Cermin Dunia Kedokteran No. 58 1989 21
Pengaruh Biji Klabet
(Trigonella foenum-graecum Linn)
terhadap Kadar Gula Darah
Lucie Widowati, B. Dzulkarnain
Pu
sat
Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan
Pen
elitian dan Pengembangan Kesehatan,
Departemen Kesehatan R.I.,
Jakarta
PENDAHULUAN
Trigonella foenum-graecum Linn. (fenugrek) di Indonesia
dikenal dengan nama klabet, banyak digunakan sebagai obat
tradisional. Tanaman ini pertama kali ditemukan di wilayah
Mediteran dan banyak dikultivasi di Afrika Utara dan India.
Di India, varietas kerdil ditanam untuk bumbu dapur, dan
yang tumbuh tinggi digunakan sebagai makanan. Bijinya ber-
warna kuning dan rasanya pahit.
Kegunaan biji klabet ialah untuk meringankan sakit ginjal,
gangguan usus, aprodisiaka, demam dan rematik
l
. Biji klabet
ini juga digunakan sebagai anti diabetes
2
. Sehubungan dengan
kegunaan sebagai anti diabetes, akan diuraikan beberapa
informasi. Tidak kalah pentingnya adalah sebagai hipokoles-
terolemik, hipoglikemik, dan hipolipidemik yang juga akan
dibentangkan.
Diabetes melitus disebabkan oleh turunnya pengeluaran
insulin dari sel pankreas. Komplikasi pada pembuluh darah
kecil yang terlibat spesifik untuk diabetes. Hiperlipidemia
juga merupakan masalah besar, karena diperkirakan kenaikan
kadar lemak pada penderita diabetes kira-kira 40--90%.
Akibatnya pasien diabetes mengalami kenaikan kematian 2--3
kali lipat akibat kelainan jantung bila dibandingkan psien
nondiabetes. Usaha pencegahan ialah dengan menurunkan
kadar kolesterol dan kadar trigliserida serum. Penanganan
diabetes dapat dengan pengaturan diet, diet dan penggunaan
obat antidiabetik oral atau diet dengan satu atau lebih injeksi
insulin tiap hari. Dengan cara ini, komplikasi mikrovaskular
(arteriosklerosis, hipertensi) tidak dapat dicegah karena insulin
dilaporkan menaikkan sintesa kolesterol dan sekresi VLDL.
Studi epidemiologi memperlihatkan diabetes lebih
rendah pada populasi yang banyak mengkonsumsi makanan
berserat daripada populasi orang barat yang makanannya
rendah serat. Penderita diabetes melitus mungkin mendapat
manfaat dengan menambah jumlah makanan yang berserat.
KANDUNGAN
Klabet mengandung serat mucilago dan serat total ber-
turut-turut sebesar 20% dan 50%. Dalam biji klabet terdapat
berbagai macam senyawa kimia, yaitu lendir, protein, saponin,
alkoloid, flavonoid dan steroid. Ternyata kandungan biji
klabet yang mempunyai aktivitas hipoglikemik ialah alkaloid.
Salah satu alkaloid yang terkandung ialah trigonelin, yang
diketahui mempunyai efek terhadap glukosuria. Mulyono
MW.
3
menyatakan adanya alkaloid yang dapat larut air dalam
biji klabet, yang diduga suatu alkaloid pirimidin. Selain itu,
Wahjo Dyatmiko dkk
2
telah melakukan isolasi diosgenin
dari biji klabet, yang merupakan bahan baku utama dalam
produksi hormon steroid yang banyak dipakai dalam program
Keluarga Berencana.
KHASIAT BIJI KLABET UNTUK DIABETES MELITUS
Aktivitas menurunkan kolesterol darah (hipokolesterolemik)
Jika tikus diberi makanan yang menaikkan kadar koles-
terol darah, kemudian diobati dengan biji klabet 60, 30 dan
15%, kenaikan kadar kolesterol serum dapat dicegah. Kadar
LDL dan VLDL kolesterol turun, sedangkan kadar HDL
kolesterol dan trigliserida tidak dipengaruhi. Perbandingan
kolesterol HDL terhadap kolesterol total naik secara berarti.
Jadi biji klabet berefek menurunkan kolesterol hanya untuk
kolesterol eksogen tapi tidak untuk kolesterol endogen (lihat
tabel).
Tabel 1. Lemak serum pada grup tikus kontrol dan grup tikus yang
diberi makanan biji klabet.
Lemak serum (mg/ml)
Kolesterol
total
HDL
kolesterol
LDL
kolesterol
Trigliserida
Kontrol
Klabet
242±3
105±4·
52±6
62±5
259±32
43±4·
63±5
60±3,7
* P <0,001 Dikutip dari (4).
Di antara beberapa komponen klabet yang diuji untuk me-
lihat efek hipokolesterolemik, hanya komponen serat dan
Cermin Dunia Kedokteran No.58 1989
22
saponin dari biji yang menunjukkan aktivitas menurunkan
kolesterol.
Klabet membawa efek hipokolesterolemik melalui naiknya
eksresi asam empedu feses dan sterol netral; dan menipisnya
kolesterol yang disimpan di dalam hati juga terlihat. Myrise,
ilmuwan di Central Food Technological Research Institute
(CFTRI), memperlihatkan bahwa diet klabet merangsang
pembentukan empedu dalam hati dan juga merubah kolesterol
menjadi garam empedu. Menurut pengamatan ilmuwan pada
NIN (National Institute of Nutrition) di Hyderabad, khasiat
klabet sudah diteliti juga oleh ilmuwan-ilmuwan lain di dunia.
Perlu dikemukakan bahwa aktivitas hipokolesterolemik dari
klabet lebih tinggi dari yang ditunjukkan oleh leguminosa yang
lain seperti kacang kedelai. Perubahan kadar lipid yang terjadi
akibat pemberian klabet merupakan mekanisme perlindungan
terhadap tumbuhnya penyakit aterosklerosis dan penyakit
jantung koroner.
Efek menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik) biji klabet
Efek menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik) biji
klabet (25 g) dan daunnya (150 g) telah diuji pada orang
normal. Biji klabet utuh, biji klabet yang sudah dihilangkan
lemaknya, getah yang diisolasi dari biji klabet, biji klabet yang
dimasak dan daun klabet yang dimasak diberikan pada orang
sehat, efeknya ialah mencegah munculnya kenaikan glukosa
plasma sesudah pemberian dosis tunggal (100 g).Efek tertinggi
terlihat setelah pemberian biji, diikuti kemudian oleh isolat
getah, ekstrak biji dan biji yang dimasak. Daun klabet tidak
mempunyai efek ini.
Aktivitas menurunkan glukosa darah klabet ialah karena
getahnya masih terdapat dalam biji, yang tidak hilang waktu
proses pemasakan.
Efek menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik) dan me-
nurunkan kadar lemak darah (hipolipidemik) dari biji klabet
pada pasien diabetes
Jika biji klabet (25 g) diberikan pada pasien diabetes selama
21 hari, terlihat perubahan kadar glukosa plasma yang berarti.
Gejala seperti keluarnya urine di atas normal (poliuri), rasa
haus yang sangat (polidipsi) dan rasa lapar yang terus menerus
(polifagi) dapat dihambat. Lebih jauh, dua orang penderita
diabetes yang bergantung pada insulin, dapat memperbaiki
profil glukosa plasmanya dengan pemberian 25 g tepung biji
klabet tiap hari, demikian juga profil glikosurinya. Kebutuhan
insulin berkurang dari 56 unit/hari menjadi 20 unit/hari se-
telah 8 minggu perlakuan.
Dalam percobaan metabolit, diet terawasi diberikan 10 hari
kepada pasien diabetes yang tidak bergantung pada insulin.
100 g klabet diberikan dalam dua dosis terpisah bersama
makan siang dan makan malam untuk 10 hari berikutnya.
Pengujian terhadap darah dan urin diulangi sesudah memberi-
kan klabet dengan cara ini selama 10 hari lagi. Glukosa darah
puasa berkurang sesudah pemberian klabet. Pengeluaran
glukosa urin 24 jam, kolesterol serum dan kadar trigliserida
juga terlihat menurun cukup banyak (lihat gb. 1 dan gb. 2).
Gejala klinis diabetes melitus yang tampak dapat dihambat.
Dua orang pasien mengeluh terjadi pembentukan gas berlebih,
tetapi menghilang sesudah beberapa hari tanpa pengobatan.
Penggunaan terapi klabet
Terapi menggunakan biji klabet mulai 25 g yang dibagi
Gambar 1. Efek klabet terhadap kadar glukosa darah pada pasien
diabetes.
Gambar 2. Efek klabet terhadap ekskresi gula min 24 jam pada pasien
diabetes.
dalam 2 dosis, masing-masing 12,5 g (± 1 sendok makan) ber-
sama makan siang dan makan malam. Bentuknya bergantung
selera, dapat dicampurkan sebagai sayur, asinan atau minuman.
Biji klabet hanya bisa berguna sebagai terapi penunjang dan pe-
ngobatan dengan antidiabetes tetap diteruskan. Terlihat pe-
nurunan kebutuhan obat antidiabetes selama penggunaan
klabet.
KESIMPULAN
Biji klabet berkhasiat sebagai penahan reaksi hiperglikemik
pada orang yang normal dan pasien diabetes. Glukosa darah
dalam keadaan puasa, pengeluaran gula melalui urin 24 jam,
kadar kolesterol serum dan kadar trigliserida pada pasien
diabetes menurun secara berarti. Gejala klinis seperti poliuri,
polifagi dan polidipsi yang terlihat pada pasien diabetes,
dapat dihambat.
Biji klabet mengandung berbagai senyawa kimia, yaitu
lendir, protein, saponin, alkaloid, flavonoid dan steroid. Di-
duga kandungan alkaloid dalam biji yang mempunyai aktivitas
hipoglikemik. Pada biji klabet inipun terkandung suatu steroid
diosgenin yang banyak digunakan untuk Keluarga Berencana.
Karena biji klabet seperti kacang-kacangan juga merupakan
Cermin Dunia Kedokteran No. 58 1989 23
sumber protein, maka ia bisa menggantikan kacang-kacangan
pada diet pasien diabetes.
KEPUSTAKAAN
1.
Perry M. Medical plants of East and South East Asia, Cambridge,
Massachusetts and London: MIT Press, 1980.
2.
Wahjo Dyatmiko et al. Isolasi diosgenin dari biji klabet (foenigraeci
semen), Risalah Simposium Penelitian Tumbuhan Obat II, Institut
Pertanian Bogor, 1980.
3.
Mulyono MW, Titi Wirahardja. Alkaloid larut air dari biji halba
(Trigonella foenumgraecum Linn.). Simposium Penelitian Tum-
buhan Obat V, Universitas Airlangga, Surabaya, 1986.
4.
Sharma RD. Hypocholesterolaemic activity of Fenugreek (Tri-
gonella foenum-graecum). An experimental study in rats. Nutr
Rep Int. 1984; 30 : 221.
5.
S. Sharma RD. Diabetes Mellitus and fenugreek seeds, Nutrition News
1987; 8 (3).
6.
Lewis WM, Lewis EM. Medical Botany: Plants affecting man's
health, New York, Wiley - Interscience Publication, 1977.