background image
Cermin Dunia Kedokteran No.58 1989
58
ABSTRAK
PENYEBAB KATARAK
Meskipun katarak urnum dijumpai, terutama pada lanjut usia, penyebabnya
belum diketahui dengan pasti. Berbagai faktor fisik, mekanik maupun kimia diduga
berperan dalam menimbulkan kerusakan lensa.
Kerusakan-kerusakan kecil berulang pada kapsul, epitel atau serabut-serabut lensa
dapat mengeruhkan permukaan. Selain itu tingginya prevalensi katarak pada penderita
diabetes melitus diduga disebabkan oleh penimbunan galaktitol yang menaikkan
tekanan osmotik lensa. Faktor lain yang tak kalah pentingnya ialah peranan radiasi
elektromagnetik; radiasi itu diduga mempengaruhi proses oksidasi oleh free radical
scavengers yang menghasilkan agregasi protein. Meskipun demikian, penelitian di
India menunjukkan bahwa prevalensi katarak lebih tinggi justru di daerah Punjab
yang lebih berawan daripada di daerah Himalaya. Penelitian di Chesapeake Bay me-
nunjukkan kemungkinan peranan radiasi ultraviolet B (295--320 nm) dalam pem-
bentukan katarak kortikal. Sedangkan penelitian di Madhya Pradesh dan Oxford
menunjukkan bahwa diare juga dapat merupakan faktor risiko timbulnya katarak,
mungkin melalui mekanisme peningkatan ureum darah yang meninggikan tekanan
osmotik.
BMJ 1989; 289 : 1470--1
Hk
PEMERIKSAAN RADIOLOGIK PADA TRAUMA KAKI
Penelitian yang dilakukan atas 100 penderita trauma kaki menunjukkan bahwa
pemeriksaan radiologik dan interpretasinya tidak mempengaruhi metode pengobatan
yang dilakukan.
Kesalahan interpretasi terjadi pada 13 kasus; walaupun demikian di antara 34
penderita dengan fraktur, hanya 2 kasus penanganannya dipengaruhi/ditentukan oleh hasil
radiologik; dari tanpa pengobatan menjadi diobati. Sedangkan pada 66 kasus
yang radiologis normal, hanya 2 kasus yang mengambil manfaat dari pemeriksaan
tersebut karena sebelumnya ditangani sebagai kasus fraktur.
BMJ 1989; 289: 1491--2
Hk
BERHENTI MEROKOK DENGAN 'NICOTINE PATCH'
Suatu produk seperti koyo yang mengandung zat aktif nikotin (nicotine patch)
dengan merek dagang ELAN akan segera dipasarkan secara internasional, menyusul
pemasaran. yang sukses di Amerika Serikat oleh Parke Davis pada tahun 1988. Koyo
nikotin ini merupakan produk canggih yang menggunakan konsep new drug delivery
system yang memungkinkan absorpsi nikotin secara transdermal. Produk ini hanya
dapat diberikan dengan resep dokter untuk para perokok berat yang hendak berhenti
merokok.
Setiap koyo nikotin dapat melepaskan nikotin untuk selanjutnya diabsorpsi
masuk ke dalam sirkulasi sistemik dan mampu mempertahankan kadar nikotin dalam
plasma yang sebanding dengan cara merokok sigaret yang normal.
Dalam usaha berhenti merokok, pemakaian selama 6 minggu terus menerus pada
umumnya memberikan hasil yang memuskan bagi perokok untuk berhenti merokok.
Pemakaian koyo nikotin sangat praktis, mudah digunakan dengan tanpa efek samping
pada saluran cerna yang sering muncul pada pemakaian per oral seperti chewing
gum nicotine. Produk baru ini merupakan kabar baik bagi perokok berat dalam usaha untuk
berhenti merokok.
IMS Market Letter Dec..12,1988
VSR
background image
Cermin Dunia Kedokteran No. 58 1989 59
ABSTRAK
PENGANGGURAN DI KALANGAN DOKTER
Pertemuan para dokter Eropa di Strassbousg baru-baru ini menyimpulkan bahwa
saat ini Eropa mulai menghadapi problema kelebihan dokter.
Di seluruh Eropa saat ini terdapat kira-kira 282 dokter untuk setiap 100.000 pen-
duduk.
MG Vincente dari Fakultas Kedokteran Strassbourg mengatakan bahwa terdapat
kira-kira 30.000 dokter yang menganggur/setengah menganggur di Spanyol, sedangkan
di Jerman Barat sebanyak 15.000 sampai 20.000; di Perancis lebih dari 10.000; di
Junani 5000; di Inggris 1000, sedangkan di Denmark dan Belanda masing-masing 300
orang.
Kebanyakan di antara dokter yang menganggur/setengah menganggur tersebut adalah
wanita dan mereka yang tidak melanjutkan pendidikan.
BMJ 1988; 197 : 1080
Hk
DEMENSIA
Pada analisis postmortem yang dilakukan atas 100 penderita yang meninggal
selama perawatan psikiatrik, ditemukan perubahan-perubahan yang karakteristik
untuk penyakit Alzheimer pada 63,4% penderita demensia senilis, pada 60% penderita
demensia aterosklerotik dan pada 30% penderita psikiatrik lain (skizofrenik, manik-
depresif dan lain-lain).
Dan Med Bull 1988; 35 (3) : 288
.
90
Brw
POLA PENULISAN RESEP DI ASIA TENGGARA
Menurut survei yang dilakukan baru-baru ini oleh Frank Small & Associates
mengenai pola penulisan resep oleh para dokter di Asia Tenggara, diperoleh hasil
yang cukup menarik mengenai jumlah obat yang diresepkan dalam 1 lembar resep.
Menurut survei ini hanya 2% dokter di kawasan ini yang menulis hanya 1 macam
obat per lembar resep, 17% menulis 2 macam obat, 38% menulis 3 macam obat, 15%
menulis 4 macam obat, dan 28% menulis lima atau 6 macam obat.
Hasil yang cukup menarik dari penelitian ini adalah 51% dokter di Malaysia
menulis 3 macam obat per lembar resep, sedangkan di Indonesia 48%, dan Muangthai
43%. Di Taiwan 48% dokter menulis 5 atau lebih obat per lembar resep.
S c r i p 1988; 1351
VSR
PENGGUNAAN BENZODIAZEPIN
Lima obat golongan benzodiazepin yang paling l iyak diresepkan di Inggris
selama tahun 1987 ialah : (dalam ribuan)
1)
Temazepam
7.752
2)
Nitrazepam 5.227
3)
Diazepam 5.078
4)
Lorazepam 2.902
5)
Triazolam 2.226
Scrip 1989; 1 4 1 0 : 5
Brw