background image
HASIL PENELITIAN
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
95
PEMBAHASAN
Antara kelompok I dengan kelompok II didapatkan p: 0,000
(p<0,05); dengan demikian terdapat perbedaan bermakna rerata
kadar kolesterol total darah tikus putih (60 mg/dL vs. 134,83 mg/dL).
Artinya pemberian kuning telur meningkatkan kadar kolesterol
total darah secara signifikan. Hasil tersebut mendukung pernyataan
bahwa kuning telur merupakan salah satu sumber kolesterol yang
tinggi; satu kuning telur mengandung 220-250 mg kolesterol
(4)
.
Kuning telur juga mengandung lemak jenuh yang sangat signifikan
dapat meningkatkan kolesterol darah
(5)
.
Antara Kelompok II dengan Kelompok III didapatkan p: 0,000
(p<0,05) dengan demikian terdapat perbedaan bermakna rerata
kadar kolesterol total darah tikus ( 134,83 mg/dL vs. 75,5 mg/dL).
Hal ini menunjukkan bahwa pemberian angkak dosis rendah
dapat menurunkan kadar kolesterol total darah tikus putih secara
bermakna. Efek hipokolesterolemik angkak juga ditegaskan dengan
perbandingan antara kelompok II dengan kelompok IV - p: 0,000
(p<0,05) ; rerata kadar kolesterol total kelompok IV 59,71
mg/dL. dan makin jelas pada perbandingan kelompok II dengan
kelompok V nilai p: 0,000 (p<0,05) dan rerata kadar kolesterol
total darah tikus putih kelompok V 39,71 mg/dL. Penurunan kadar
kolesterol total darah tersebut disebabkan oleh komponen bioaktif
dalam angkak yaitu monakolin K, phytosterol, PUFA, serat dan
niasin yang mampu menurunkan lipid serum
(6)
.
Antara kelompok I dengan kelompok V didapatkan p: 0,000
(p<0,05); dengan demikian terdapat perbedaan bermakna kadar
kolesterol total darah tikus putih (kelompok I 60 mg/dL vs.
kelompok V 39,71 mg/dL). Hal ini menunjukkan bahwa angkak
dosis tinggi dapat menurunkan kadar kolesterol total darah tikus
putih jauh di bawah normal, mencapai hipokolesterolemi. Namun
kadar kolesterol yang terlalu rendah tidak dianjurkan sebab
merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan tubuh di
samping zat gizi lain, seperti karbohidrat, protein, vitamin dan
mineral. Kolesterol merupakan sumber energi yang memberikan
kalori paling tinggi dan sangat dibutuhkan tubuh, terutama untuk
membentuk dinding sel. Kolesterol juga berguna untuk pembentu-
kan asam empedu, hormon-hormon steroid dan vitamin D
(7)
.
SIMPULAN DAN SARAN
Pemberian angkak dosis 54 mg/kgbb./hari,108 mg/kg BB/hari,
216 mg/kg BB/hari dapat menurunkan kadar kolesterol total darah
tikus putih (Rattus norvegicus) secara bermakna. Hasil optimal
penurunan kadar kolesterol total darah dicapai pada dosis 108
mg/kgbb./hari.
Selanjutnya, sebaiknya diteliti lebih lanjut pengaruh pemberian
angkak terhadap kadar kolesterol total darah hewan percobaan
lain. Selain itu, jumlah sampel yang digunakan lebih besar agar
simpulan dapat digeneralisasikan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Ardiansyah. Minum Angkak Menurunkan Lemak dan Tekanan Darah. http://www.kompas.com/kesehatan/news/0511/28/101940.htm 2005.
2. Tisnadjaja D. Bebas Kolesterol dan Demam Berdarah dengan Angkak. Jakarta. Penebar Swadaya. 2006.hal: 5-55.
3. Arief TQ. Muchammad. Rancangan Eksperimental Laboratorik. Dalam Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Klaten. Perhimpunan Pemandirian Masyarakat Indonesia. 2003. hal: 97-108.
4. Maulana MI. Diet Kolesterol. http://www.mail archive.com/sma1bks@yahoogroups.com/msg01113.html
5. Razak RA. Artikel MPOC. Kolesterol Berlebihan Risiko Sakit Jantung. http://www.bharian.com.my/m/BHarian/Saturday/BeritaSawit/20060902120309/Article/pp_index_html 2007.
6. Sharpe E. Red Yeast Rice. 2001. http://www.delano.com/ReferenceArticles/Red-Yeast-Rice-Sharpe.html
7. Harmanto N. Mengusir Kolesterol dengan Mahkota Dewa. http://ningharmanto.com/bukumade/seri06.htm. 2007.
cdk.redaksi@ya
h
oo.co.i
d