background image
236
| APRIL 2010
frekuensi penggunaan antimikroba
yang singkat, serta ketidakteraturan
meminum obat, merupakan faktor
yang dapat menyebabkan pening-
katan resistensi tersebut. Jika sudah
terjadi resistensi, dibutuhkan regimen
antimikroba selektif yang mening-
katkan biaya pengobatan. Menurut
Prof Melsinck, pengobatan infeksi
saluran kemih memerlukan antimikro-
ba yang baik dan efektif, sehingga
tingkat resistensi antimikroba dapat
diturunkan.
Sesi ilmiah selanjutnya mengetengah-
kan produk antibiotik Cravit
®
, suatu
golongan kuinolon, dibawakan oleh
Mr. Jimmy Woo dari Daiichi, Hong-
kong.
Cravit
®
dengan bahan aktif Levofloxa-
cin, secara cepat dan lengkap diab-
sorpsi setelah pemberian per oral,
dengan kadar puncak plasma sekitar
1-2 jam setelah diminum. Bioavailabili-
tas mencapai 100% pada dosis oral
500 mg dan hanya sedikit dipengaruhi
makanan. Kadar puncak plasma pada
dosis oral 500 mg perhari sekitar 5,7
± 0,5 ug/ml sedangkan bila intravena
dengan dosis 500 mg sekitar 6,4 ± 0,6
ug/ml. Levofloxacin didistribusikan
luas ke seluruh tubuh dengan konsen-
trasi tinggi.
Indikasi cukup luas seperti infeksi sa-
luran nafas, infeksi kulit dan infeksi
saluran kemih. Terkait dengan infeksi
saluran kemih, penggunaan kuinolon
saat ini merupakan salah satu regimen
yang banyak digunakan oleh dokter
praktisi, mengingat efektivitas serta
kemudahan dan fleksibilitas dosis
yang baik.
Kalbe turut berperanserta mendukung
acara pertemuan para urolog ini, deng-
an mengetengahkan salah satu produk
andalannya yaitu Endrolin
®
(Leupro-
lide acetate) disampaikan oleh dr. Irwan
Widjaja, M.Biomed dari Medical Dept
Kalbe., selain Cernevit
®
sebagai multivi-
tamin suntikan yang larut air dan lemak.
Endrolin
®
, suatu gonadotropin relea-
sing hormone (GnRH) analogue dengan
mekanisme kerja menekan produksi
testosteron dari testis (down regulation
fungsi hormon GnRH serta LH-FSH), di-
indikasikan untuk pasien kanker prostat
yang sudah metastasis, sebagai salah
satu regimen alternatif, selain regimen
kemoterapi serta pembedahan.
Selesai acara dilanjutkan dengan ma-
kan malam serta ramah tamah di anta-
ra para urolog regional propinsi Jawa
Tengah & DI Yogyakarta.
(IWA)
LAPORAN KHUSUS
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 236
3/26/2010 1:50:02 PM
background image
234
| APRIL 2010
P
ada 19 Februari 2010, di Hotel
Lor Inn, Solo, Jawa Tengah dise-
lenggarakan pertemuan urologi
regional propinsi Jawa Tengah dan
DI. Yogyakarta. Ketua pelaksananya dr.
Bimo, SpU, mendampingi dr. Aby, SpU
selaku ketua cabang Urologi Solo.
Acara ini merupakan urologist gathe-
ring rutin; dalam kesempatan ini hadir
Prof dr. Rainy Umbas, SpU dan Prof Dr.
Melsinck dari Belanda. Pesertanya se-
kitar 25 urolog dan residen.
Sesi Ilmiah diisi oleh Prof Dr. Melsinck,
yang membahas infeksi saluran ke-
ksi saluran ke-
mih. Data epidemiologi di Amerika
menunjukkan infeksi saluran kemih
menempati posisi yang tinggi seba-
gai penyebab infeksi orang dewasa.
Hal ini terkait dengan berbagai faktor
seperti hubungan seksual, kebersihan
dan sanitasi, serta komplikasi penyakit
endokrin seperti diabetes melitus.
Banyak bakteri dapat menyebabkan
infeksi saluran kemih, umumnya
bakteri gram negatif, seperti E.coli,
Klebsiella serta Proteus sp.
Pengobatan infeksi saluran kemih da-
pat menggunakan antimikroba yang
banyak beredar seperti golongan pe-
nisilin, sefalosporin, maupun kuinolon.
Walaupun demikian, tetap perlu pena-
talaksanaan yang baik terkait dengan
resistensi bakteri yang makin mening-
kat jumlahnya.
Pemakaian yang tidak adekuat,
Pertemuan Urologi Regional
Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
Solo, 19 Februari 2010
LAPORAN KHUSUS
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 234
3/26/2010 1:49:57 PM