388
InfoRMATIKA KedoKTeRAn
|
a g u s t u s 2 0 0 9
GeRAI
389
|
a g u s t u s 2 0 0 9
The Most Powerful Distribution Performance 2009, sebanyak
6 penghargaan diraih Kalbe Group
Komix (PT Bintang Toedjoe), pemenang
1.
Brand Performance Index
dan Total Index pada kategori Obat Batuk
Extra Joss (PT Bintang Toedjoe), pemenang
2.
Brand Performance
Index dan Total Index pada kategori Minuman Energi
Mixagrip (PT Dankos Laboratories), pemenang
3.
Brand Performance
Index dan Total Index pada kategori Obat Flu
Hasil survei Fast Moving Consumer Goods (FMCG) Distribution
Performance 2009 oleh Majalah Mix dan QASA Strategic Consulting.
Seminar Gabungan Perusahaan Farmasi di Hotel Millenium
Jakarta, tanggal 9 Juli 2009.
Dalam rangka memperingati "Kesepakatan Bersama Etika Promosi
Obat" yang ditandatangani oleh Ketua Umum IDI dan Ketua Umum
GP Farmasi Indonesia dengan disaksikan oleh Menteri Kesehatan
RI. Maka dilakukan sosialisasi oleh IDI, MPKE dan Komite Advokasi
& Bantuan Hukum GP Farmasi Indonesia dengan tema "Memban-
gun Sinergi Dokter dan Perusahaan Farmasi Dalam Pemasaran Obat
Yang Beretika" agar pencapaian penerapan Good Governance dalam
pemasaran obat terlaksana di Indonesia.
Simposium sehari `Dialac Sulawesi Selatan' di Hotel Clari-
on Makassar, tanggal 21 Juni 2009
IDAI Cabang Sulawesi Selatan dan Bagian Anak RS Dr. Wahidin
bekerjasama dengan Kalbe mengadakan simposium sehari `Dialac
Sulawesi Selatan' dengan tema Treatment dan Prevention of Diar-
rheae with Tyndalized Lactic Acid Bacteria.
MIB (Medical Information Bus) adalah
standar untuk transmisi data dari devais
sisi-ranjang (bedside devices) yang umum-
nya berupa grafik (Gambar 3). Ketiga stan-
dar ini dikembangkan dengan maksud un-
tuk penggunaan global sedunia, sedangkan
untuk implementasinya masih dibutuhkan
pengembangan versi lokal di masing-mas-
ing negara yang berminat.
Pengembangan dan Aplikasi
Sistem Informasi Kesehatan di
Masa Depan
Pembahasan mengenai standar di atas
hanya merupakan sebagian di antara se-
jumlah besar permasalahan yang harus
diatasi dalam pengembangan Sistem Infor-
masi Kesehatan. Kemajuan teknologi tidak
dapat langsung diterapkan, dibutuhkan
waktu beberapa tahun sebelum pemikiran
manusia dapat melihat manfaatnya dan
bersedia untuk menerimanya. Bebera-
pa tahun berikutnya dibutuhkan untuk
mengimplementasikannya dalam suatu
sistem informasi, dan setelah implemen-
tasinya ternyata menimbulkan permasala-
han lain, baru biasanya akan ada upaya
untuk menyusun regulasi administratifnya
(Gambar 4).
Gambar 4. Dampak perubahan teknologi terhadap pemikiran manusia,
organisasi, dan regulasi administratif (de Velde & Degoulet, 2003)
Gambar 3. Standar pertukaran data pada sistem informasi rumah sakit
(de Velde & Degoulet, 2003)
Komunikasi devais sisi-ranjang
Komunikasi klinik dan administratif
Monitor EKG
Masuk, keluar,
pindah
Laboratorium
Apotek
Pemasukan
perintah
Radiologi
Penagihan
Pompa IV
Ventilator
Monitor Lain
MIB
HL7
Rekam
Pasien
DICOM
Ekhokardiografi
Radiologi
Komunikasi Citra
Termutakhirkan,
teradaptasi
Kadaluwarsa,
tak teradaptasi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Perubahan
Teknologi
Pemikiran
Manusia
Sistem
Informasi
Regulasi
Administratif
Kerangka Waktu (Tahun)
Coltri A, 2006, Databases in Health Care, dalam
1.
Aspects of Electronic Health Record Systems, 2nd edn, eds Lehmann HP et al, Springer, New York, pp 225-251.
de Velde RV, Degoulet P, 2003, Clinical
2.
Information System: A Component-Based Approach, Springer, New York.
Wager KA, Lee FW, Glaser JP, 2005,
3.
Managing Health Care Information Systems: A Practical Approach for Health Care Executives, Jossey-Bass, San Francisco.
Kepustakaan
Simposium Nasional 2009 PERKAPI
Prof. Dr. Yahya Kisyanto, PhD, SpJP, SpPD, FACC saat memukul
gong tanda acara Simposium Nasional 2009 PERKAPI dimulai, di-
saksikan pengurus PERKAPI dan undangan kehormatan lainnya.