Cermin Dunia Kedokteran No. 52, 1988
16
Protokol Limfoma Malignum
Dr. Soenarto
Laboratorium UPF THT Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/Rumah Sakit Dr Kariadi, Semarang
PENDAHULUAN
Limfoma Malignum (LM) adalah suatu jenis penyakit ke-
ganasan yang terutama menyerang sistem kelenjar getah bening
dan limpa. Kelenjar getah bening yang terkena membesar tanpa
disertai rasa nyeri dan bersifat progresif. Kelainan ini lebih banyak
ditemukan pada pria dibandingkan pada wanita, tetapi dengan
perbedaan yang tidak bermakna.
BATASAN
LM merupakan proses proliferatif jaringan limforetikuler
yang bersifat neoplastik dan dapat menyerang stem cell, limfosit
atau histiosit dalam berbagai tingkat diferensiasi.
Ada dua macam LM yang perbedaannya didasarkan atas
jalannya penyakit, yaitu :
1.
Limfoma Malignum Hodgkin (LMH)
2.
Limfoma Malignum Non Hodgkin (LMNH)
Hubungan LM dengan Leukemi
-
Adakalanya LM dapat mengalami transformasi menjadi
leukemi.
-
Pada orang dewasa diperkirakan 7,6% dan pada anak + 13%.
LOKALISASI KELAINAN
Tabel 1. Lokalisasi kelainan kedua macam LM dapat disebutkan sebagai berikut :
Lokasi LMH%
LMNH
%
Leher 68
59
Ketiak 20
11,4
Lipat paha
12
11,2
Rongga perut
-- 13
Mediastinum
-- 1,1
MAKSUD DAN TUJUAN
Telah diketahui bahwa :
1. Penanganan penyakit keganasan melibatkan berbagai disiplin
ilmu.
2.
Pengobatannya masih sulit.
3.
Kesembuhan masih sulit diramalkan, tergantung dari stadium,
sewaktu penderita datang berobat.
4.
Biaya pengelolaannya cukup tinggi.
Maka berdasarkan alasan tersebut, perlu dibuat suatu
protokol dengan maksud dan tujuan :
1.
Mempermudah penanganan dan pelayanan penderita.
2.
Adanya keseragaman dalam pengelolaan dan, pencatatan.
3.
Adanya keseragaman dalam kriteria diagnosis.
4.
Memudahkan evaluasi hasil-hasil yang telah dicapai.
5.
Dapat digunakan untuk mencapai kecermatan dan ketelitian.
6.
Dapat digunakan untuk perencanaan serta pengembangan
lebih lanjut.
7.
Memungkinkan kecermatan dan ketelitian yang lebih tinggi
dalam pendekatan tim kanker.
Tujuan lebih lanjut dari penyusunan protokol ini ialah :
1.
Ikut membantu RS Dr Kariadi dalam pemilihan pengadaan
obat-obatan yang diperlukan.
2.
Ikut membantu dan memberikan pedoman guna memudah-
kan pelaksanaan pendidikan pasca sarjana dalam menghadapi
kasus-kasus LM.
Dengan disusunnya protokol LM, tidak tertutup kemungkinan
diadakannya revisipada waktu-waktu tertentu dan disesuaikan
dengan kemajuan yang ada.
PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan LM ini mencakup hal-hal sebagai berikut :
· Seleksi penderita : setiap penderita dengan limfadenopati baik
lokal maupun menyeluruh masukdalam penanganan ini.
-
Riwayat penyakit dan pemeriksaan.
-
Riwayat penyakit secara lengkap dan khusus dengan perhatian
pada gejala sistemik.
-
Pemeriksaan fisik/jasmani secara lengkap dengan perhatian
lebih khusus pada kelenjar : cincin Waldeyer, nodes epi-
troklear, hepatomegali, splenomegali dan nyeri tulang.
-
Pemeriksaan laboratorium :
1)
Hb, jumlah lekosit, trombosit, LED, BUN, SUN, kreatin,
Cermin Dunia Kedokteran No. 52, 1988 17
asam urat, serum iron, TIBC.
2)
Faal hati : Bilirubin total, SGOT, SGPT, alkali fosfatase,
serum elektroforesis (protein, immunoglobulin).
3)
Evaluasi faal ginjal termasuk urinalisis, serum elektrolit
(Na, K, Cl, Ca, P)
4)
Biopsi.
Biopsi kelenjar yang paling dalam dan paling besar untuk
pemeriksaan histopatologik.
BMP/Biopsi sumsum tulang sebelum laparoskopik atau lapa-
rotomi. Tentang laparotomi dan laparoskopi lihat pada tabel.
Biopsi paru menurut keperluan.
5)
Pemeriksaan Radiologik :
X-foto thorax (PA, Lateral)
Limfografi kedua tungkai.
IVP
Dalam keadaan tertentu prosedur evaluasi meliputi:
-
Tomografi seluruh paru bila didapat keadaan abnormal
pada X-foto paru dan mediastinal tomografi.
-
X-foto tulang-tulang.
-
Scintigram tulang-tulang bila ada rasa nyeri tulang atau
meningkatnya alkalifofatase atau serum kalsium.
·
Evaluasi yang diperlukan guna penentuan tingkat patologik:
Eksplorasi laparotomi pada penderita low risk yang belum
dapat ditentukan secara histopatologik atau klinik secara tepat
dari penyakit ekstra limfatik. Ini meliputi :
a.
Splenektomi.
b.
Biopsi hati lobus kanan dan kiri.
c.
Biopsi para aorta atas dan bawah.
d.
Biopsi kelenjar limfe coeliaca.
e.
Oophoropexy.
f.
Biopsi tulang daerah Krista iliaka.
DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan berdasarkan :
1.
Klinis.
2.
Hasil pemeriksaan :
Laboratoris : hematology, kimia klinik dan histopatologis.
Radiologis.
Tabel 3. Pengobatan
Jenis Obat
Mg/m
2
Hari ke 1
Hari ke 8
Hari ke 14
Bebas 2
minggu
Nitrogen Mustrad
Vincristine
*
Procarbazine
Prednison
6
1,4
100
40
+
+
+
+
* Dapat diganti Vinblastin dengan dosis 6 mg/m
2
Penentuan histopatologik
·
Klasifikasi histopatologik LMH (menurut Reye 1965 atau WHO 1976).
1. Jenis Lymphocytic
Predominance (LP)
2. Jenis Nodular Sclerosis (NS)
3. Jenis Mixed Cellularity (MC)
4. Jenis Lymphocytic Depletion (LD)
·
Klasifikasi Histopatologik LMNH (modifikasi Rappaport, di kutip dari
Ackerman dan Rosai 1979 atau modifikasi WHO 1976.
1.
Nodular : Lymphocytic, well differentiated(of doubtful existence) Lympho-
cytic, poorly differentiated.
Mixed (Histiocytic Lymphocytic).
Histiocytic.
2.
Diffus : Lymphocytic, well differentiated(with or without plasmacytoid
feature).
Lymphocytic, poorly differentiated (with or without sclerosis).
Lymphoblastic (convoluted/non convoluted).
Mixed (hystiocytic lymphocytic (with or without sclerosis).
Hystiocytic (with or without sclerosis).
Undifferentiated (Non Burkitt).
Burkitt's tumor.
Mycosis Fungoides and Sezary's Syndrome.
Unclassified.
3.
Composite (combination of two or more types of lymphoma, including
Hodgkin's disease).
·
Klasifikasi menurut sel asalnya:
-
Nodular(follicular)
Lymphoma -
B.
Lympocyt
-
Chronic
Lymphocytic
Leukemia
-
B.Lymphocytic
-
Diffuse Lymphocytic Lymphoma(well or
Poorly
differentiated
-
B.
Lymphocyt
-
Lymphoblastic Lymphoma and Acute
Lymphoblastic Leukemia
-
Histiocytic
Lymphoma -
most
: B. lymphoct.
Some: Nullymphocyt
Histiocyt.
Tabel 2. Pengobatan menurut stadium dan klasifikasi histopatologik
Stadium klinik
Stadium PA
Letak bawah/ atas
diafragma
Mediastinoskopi
biopsy
Laparoskopi
biopsy
Laparotomi
biopsy
Radio-kemoterapi
IA & IIA
IIA & IIB dengan
tumor mediastinum
besar
(jarang)
IIIA
IIIB
IIIB IVA
Dan IVB
I & IIA
-
IB (jarang)
IIIA
IIIS
Atas
Bawah
Atas
Atas
Bawah
Atas
Bawah
Ya
-
-
Ya
Ya
-
Ya
Ya
-
Ya
Ya
-
Ya
Ya
-
Ya
-
Tidak
R
R
MVPPXG; bila CR
diusulkan laparotomi
dilanjutkan R atau
kemoterapi
MVPP 6X
R
MVPP CR
+ 2 courses
Catatan : - Bila ada stadium IIIB IVA dengan obstruksi intestinal, maka diadakan laparotomi dengan mengangkat semua jaringan yang terkena dan mengangkat
seluruh kelenjar limfe sampai batas-batas tertentu.
- Arti singkatan R : radioterapi P : Procarbazine V
:
Vincristine
(O
oncovin)
M : Nitrogen Mustrad CR : Clinical remission P : Prednison
Cermin Dunia Kedokteran No. 52, 1988
18
Ha
Hari ke 14 diulang (interval 7 hari)
* Luce JK, Gambel et al, Cancer 1981;28, 2, 306 17
** Bila sumsum tulang terganggu dosis 400 mg/m
2
- Burkitt's lymphoma
-- B. lymphocyt.
- Malignant histiocytosis
-- Histiocyt.
- Hairy cell leukemia (leukemic reticuloendo-
-- Debated, specific type
theliosis)
limphoid cell).
- Mycosis Fungoides and Sezary's Syndrome
-- T. Lymphocyt.
(Dikutip dari Ackerman dan Rosai 1979).
Penentuan Stadium/Tingkat (berdasarkan modifikasi ANN
ARBOR)
Stadium I : Bila yang terkena satu daerah lymphonodi
IE : Atau satu alat ekstra limfatik.
Stadium II : Bila yang terkena dua atau lebih daerah limfo-
nodi pada sisi diafragma.
Cermin Dunia Kedokteran No. 52, 1988 19
Tabel 9. Pada Lymphocytic Jan Histiocytic Lymphoma*
Jenis obat
mg/m
2
Hari ke 1
Ke 5
Cyclophosphamide
750 +
-
i.v.
Adriamycin 50 + -
i.v.
Vincristin
Prednison
1,4
25 mg 4 dd
+
-
i.v. max 2 mg/m
z
Siklus tiap 2
@ 3 minggu Interval bebas obat 9 - 16 hari.
* McKelvey EM, Gottlied IA, et al. Proc Clin Oncol 1975; 16, 223
IIE : Atau bila yang terkena alat ekstra limfatik se-
tempat atau pada satu sisi atau lebih daerah
limfonodi pada kedua sisi diafragma yang
sama.
Stadium III : Bila yang terkena daerah limfonodi pada
kedua sisi dari diafragma.
IIIE : Mungkin bersamaan dengan alat ekstra limfa-
tik setempat yang terkena atau
IIIS : Limpa yang terkena atau
IIIES : kedua-duanya.
Stadium IV : Bila yang terkena tersebut dan telah me-
nyerang alat-alat ekstra limfatik dengan atau
tanpa pembesaran limfonodi.
HUBUNGAN ANTARA JENIS LIMFOMA DENGAN JALAN-
NYA PENYAKIT/PROGNOSIS
1.
Low Grade Malignancy :
Nodular lymphocytic (well or poorly differentiated)
Diffuse lymphocytic (well or poorly differentiated)
Mycosis fungoides (most cases)
2.
Hight Grade Malignancy :
Nodular Histiocyt
Diffuse Histiocytic
Lymphoblastic
Undifferentiated
Burkitt
'
s lymphoma
3. Mixed (Histiocytic -- lymphocytic) lymphomas have a degree of
II. Selama pemberian pengobatan setiap minggu sekali, diadakan
pemeriksaan laboratorium :Hb, leukosit, trombosit reti-
kulosit, gambaran darah tepi.
Evaluasi keadaan jasmani
Setelah selesai satu kuur pengobatan dalam tiga bulan
pertama diadakan pemeriksaan jasmani dua minggu sekali.
Pengobatan lanjutan ditetapkan menurut keadaan penyakitnya,
fisik dan hasil laboratorium. Bila keadaan penderita tidak me-
menuhi syarat untuk pemberian seri berikutnya, maka pemberian
obat dapat ditunda. Patokan berikut ini hanya berlaku bila tidak
ada sel-sel abnormal.
Pengecualian : Bila ada hal-hal yang di luar protokol ini tentang kasus yang sulit
maka harus segera dibicarakan dalam tim kanker
malignancy with is inter
mediate between the above
two groups.
(Dikutip dari Ackerman
danRosai, 1979).
EVALUASI, MONITO-
ING, "FOLLOW UP"
I.
Selama pemberian
pengobatan, diadakan
penilaian terhadap hasil
pengobatan :
-
Remisi sempurna
-
Remisi sebagian
-
Tak ada remisi : stabil
atau menjadi progresif.
Tabel 10. Pada diffuse Histiocytic and Mixed Limphocytic Lymphoma*
Jenis obat
mg/m
2
Hari ke 1
Ke 8
Ke 15
Ke 28
Cyclophosphamide
650 +
+
-
-
iv
Adriamycin 25
+
+
-
-
iv
Vincristin 1,4
+
+
-
-
iv
oral
Prednison 60
-
-
Interval siklus 28 hari.
* Shein P. De Vita et al. A New combination chemotherapy program for diffuse Histiocytic (DHL) and mixed
(IML) Non Hodgkin's Lymphoma 1975
Jumlah leukosit
Dosis obat
lebih 4.000
2.000 - 3.000
1.000 - 2.000
kurang dari 1.000
100%
Vincristine 100%
Nitrogen Mustrad 25%, Procarbazin 25%.
Vincristine 50%
Nitrogen Mustrad 25%, Procarbazin 25%
Semua dihentikan
Jumlah Trombosit
Dosis obat
lebih 100.000
50.000 - 100.000
kurang dari 50.000
100%
Vincristine 100%
Nitrogen Mustrad 25%, Procarbazin 25%.
Semua dihentikan.