingkungan agar dapat didengar oleh lawan
bicara.
28
Jonsdotir (2002) mendapatkan bahwa rerata intensitas
suara guru pada saat mengajar adalah sebesar 69,5 dB dari 65
dB yang direkomendasikan oleh American Speech-Language-
Hearing Association (ASHA).
8
Apabila bising ruangan kelas lebih
bising dari suara guru maka dapat dipastikan informasi pelajaran
yang disampaikan kepada murid menjadi terhambat.
Tingkat kebisingan terbagi dalam beberapa kategori yaitu: menu-
likan, sangat pekak, kuat, sedang, tenang dan sangat tenang
1
;
lingkungan sekolah seharusnya dalam kategori tingkat kebisi-
ngan tenang sampai dengan sedang. (Gabriel 1990)
Dampak Kebisingan
Kids (1998) cit. Geary (1998) pada penelitian di Munich Airport
melaporkan bahwa kebisingan pesawat sangat mempengaruhi
proses belajar mengajar di sekolah yakni pada kemampuan
membaca (learning ability) dan cognitive ability.
31
Penelitian
Lang (1998) pada Cornell University Study menjelaskan bahwa
pada anak usia kelas III dan IV didapatkan dampak kesehatan
dan psikologis tingkah laku yang dapat berlanjut sepanjang
hidupnya; akan terjadi stres dan diikuti oleh gejala/keadaan lain
seperti kenaikan tekanan darah karena kenaikan hormon stres
(epinefrin, norepinefrin, kortisol). Kebisingan juga berpengaruh
pada proses membaca, mendengar dan bicara.
32
Tes Konsentrasi Belajar
Tes konsentrasi belajar pada penelitian ini menggunakan
metode tes angka acak yang biasa dipakai dalam penelitian
lain sejenis.
44,45
Tes Konsentrasi Angka Acak cara ini menggu-
nakan selembar kertas berisi angka 1 sampai 60 yang disusun
secara acak. Pengelompokan angka acak ini secara garis
besar terbagi menjadi dua yaitu kelompok angka ganjil yang
berada di sebelah kiri dan angka genap di sebelah kanan dan
disusun acak.
Pada anak-anak diberikan 1 lembar kertas berisi kumpulan
angka-angka acak ini; mereka diminta agar melingkari angka 1
pada lembar tes tersebut kemudian dihubungkan dengan garis
ke angka 2 dan seterusnya hingga waktu tes berakhir. Tes
diberikan secara individual dengan waktu 1 menit. Tingkat
konsentrasi belajar dinilai dari jumlah angka acak yang dapat
dihubungkan dengan benar dalam waktu 1 menit.
Profil Sekolah Dasar di Kota Yogyakarta
Jumlah SD baik negeri maupun swasta di Propinsi DIY berjum-
lah 2.135 sekolah dengan 14.666 ruang kelas, sedangkan di
Kota Yogyakarta, jumlah SD sebanyak 225. Ruang kelas
biasanya berukuran 5 x 10-15 meter dengan jumlah murid tiap
kelas rata-rata sebanyak 33,4 orang. Pada saat proses belajar
mengajar, tidak satupun sekolah dasar yang menyediakan alat
pengeras suara sebagai alat bantu mengajar.
13
Bentuk bangunan SD hampir sama yaitu memiliki sejumlah
jendela atau bahkan 1/3 atas temboknya terdiri dari jendela
terbuka. Jendela ini berfungsi sebagai ventilasi udara, tetapi
sayangnya bising dari luar ruangan lebih mudah masuk ke
dalam ruangan kelas. Terdapat juga halaman yang berfungsi
untuk tempat upacara, arena olah raga dan arena bermain.
13
CDK 163/vol.35 no.4/Juli - Agustus 2008
191