background image
B E R I T A T E R K I N I
CDK 167/vol.36 no.1/Januari - Februari 2009
44
B
ayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) memiliki tingkat
mortalitas yang lebih tinggi selama periode neonatal dibandingkan
dengan bayi dengan berat badan lahir normal, dan bayi dengan BBLR
yang berhasil bertahan hidup akan menghadapi masalah tumbuh
kembang, masalah respiratorik, kelainan kongenital, dan komplikasi
akibat selama perawatan di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan PLBW adalah
usia ibu saat mengandung yang terlalu tua (>34 tahun) atau terlalu
muda (<17 tahun), keturunan Afrika-Amerika status sosial ekonomi
yang rendah, perawatan antenatal (ANC) yang tidak adekuat, pe-
nyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, merokok, hipertensi, diabetes,
dan kehamilan multipel. Walaupun sudah banyak usaha-usaha yang
dilakukan untuk mengurangi efek-efek yang ditimbulkan akibat faktor-
faktor diatas dengan melakukan intervensi pencegahan selama ANC,
namun ternyata hanya ada sedikit penurunan pada jumlah bayi
dengan PLBW. Oleh karena itu, diduga ada faktor risiko lain yang
berpengaruh terhadap prevalensi bayi dengan PLBW. Salah satu
faktor risiko tersebut adalah infeksi. Infeksi saluran kemih dan kelamin
subklinis dan infeksi periodontal merupakan salah satu infeksi yang
dapat mempengaruhi proses kehamilan, infeksi periodontal dapat
mempengaruhi proses kehamilan dengan menjadi sumber bakteri
anaerobik Gram negatif dan komponen bakteri seperti lipopolisa-
karida. Bakteri dan komponennya dapat memicu pelepasan modu-
lator sistem imun seperti PGE
2
dan TNF-_yang normalnya berperan
dalam proses kelahiran normal, sehingga secara tidak langsung bakteri
dan komponennya berperan dalam lamanya masa kehamilan.
Beberapa studi yang mengevaluasi hubungan antara periodon-
titis dengan PLBW.
Studi mengenai periodontitis sebagai faktor risiko PLBW bertujuan
mengevaluasi penyakit periodontal sebagai faktor risiko PLBW.
Studi ini melibatkan 48 ibu, 20 ibu mengalami persalinan prema-
tur dengan bayi BBLR. Seluruh partisipan menjalani pemeriksaan
periodontal yaitu pemeriksaan kedalaman periodontal pocket,
penghitungan skor indeks gingiva Loc dan Sillness, dan analisa foto
panoramik. Informasi faktor risiko lainnya yang dapat menyebab-
kan PLBW didapat dari dokter keluarga.
Hasil: Periodontitis (Odd Ratio [OR] 3,6; 95% Confidence Interval
[CI] 1,06-12,18) bersama dengan vaginosis bakterial (OR 11,57;
95% CI 1,26-105,7) merupakan faktor risiko independen terhadap
PLBW. Usia ibu, merokok, dan tinggi badan ibu bukan faktor risiko
yang signifikan terhadap PLBW.
Kesimpulan: ibu dengan status kesehatan periodontal yang
buruk merupakan faktor risiko potensial terhadap PLBW.
Studi meta analisis PLBW dan status periodontal ibu bertujuan
menilai efek penyakit periodontal ibu terhadap persalinan preterm
dan/atau bayi dengan BBLR. Review meta analisis dilakukan ter-
hadap 5 database medik (MEDLINE, EMBASE, LILACS, BIOSIS
and PASCAL) mengenai studi observasional pada manusia yang
menghubungkan persalinan preterm dan/atau bayi dengan BBLR
dan penyakit periodontal ibu; juga mengikuti MOOSE guide line
untuk meta analisis terhadap studi observasional.
Hasilnya: Menemukan 17 artikel yang sesuai dengan kriteria
inklusi; mencakup 7151 wanita, 1056 wanita mengalami persalinan
preterm dan/atau bayi dengan BBLR. OR secara keseluruhan
adalah 2,83 (95% CI 1,95-4,10; p< 0,0001).
Kesimpulan: terdapat hubungan antara penyakit periodontal
ibu dengan persalinan preterm dan/atau bayi dengan BBLR, namun
perlu diteliti lebih lanjut menggunakan large, well-designed, multi-
center trials.
Studi mengenai peningkatan risiko persalinan prematur dan BBLR
pada wanita dengan penyakit periodontal; bertujuan untuk
mengetahui apakah perawatan kesehatan periodontal ibu setelah
masa kehamilan 28 minggu dapat menurunkan risiko PLBW;
Melibatkan 639 wanita, 406 wanita menderita gingivitis dan di-
terapi sebelum masa kehamilan 28 minggu, dan 233 wanita
menderita penyakit periodontal dan diterapi setelah persalinan.
Informasi mengenai kehamilan saat ini dan sebelumnya serta
faktor risiko yang diketahui didapatkan dari rekam medik pasien.
Parameter yang dinilai : persalinan sebelum masa kehamilan 37
minggu atau bayi yang dilahirkan dengan berat badan < 2500 g.
Hasil: Insiden PLBW adalah 2,5% pada wanita dengan status
kesehatan periodontal normal, dan 8,6% pada wanita dengan
penyakit periodontal (p=0,0004; risiko relatif =3,5; 95% CI 1,7-7,3).
Faktor risiko yang berhubungan secara signifikan dengan PLBW
adalah riwayat PLBW sebelumnya, penyakit periodontal, ANC < 6
kali, dan berat badan ibu yang rendah.
Kesimpulan: penyakit periodontal berhubungan dengan kelahiran
prematur dan BBLR; penyakit periodontal tidak terkait dengan
faktor risiko lain. (VKS)
Referensi :
1. Marakoglu I et al. Periodontitis as a Risk Factor for Preterm Low Birth Weight. In : Yonsei Med J. 2008;
49 (2) : 200-3. Available from : www.eymj.org/2008/pdf/04200.pdf
2. Vergnes JN, Sixou M. Preterm low birth weight and maternal periodontal status: a meta-analysis. In: Am J Obstet
Gynecol. 2007; 196 (2) : 135e1-7. Available from : www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17306654
3. Lopez NJ et al. Higher Risk of Preterm Birth and Low Birth Weight in Women with Periodontal Disease.
In
:
J Dent Res. 2002; 81 (1) : 58-63. Available from : jdr.iadrjournals.org/cgi/reprint/81/1/58.pdf
Bayi prematur yang lahir dengan berat badan rendah (PLBW) merupakan salah satu masalah
kesehatan masyarakat yang utama baik pada negara maju maupun negara berkembang. Kelainan-
kelainan yang terkait dengan masa kehamilan yang lebih pendek dan PLBW merupakan penyebab
utama kematian pada bayi.
Periodontitis dan Kelahiran Prematur
Periodontitis dan Kelahiran Prematur
dengan Berat Badan Lahir Rendah
dengan Berat Badan Lahir Rendah
Periodontitis dan Kelahiran Prematur
dengan Berat Badan Lahir Rendah
1.
2.
3.
IKLAN 10
Biogaia