Cermin Dunia Kedokteran No. 58 1989 55
Informasi Obat
Divoltar
®
Tablet
Komposisi
Tiap tablet mengandung :
NatriumDiklofenak .............................. 25 mg atau 50 mg
Farmakologi
Divoltar
®
adalah obat antiinflamasi nonsteroid dengan
struktur kimia yang baru (suatu derivat asam asetat). Obat ini
mempunyai sifat antiinflamasi, analgesik dan antipiretik yang
kuat. Seperti obat-obat antiinflamasi nonsteroid lainnya,
Divoltar
®
merupakan penghambat prostaglandin sintetase.
Sebagai tablet bersalut enterik, Divoltar
®
hancur dan me-
larut langsung dalam usus halus, dimana diklofenali diabsorpsi
dengan cepat. Dengan demikian iritasi lambung dikurangi.
Diklofenak mengalami metabolisme lintasan pertama dalam
hati. Kadar puncak dalam plasma dicapai setelah 1 -- 4 jam.
Obat ini 99.7% terikat pada protein plasma dan waktu paruh
eliminasinya 1 -- 2 jam. Diklofenak dimetabolisme hampir
sempurna dalam hati; ekskresi obat yang utuh melalui ginjal
kurang dari 1%.
Indikasi
1)
Penyakit reumatik inflamatoar dan degeneratif : artritis
reumatoid, termasuk bentuk juvenil; ankilosing spondilitis;
osteoartritis; dan penyakit pirai akut.
2)
Kelainan muskulo-skeletal akut : periartritis
,
tendinitis,
tenosinovitis, bursitis, salah urat, dan dislokasi.
3)
Menghilangkan/mengurangi rasa nyeri dan inflamasi non-
reumatik.
Kontraindikasi
1)
Ulkus peptikum atau perdarahan saluran cerna.
2)
Hipersensitivitas terhadap diklofenak.
3)
Penderita asma yang mengalami serangan asma, urtikaria,
atau rinitis akut bila mendapat aspirin atau obat-obat anti-
inflamasi nonsteroid
Peringatan & Perhatian
1)
Gunakan dengan hati-hati pada :
·
penderita dengan gangguan saluran cerna atau dengan
riwayat ulkus peptikum.
·
penderita dengan insufisiensi hati, jantung atau ginjal
yang parah.
·
penderita usia lanjut (lebih mudah mengalami efek samping
obat-obat antiinflamasi nonsteroid).
2)
Penderita yang mendapat pengobatan jangka panjang
dengan Divoltar
®
seperti halnya dengan obat-obat anti-
inflamasi nonsteroid lainnya, harus dimonitor sebagai tindak-
an berjaga-jaga (mis. fungsi ginjal, hati dan hitung darah).
3)
Divoltar
®
tidak boleh diberikan selama kehamilan kecuali
bila mutlak diperlukan.
4)
Divoltar
®
dapat meningkatkan kadar plasma lithium atau
digoksin.
Efek samping
Pada awal pengobatan, dapat terjadi nyeri epigastrium,
sendawa, mual dan diare, nyeri kepala atau pusing. Efek
samping ini biasanya ringan. Reaksi kulit, retensi cairan dan
peningkatan serum transaminase kadang-kadang terjadi.
Ulserasi dan perdarahan saluran cerna, ikterus, hepatitis.
gagal ginjal dan sindroma nefrotik juga terjadi. Bila ini
terjadi, Divoltar
®
harus dihentikan. Leukopenia, trombo-
sitopenia, dan anemia aplastik dapat juga terjadi, tetapi sangat
jarang.
Dosis & Cara pemberian
Dewasa:
Dosis awal 75 -- 150 mg sehari, dibagi dalam 2 -- 3 dosis.
Untuk terapi jangka panjang, dosis biasanya 75 -- 100 mg se-
hari.
Anak 1 tahun atau lebih:
1 -- 3 mg/kg bb. sehari, dibagi dalam 2 -- 3 dosis.
Tablet harus ditelan seluruhnya sewaktu makan atau setelah
makan.
Kemasan
Tablet 25 mg : Dos isi 5 strip x 10 tablet/strip. Reg. No. DKL.
8811606917 Al.
Tablet 50 mg : Dos isi 5 strip x 10 tablet/strip. Reg. No. DKL.
8811606917 B1.
Simpan ditempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.
Hanya dengan resep dokter.
VSR