153
CDK 175 / vol.37 no. 2 / Maret - April 2010
INFO PRODUK
Endrolin
®
mengandung bahan aktif leuprolide acetate
atau leuprorelin yang merupakan nonapeptida sintetik
analog GnRH alami. Leuprolide acetate bertindak sebagai
penghambat poten sekresi gonadotropin bila diberikan
secara terus menerus dalam dosis terapi. Suntikan analog
GnRH pada awalnya akan menstimulasi, kemudian terjadi
penghambatan jangka panjang gonadotropin hipo se.
Penelitian-penelitian yang dilakukan pada manusia me-
nunjukkan bahwa setelah stimulasi, pemberian leuprolide
jangka panjang menyebabkan penurunan sekresi gonado-
tropin, yang menyebabkan terhambatnya fungsi testis pada
pria dan menginduksi atro uterus serta jaringan endome-
trium ektopik pada wanita ; efek ini reversibel.
Setelah pemberian dosis pertama, terjadi peningkatan
kadar LH dan FSH dalam sirkulasi, yang diikuti oleh pe-
ningkatan kadar steroid gonad (testosteron dan dihidrotes-
tosteron pada pria serta estradiol pada wanita). Bila terapi
dilanjutkan, terjadi penurunan kadar LH & FSH dalam 3-4
minggu, sehingga kadar androgen atau estrogen menurun
hingga kadar kastrasi atau menopause, selama obat terse-
but diberikan
1
.
Secara farmakokinetik, leuprolide acetate yang meru-
pakan polipeptida alami akan dihancurkan di saluran cerna,
karena itu biasanya diberikan secara parenteral. Setelah
pemberian suspensi leuprolide acetate secara intramusku-
lar atau subkutan, obat tersebut akan dilepaskan secara
lambat dan bertahap, sehingga lama kerjanya panjang.
Bioavailabilitas setelah injeksi intramuskular diperkirakan
sekitar 90%. Waktu paruh kira-kira 3 jam setelah pemberian
1 mg intravena pada sukarelawan pria yang sehat. Waktu
untuk mencapai konsentrasi puncak sekitar 4 jam.
Eliminasi kurang 5% dari 11,25 mg leuprolide acetate
ditemukan dalam urin, sebagai obat induk dan metabolit
pertama (pentapeptida)
1
.
Endrolin
®
diindikasikan untuk pengobatan endometrio-
sis genital dan ekstragenital, serta kanker prostat dengan
metastasis pada pria.
Penggunaan pada endometriosis harus dimulai selama
5 hari pertama siklus menstruasi. Endrolin dengan dosis
11,25 mg secara subkutan atau intramuskular diulang setiap
12 minggu dan lama terapi tidak melebihi 6 bulan.
Penggunaan pada pria dengan kanker prostat dengan
satu suntikan subkutan Endrolin dengan dosis 11,25 mg
dan diberikan setiap 12 minggu.
Efek samping terutama berhubungan dengan keadaan
hipoestrogenisme pada wanita dan hipotestosteronisme
pada pria. Terdapat risiko peningkatan kehilangan trabekula
tulang belakang selama terapi endometriosis atau anemia
pada pasien dengan leiomioma uteri. Kehilangan densitas
tulang ini mungkin ireversibel. Namun kehilangan densitas
ini umumnya kecil bila terapi dibatasi untuk 3 bulan untuk
leiomioma uteri atau 6 bulan untuk endometriosis, kecuali
pada pasien-pasien dengan faktor risiko seperti misalnya
riwayat osteoporosis.
Walaupun umumnya dapat ditoleransi dengan baik,
penggunaan Endrolin
®
pada wanita dan pria dewasa ma-
sih dapat memberikan efek samping lain seperti semburan
panas (hot ushes), penglihatan kabur, penurunan libido,
pusing, edema, sakit kepala, reaksi di tempat injeksi, serta
mual atau muntah.
Tidak ada uji klinis interaksi obat untuk Endrolin
®
. Te-
tapi, karena Endrolin
®
merupakan peptida yang terutama
dihancurkan oleh peptidase, bukan oleh sitokrom P-450,
dan karena ikatan proteinnya rendah (46%), maka interaksi
obat diperkirakan tidak terjadi.
Selain digunakan untuk pengobatan endometriosis
pada wanita, Endrolin
®
juga digunakan sebagai salah satu
alternatif pengobatan penderita kanker prostat pada pria
1
.
Studi klinis fase tiga oleh Dr. Shari dan Dr. Soloway
dari Universitas Illinois, Chicago, Amerika Serikat terhadap
penderita kanker prostat stadium D2 yang tidak menda-
patkan pengobatan sistemik sebelumnya, dilakukan secara
terbuka, multisenter, mengevaluasi e kasi dan keamanan
serta menggunakan formulasi Leuprolide acetate 7,5 mg
intramuskular setiap 4 minggu, selama kurun waktu 24 min-
ggu, menunjukkan penurunan level Testosteron pada min-
ggu ke 3 pertama pengobatan, dengan perbaikan respon
(tanpa adanya progresi) pada 81% dari 53 pasien yang di-
evaluasi
2
.
Penelitian lain oleh Dr. Fujii dan rekan dari departemen
Urologi RS Institut Kanker,Jepang, membandingkan efek
pengunaan leuprolide acetate dan goserelin acetate dalam
menekan level serum testosteron pasien kanker prostat,
pada sekitar 232 pasien kanker prostat; hasilnya ditemu-
kan penurunan level testosterone secara signi kan pada
leuprolide dan goserelin pada 1 dan 3 bulan pengobatan
dengan efektivitas yang sama baik
3
.
IWA
REFERENSI
Leuprolide acetate (Endrolin
1.
®
) product monograph
Shari R, Soloway M. Clinical study of leuprolide depot formulation in the
2.
treatment of advanced prostate cancer. J Urol. 1990;143:68-71.
Fujii Y, Yonese J, Kawakami S, Yamamoto S, Okubo Y, Fukui I. Equivalent
3.
and suf cient effect of leuprolide acetate and goserelin acetate to
suppress serum testosterone levels in patients with prostate cancer. BJU
Int 2008; 101(9): 1096-100
ENDROLIN
®
CDK Maret April DR.indd 153
CDK Maret April DR.indd 153
2/23/2010 4:17:21 AM
2/23/2010 4:17:21 AM