background image
560
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
RUANG PENYEGAR DAN PENAMBAH ILMU KEDOKTERAN
Dapatkah sejawat menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini?
Jawablah B jika benar, S jika salah
RPPIK
Long-Term Oxygen Therapy pada
Penyakit Paru Obstruksi Kronik
Ngatwanto P. Dikromo,
Rita Rogayah, Menaldi Rasmin
01. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan
penyebab kematian terpenting di AS.
02. Long-term oxygen therapy (LTOT) merupakan tera-
pi standar PPOK.
03. PPOK bersifat progresif.
04. Kerusakan paru pada PPOK menyebabkan mengi.
05. Hipoksemi ialah jika kadar PaO2 < 80 mmHg.
06. LTOT seharusnya diberikan minimum 14 jam se-
hari.
07. Efekitivitas LTOT dilihat dari derajat sesak nafas
pasien.
08. Dosis LTOT saat tidur lebih rendah daripada dosis
saat jaga.
09. Sediaan O2 likuid lebih menguntungkan diband-
ingkan sediaan silinder O2 bertekanan.
10. Salah satu bahaya LTOT ialah apnoe akibat narkose
CO2.
JAW
AB: 1.S
2.B
3.B
4.S
5.B
6.B
7.S
8.S
9.B
10.B
Diagnosis dan Penatalaksanaan
TB - MDR
Priyanti Z. Soepandi
01. TB-MDR (multi-drug resistance) ialah jika
M.tuberculosis resisten terhadap minimal INH dan
satu OAT (obat antituberkulosis) lain.
02. TB-MDR harus dicurigai pada setiap kasus TB yang
kambuh.
03. TB-MDR dapat diidap oleh petugas kesehatan.
04. Resistensi kuman TB terhadap OAT harus dibukti-
kan dengan uji kepekaan di laboratorium.
05. Resistensi sekunder ialah jika pasien telah mempu-
nyai riwayat pengobatan sedikitnya 6 bulan.
06. TB-MDR tidak dijumpai pada kasus baru.
07. Antibiotika golongan fluorokuinolon juga diguna-
kan sebagai OAT.
08. Pengobatan TB-MDR menggunakan kombinasi tiga
OAT.
09. Dewasa ini PAS tidak lagi digunakan pada pengo-
batan tbc.
10. Pirazinamid bekerja aktif dalam lingkungan infla-
masi kronis.
JAW
ABAN: 1.S
2.B
3.B
4.B
5.S
6.S
7.B
8.S
9.S
10.B
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 560
8/26/2010 3:41:33 PM