background image
Kualitas Manajemen
Pengalaman Rumah Sakit Islam Jakarta
Dr H. Sugiat As, SKM
Kepala Penelitian dan Pengembangan/
Direktur Utama Rumah Sakit Islam, Jakarta 1978 1986
Keinginan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan
Rumah Sakit Islam Jakarta selalu ada sejak awal diresmikan pada
tahun 1971. Perkembangan Rumah Sakit Islam Jakarta sampai
saat ini menempuh tahap-tahap sebagai berikut :
1) Tahap rintisan (1971 ­ 1978).
Tahap ini diawali dengan pembukaan seeara resmi oleh
Presiden RI pada tanggal 23 Juni 1971, pada tahap tersebut untuk
biaya rutin dan pemeliharaan masih harus disubsidi oleh Yayasan
.
Meskipun kapasitas baru 50 TT akhir tahun 1978, sudah mulai
ada Sisa Hasil Usaha, yang digunakan terutama untuk me-
ningkatkan kesejahteraan karyawan.
2) Tahap tumbuh kembang (1978 ­ 1986).
Dalam tahap ini upaya pemantapan manajemen memper-
oleh prioritas, dengan ditetapkan Direktur yang purnawaktu,
penyusunan Sistem Akuntansi RS bekerjasama dengan Fakultas
Ekonomi UI, penyusunan Sistem Medical record kerjasama
dengan Dra. Gemala Hatta, penyusunan Protap-protap, dan per-
aturan kepegawaian, penggajian serta jaminan hari tua, penam-
bahan peralatan medik modern untuk peningkatan pelayanan
medik, penambahan kapasitas sehingga meneapai 450 TT dan
pembukaan pendidikan paramedik (SPK, Program Bidan dan
AKPER)
.
3) Tahap Pemantapan (1986­ 1991).
Ciri tahap ini adalah : makin mantapnya peraturan kepe-
gawaian, pembangunan gedung permanen menggantikan gedung
semi permanen, pengakuan RSIJ oleh DepKes. sebagai RS
swasta kelas Utama, pemantapan Program Pendidikan Tenaga
Kesehatan.
Kapasitas menjadi 495 TT dan pelayanan medis telah di-
dukung dengan peralatan canggih
.
4) Tahap peningkatan mutu pelayanan dan mewujudkan ciri
Makalah ini disajikan pada Kongres VI PEPSI Hospital Expo, Jakarta,
21 -- 25 November 1993.
Islami mulai dari pola pikir, penampilan, sikap dan perilaku serta
tindakan dari segenap jajaran rumah sakit (1991 ­ sekarang).
Tahap ini dimulai dengan perubahan-perubahan dasar di-
mulai dari susunan organisasi yang berdasarkan konsep Infor-
mation Based Organisation (IBO) dilanjutkan dengan pengem-
bangan kerjasama tim dalam penanganan tugas dan pemecahan
lapangan, serta peningkatan pemahaman dan penghayatan pe-
doman hidup berdasarkan Al Qur an dan Sunnah Rasul SAW.
penerapannya dalam tugas sehari-hari.
Pelaksanaan TQC di Rumah Sakit Islam Jakarta dimulai
pada tahun 1983. Diawali dengan pelatihan TQC bagi pimpinan
RSIJ, penataran fasilitator dan pengorganisasian TQC, be-
kerjasama dengan Lembaga Bina Managemen Indonesia
(BIMINDO).
Pada tahun 1984 kegiatan TQC tampak dijalankan secara
antusias oleh pimpinan maupun karyawan. Kampanye TQC
dilaksanakan dengan intensif dan telah dibentuk QCC di setiap
bagian/unit kerja. Pengorganisasian TQC disusun sebagai
berikut : Panitia Pengarah yang dipimpin oleh Direktur, Tim
Koordinator Pelaksana, Tim Standarisasi, KelompokFasilitator
dan QCC. QCC telah sempat aktif melakukan diskusi masalah
dan pemecahannya. Yang paling aktif saat ini adalah QCC
perawatan.
Awal tahun 1986 dengan pergantian Direksi terjadi per-
ubahan kebijaksanaan dalam pelaksanaan TQC. QCC diarahkan
sebagai forum pengajian. Kegiatan diskusi yang semula ber-
bobot pemecahan masalah berubah dan kurang memperoleh
respons dari pimpinan padahal pemecahan masalah tersebut
menyangkut unit kerja lain. Dengan perubahan ini, maka makin
menurun aktivitas QCC, makin lama makin tidak tampak aktivi-
tasnya sama sekali. Hal ini sesuai dengan teori/prinsip-prinsip
Cermin Dunia Kedokteran Edisi Khusus No. 91, 1994
135
background image
pelaksanaan TQC itu sendiri yaitu bahwa keberhasilan TQC
sangat ditentukan oleh dukungan
top
management
.
Tahun 1991 terjadi lagi perubahan Direksi. Dengan susun-
an organisasi berdasarkan konsep Information Based Organisa-
tion (IBO) yang ciri utamanya adalah bahwa setiap orang harus
mampu berperan sebagai pemberi dan penerima informasi untuk
pemecahan masalah serta perlunya kerjasama Tim, timbul lagi
gerakan semacam TQC. Meskipun istilah yang digunakan tidak
sama namun langkah-langkah yang diambil untuk operasional-
nya menuju pada kemampuan setiap individu untuk menggerak-
kan inisiatif pemecahan masalah secara tim. Sampai sejauh
mana keberhasilan TQC/QCC dalam meningkatkan kualitas
pelayanan, akan disampaikan dalam makalah lengkap
.
NORMA ISLAM DALAM MENEJEMEN
Fungsi Kholifah
2 : 30
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : "Sesungguh-
nya Aku hendak menjadi seorang khalifah di muka bumi".
6 : 165
Dan Dia ialah yang menetapkan kamu penguasa (Khalifah) di muka bumi,
dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat,
sebagai cobaan dari apa yang diberikan-Nya kepadamu.
35 : 39
Dia yang menetapkan kamu menjadi khalifah-khalifah di muka bumi. Ba-
rang siapa yang kafir, maka (akibat) kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak
lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran
orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka
belaka
.
Tugas Ibadah hanya untuk Allah
51:56
Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah
kepada-Ku.
Peringatan adanya bencana
-3:112
Mereka diliputi kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali jika mereka
berpegang pada tali (agama Allah) dan tali (perjanjian) dengan manusia dan me-
reka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliput kerendahan
.
Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh
para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka dur-
haka dan melampaui batas
.
Setiap individu adalah pemimpin
Awas Setiap kamu adalah penggembala (pemimpin). Setiap kamu akan di-
tanya (diminta pertanggungjawaban) atas gembalaannya (kepemimpinannya)
.
(HR Muslim dan dari Ibnu Umar)
Pertanggungjawaban
17 : 36
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai penge-
tahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua-
nya itu akan diminta pertanggungan jawabnya
.
Demokratis
3 : 159
...... dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apa-
bila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Se-
sungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya
.
42:38
..... sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka .....
Ta awun
5:2
.......Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,
dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan
bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berai siksa-Nya.
Kemudahan
94 : 5
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan
.
Keadilan
42 : 15, 16 : 90
TOLOK UKUR KEBERHASILAN MENEJEMEN
Keterangan :
Input :
5 M
+
I
Proses : RE --> LA --> TI --> DAK
Rencana --> Laksanakan --> Teliti --> Tindakan
Output
Tercapainya Program
Kepuasan Pasien/Pemilik/Pegawai
Pertumbuhan
Faktor yang mempengaruhi
Lingkungan
Peraturan-peraturan (Dep. Kes. + Dep. Keu, dsb)
Evaluasi dan penilaian
MASALAH/KENDALA
1. Tuntutan kwalitas kwantitas SDI yang semakin tinggi
2. Peralatan medik yang semakin canggih mahal
3. Demand tinggi tapi daya beli rendah
4. Dana terbatas
5. Peraturan yang semakin membelenggu
6. Tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi
7. Era globalisasi yang transparan
HASIL YANG DAPAT DICAPAI
-
1985 : Sistem Australia Skor : 79,2
-
1986 : Sistem Australia Skor : 80,1
Akreditasi Depkes Skor : 63
-
1992 : Sistem Australia Skor : 82,2
136
Cermin Dunia Kedokteran Edisi Khusus
No. 91, 1994