background image
Cermin Dunia Kedokteran No. 52, 1988
52
Gambaran Karies Gigi Di Rumah
Sakit Tugu Ibu Daerah Cimanggis
Drg Yuyus Rusiawati
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan R.I, Jakarta
PENDAHULUAN
Kesehatan gigi anak memegang peranan pada pertumbuh-
an dan kesehatan anak. Dalam rangka meningkatkan kesehatan
anak, Pemerintah melalui Departemen Kesehatan menyeleng-
garakan berbagai program antara lain Usaha Kesehatan Gigi
Sekolah. (UKGS). Salah satu tujuan UKGS adalah melakukan
tindakan pencegahan terhadap penyakit gigi seperti karies
gigi, anomali gigi, dan lain-lain. Agar kegiatan-kegiatan ter-
sebut dapat direncanakan dengan sebaik-baiknya, perlu ber-
bagai informasi dari penelitian.
Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari penyakit
gigi pada anak-anak golongan usia sekolah yang mengunjungi
poliklinik gigi di salah satu daerah di Kabupaten Bogor.
BAHAN DAN CARA
Penelitian dilakukan terhadap anak usia 4­18 tahun
,
yang tinggal di daerah Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan
.
Cimanggis. Sejumlah 160 anak, terdiri dari 87 anak wanita
dan 73 anak laki-laki yang datang berobat ke Poll Gigi Rumah
Saint Tugu Ibu, diperiksa keadaan gigi dan mulutnya. Pe-
meriksaan dilakukan dengan kaca mulut dan sonde kemudian
dicatat jumlah gigi yang berlubang, gigi yang dicabut, gigi
yang ditambal, anomali dentofasial dan kebersihan mulut.
Data status penderita dicatat pada formulir perawatan ke-
sehatan gigi dari UKGS. Anak-anak dikelompokkan menjadi
lima yaitu : kelompok usia 4­6 tahun, 7-8 tahun, 9­10 ta-
hun, 11­12 tahun dan 13­18 tahun.
1
Kemudian diadakan pe-
meriksaan dan pencatatan keadaan gigi untuk setiap anak
yang datang berobat.
HASIL
Dari pemeriksaan diketemukan penyakit gigi seperti
pada Tabel 1, 2 dan 3. Keluhan utama dari anakpanak yang
datang berobat ialah karena gigi berlubang- yang telah ber-
lanjut menjadi infeksi dan abses. Terjadinya karies pada
anak laki-laki, (mean Decayed Missing Filling Teeth ­ DMFT
Tabel 1. Macam penyakit gigi anak-anak yang berobat di Poli Gigi
Rumah Sakit Tugu Ibu, Maret ­ September 1987.
Jenis N
Prevalensi
(%)
Karies dentis
137
85,6%
Tetracycline-stained teeth
2
1,2%
Anomali dento-fasial
6
3,7%
Pada tabel 1 dapat dilihat anak-anak yang datang berobat mem-
punyai prevalensi karies 85,6%. Pada anak wanita prevalensi 84,5%
lebih kecil dibandingkan dengan anak laki-laki 86,2%. Tetracycline
stained teeth terdapat pads 2 anak (1,2%) dan :anomali dento-fasial
terdapat pada 6 anak (3,7%).
Tabel 2. Karies pada anak-anak yang berobat di Rumah Sakit Tugu
Ibu, Maret ­ September 1987 berdasarkan kelompok umur.
Kelompok umur
N
Mean DMFT
4­6 65
2,7
7­8 50
3,2
9­10 18
3,4
11­12 13
2,1
13­18 14
2,8
Pada tabel ini terlihat pada anak usia 11­12 tahun terdapat karies
pada gigi mulai permanen pertama 61,5%, dan perawatan anomali
dento fasial banyak dilakukan pada usia 9­10 tahun.
sebesar 3,2), dibandingkan dengan anak wanita (mean DMFT
-2,3), tidak jauh berbeda. Pada kelompok 7­8 tahun terjadi-
nya karies pada gigi molar permanen pertama lebih banyak. ter-
dapat di rahang bawah. Mean DMFT pada rahang bawah
adalah 0,2, sedangkan pada gigi molar permanen pertama
rahang atas Mean DMFT adalah 0,04. Pada kelompok usia
background image
Cermin Dunia Kedokteran No. 52, 1988 53
Tabel 3. Karies pads anak-anak yang berobat di Rumah Sakit Tugu Ibu,
Maret -- September 1987 berdasarkan pendidikan.
Pendidikan N Mean DMFT
TK 26
2,5
SD 117
3,05
SMP 10
2
SMA 7
1,8
Pada tabel ini terlihat Mean DMFT pada TK, SD, SMP dan SMA
berkisar 1,8 -- 3,05.
9--10 tahun terdapat 6 anak dari 18 anak yang datang ber-
obat dengan perawatan anomali dento-fasial sampai selesai.
Karies pada molar permanen pertama pada rahang atas mean
DMFT-nya 0,05, sedangkan pada gigi molar permanen per-
tama pada rahang bawah mean DMFT-nya 1,7. Pada ke-
lompok umu.r 11--12 tahun rata-rata terjadinya karies mean
DMFT 2,3 pada gigi molar permanen pertama.
DISKUSI
Hasil survai kesehatan gigi pada 623 anak sekolah dasar
UKGS di Jawa Tengah pada tahun 1985--1986 oleh Kristanti
dkk, di tiga daerah Cilacap menemukan mean DMFT 4,06;
daerah Magelang (490 anak) mean DMFT 3,09 dan daerah Pati
(647 anak) mean DMFT 3,15. Bila kita lihat pengalaman
karies pada anak-anak SD kelas V dan VI di tiga daerah ter-
sebut, tidak berbeda/tidak bermakna bila dibandingkan dengan
anak SD kelas V dan VI di daerah Cimanggis. Anak SD kelas
V dan VI di Cimanggis telah mengikuti program UKGS sejak
SD kelas I dengan melakukan Dental Health Education, pe-
rawatan secara preventif dan kuratif.
Survai Kesehatan Gigi pada SD UKGS di tiga tahap di
wilayah Jakarta Utara oleh Lelyanti Setiadi dkk tahun 1984-
1985 menemukan prevalensi karies berkisar antara 70--90%
dan DMFT rata-rata berkisar antara 1--4 pada kelas II dan
VI. Kita lihat pengalaman karies di daerah Cimanggis pada
anak kelas III dan VI, prevalensi karies dan DMFT tidak jauh
berbeda/tidak bermakna.
KESIMPULAN DAN SARAN
1.
Melihat besarnya angka karies gigi, usaha kuratif perlu
ditingkatkan terutama kegiatan tumpatan.
2.
Perlu adanya pembinaan yang sistematik agar kegiatan
UKGS lebih seragam dan lebih intensif, baik dari segi
kuantitas maupun kualitas.
3.
Pendayagunaan potensi guru/dokter kecil dalam program
UKGS perlu lebih dipertajam dengan petunjuk yang lebih
praktis, antara lain mengenai waktu menyikat gigi.
KEPUSTAKAAN
1.
Oral Health Surveys, Basic Methods,.2nd ed WHO Geneva: 1977;
P.8.
2.
Direktorat Kesehatan Gigi, Direktorat Jenderal Pelayanan Medik
Depkes RI 1987. Penentuan Pelaksanaan Upaya Kesehatan Gigi
Sekolah di lingkungan Sckolah Tingkat Pendidikan Dasar (STPD)
Seri Pelayanan Kesehatan Gigi Anak Usia Sekolah.
3.
Armitage P. Statistical Methods in Medical Research. Blackwell
Scientific Publications, 1971.
4.
Direktorat Kesehatan Gigi, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehat-
an Depkes RI. Penuntun Usaha Kesehatan Gigi Sekolah, 1977.
5.
Direktorat Kesehatan Gigi. Hasil Temu Karya Kesehatan Gigi dan
Mulut, Cilandak 1--3 Mei 1986.
6.
Kristanti Ch M. Dalam Survai Kesehatan Gigi pada Anak Sekolah
Dasar UKGS di Jawa Tengah 1985--1986. Badan Litbangkes.
1986; 78--9.
7.
Lelyanti Setiadi. Laporan Rutin Penelitian Survai Kesehatan Gigi
pada Sekolah Dasar UKGS Tahap I, II, III di wilayah Jakarta Utara
1984-1985. Badan Litbangkes. hal. 15.