L A P O R A N K H U S U S
CDK 167/vol.36 no.1/Januari - Februari 2009
67
Kongres Nasional ke 7 PERSADIA dan
KONKER PERKENI, KONKER PEDI
Hotel Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Malang, 23-26 Oktober 2008
K
ongres ke 7 PERSADIA dan KONKER PERKENI, KONKER PEDI
telah diselenggarakan di Hotel Agrowisata, Kota Batu, Malang pada
23-25 Oktober 2008. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 600 peserta
dari berbagai daerah di tanah air.
Selain dokter ahli dalam bidang endokrinologi, acara ini juga diikuti
oleh dokter spesialis penyakit jantung, dokter spesialis penyakit dalam,
dokter umum, perawat, serta kaum awam. Pada 24 Oktober malam
diadakan dinner symposium yang disponsori oleh PT Kalbe Farma Tbk.
Pembicara dalam acara ini adalah Prof. Dr. dr. Rully Roesli SpPD.KGH
dan Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo. SpPD KEMD.
Bahasan menarik selama acara PERSADIA ini, di antaranya adalah:
Pada pasien diabetes dapat terjadi komplikasi makrovaskular, seperti
penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah perifer, dan
stroke, serta komplikasi mikrovaskular seperti nefropati, neuropati
dan retinopati diabetikum. Reseptor AT-I berperan penting dalam
terjadinya komplikasi mikro dan makro vaskular tersebut, karena
melalui reseptor angiotensin I ini terjadi aktivasi mediator inflamasi
dan disfungsi endotel sebagai awal proses atherosklerosis.
Banyak penelitian telah membuktikan manfaat ARB (Angiotensin
Receptor Blocker) sebagai renoprotektor dan golongan ARB ini
merupakan obat antihipertensi pilihan utama dalam penatalaksanan
hipertensi pada pasien dengan komplikasi ginjal.
Beberapa manfaat thiamin (vitamin B1) pada diabetes, diantaranya
adalah memperbaiki fungsi sel beta pankreas dan meningkatkan
senstitifitas insulin.
Vitamin B1 dosis tinggi dapat mencegah komplikasi mikro-
vaskular seperti neuropati, retinopatidan nefropati, dan dapat
memperbaiki efek fisiologis seperti menurunkan glukosuri dan
menurunkan diuresis.
Kadar gula darah pasien diabetes perlu diturunkan dengan
agresif, karena biasanya pada saat pasien datang ke praktik
dokter, fungsi sel beta sudah menurun kurang lebih 50%.
Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa pemberian OHO
dosis maksimal tidak menambah manfaat, bahkan akan
meningkatkan efek samping. Beberapa penelitian membuktikan
bahwa pemberian insulin sebagai terapi awal pada pasien
diabetes melitus baru dan hiperglikemi berat menghasilkan
kontrol gula darah yang lebih baik, dibandingkan dengan
pemberian OHO. Walaupun demikian, masih perlu penelitian
lebih lanjut mengenai hal ini.
Fungsi sel beta pada pasien yang baru didiagnosis diabetes sudah
mengalami penurunan progresif. Sel-sel beta sangat rentan
terhadap stres oksidatif bila terpapar dengan kadar glukosa
tinggi. Pemaparan kronik akan meningkatkan produksi IL-1B
yang pada akhirnya memicu apoptosis sel beta. Hiperglikemi juga
mengakibatkan peningkatan asam lemak bebas yang berpengaruh
terhadap sel beta dan dapat menyebabkan apoptosis sel beta.
Terapi diabetes secara agresif dengan terapi kombinasi terbukti
bermanfaat mencegah kerusakan sel beta lebih lanjut.
Penanganan diabetic foot, tergantung klasifikasinya. Klasifikasi PEDIS
mengamati Perfusi, Extend, Depth, Infection, Sensitivity. Perfusi menilai
denyut arteri dorsalis pedis dengan Doppler atau ankle brachial index.
L A P O R A N K H U S U S
CDK 167/vol.36 no.1/Januari - Februari 2009
66
5. Peranan Vaksinasi Influenza dalam Periode Pre-pandemik
Influenza
Vaksin influenza yang dikenal sebagai vaksin influenza seasonal
terdiri dari vaksin flu inaktif dan modified live attenuated flu vaccines.
Vaksin flu inaktif terdiri dari vaksin virus utuh, vaksin split, dan vaksin
subunit menggunakan ajuvan MF59 atau virosomal. Sedangkan
modified live attenuated flu vaccines yang dikembangkan adalah
nasal vaccines.
Formula vaksin influenza seasonal diperbaharui setiap tahun sesuai
dengan jenis galur virus influenza yang beredar di masyarakat.
Perubahan komposisi vaksin influenza disesuaikan dengan antigenic
shift dan antigenic drift yang terjadi.
Terdapat 2 tipe vaksin influenza seasonal yang direkomendasikan
oleh WHO setiap tahun, yaitu untuk belahan bumi Utara dan Selatan.
Vaksin influenza yang tersedia mengandung tiga virus inaktif yaitu 2
tipe A (H3N2 dan H1N1) dan satu tipe B.
Vaksin influenza tersedia di pasaran dalam berbagai nama dagang
antara lain Vaxigrip (Sanofi pasteur), Fluarix (GSK), Fluvirin (Medeva),
Fluvax (CSL), dan Agripal (Combiphar).
6. Pneumokokus: Ancaman dan Pencegahannya
Vaksin pneumokok yang tersedia saat ini terdiri dari 2 kelompok
yaitu vaksin polisakarida 23 valen dan vaksin konjugasi heptavalen.
Vaksin polisakarida mempunyai antigen dari 23 serotipe pneumokok,
sedangkan vaksin konjugasi mencakup tujuh serotipe. Keduapuluh tiga
serotipe pada vaksin polisakarida merupakan 90% serotipe penyebab
pneumonia, bakteremia, dan meningitis. Ketujuh serotipe (PCV7) pada
vaksin konjugasi merupakan penyebab >80% kasus bakteremia dan
meningitis dan 70% kasus pneumonia pada anak <6 tahun.
7. Vaksin Hib: Masih Adakah Kontroversi?
Komponen utama vaksin Hib adalah polisakarida kapsular yang
disebut sebagai poly-ribosylribitol-phosphat (PRP). Vaksin polisakarida
kurang imunogenik jika diberikan pada anak <2 tahun. Untuk me-
ningkatkan imunogenisitas dilakukan konjugasi polisakarida dengan
konjugat protein, di antaranya adalah dengan toksoid tetanus, dan
toksoid difteri. Untuk mengurangi jumlah suntikan dan menambah
cakupan imunisasi dibuat vaksin kombinasi Hib-DTPw, Hib-DTPa,
Hib-DTPa-IPV, Hib-DTPa-IPV-meningokokus.
Vaksin yang beredar di Indonesia adalah vaksin konjugasi dengan
toksoid tetanus (PRP-T). Vaksin Hib konjugasi tunggal adalah Act Hib
dan Hiberix, sedangkan vaksin konjugasi kombinasi adalah Tetract-
Hib (Hib-DTPw), Pediacel (Hib-DTPa-IPV cair atau liquid dalam 1
semprit), Infarix-Hiberix (Hib-DTPa dalam bentuk terpisah dan dapat
dicampur sebelum pemberian atau lyophilized).
Kombinasi vaksin Hib konjugat dengan DTPw menghasilkan titer
anti PRP yang protektif. Sedangkan kombinasi vaksin Hib dengan
DTPa dalam satu semprit mungkin dapat mengurangi titer anti PRP,
terutama pada DTPa lyophilized.
8. Imunisasi Meningitis Meningokok untuk Calon Haji/Umroh
Setiap tahun ribuan jemaah haji dari berbagai bangsa, termasuk dari
negara endemis meningokok (negara-negara sabuk meningitis di
Sub-Sahara Afrika Utara-Tengah) akan berkumpul di suatu wilayah
terbatas dalam kurun waktu tertentu. Salah satu masalah kesehatan
masyarakat yang serius pada jemaah haji adalah penyakit meningokok.
Kekebalan terhadap penyakit meningokok didapat melalui imunisasi
vaksin meningokok. Formula vaksin polisakarida meningokok yang
tersedia di pasaran adalah bivalent (grup A dan C) dan tetravalent
(grup A, C, Y, W135).
Untuk mendapatkan perlindungan maksimal, vaksinasi sudah harus
diberikan setidaknya 1 bulan sebelum tiba di tanah suci. Apabila
terpaksa maka vaksinasi bisa diberikan 2 minggu sebelum tiba di
tanah suci.
9. Diare Rotavirus: Disease Burden dan Upaya Pencegahan
Pada tahun 1998 telah beredar vaksin Rotashield (Wyeth), tetapi
setahun kemudian ditarik dari peredaran karena efek samping
peningkatan kasus invaginasi. Pada saat ini di dunia telah beredar 2
buah vaksin rotavirus baru sebagai penggantinya, yaitu Rotarix
(GSK) dan Rotateq (MSD). Rotarix merupakan vaksin monovalen
karena hanya mengandung strain manusia P(8)G1, sedangkan Rotateq
adalah vaksin pentavalen karena mengandung strain manusia-sapi
P(8)G1-G4. (VKS)
K E G I A T A N I L M I A H
CDK 167/vol.36 no.1/Januari - Februari 2009
69
4th Asia Pacific Congress in Maternal Fetal Medicine
2008, Makau, China, 17-19 Oktober 2008
Acara kongres ini diisi oleh pembicara dari Hongkong,
India, Inggris, Amerika, Australia, Inggris; diikuti oleh lebih
dari 300 dokter Obstetri dan Ginekologi. Topik pertama
mengenai skrining kelainan kromosom (dalam hal ini terutama
Down Syndrome) sejak kehamilan trimester I. Dengan
kemajuan ilmu pengetahuan, saat ini ada beberapa cara
yang dapat digunakan untuk mendeteksi kelainan kromosom
sejak masa kehamilan: dengan pemeriksaan USG (nuchal
translucency, panjang tulang hidung), pemeriksaan biokimia
dari darah ibu, pemeriksaan cairan ketuban atau jaringan
plasenta.
Sel Punca, Potensi dan Pemanfaatannya, Gedung
LIPI Jakarta, 25 Oktober 2008
Bertempat di Gedung Widya Graha LIPI lantai 1, Jl. Gatot
Soebroto Jakarta Selatan, telah diadakan Seminar Sehari
Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI). Tujuan seminar ini menurut
Ketua Dewan Pelaksana Asosiasi para Peneliti dan Peminat
Sel Punca / Stem Cell ini adalah memperkenalkan dan men-
diskusikan terapi sel punca terutama manfaatnya pada
pelbagai penyakit. Selain itu juga untuk menarik minat para
peneliti dan dokter terhadap penelitian sel punca. Acara
yang - bagi peserta - bernilai 4 SKP IDI ini menampilkan
pakar-pakar sel punca dari Akademisi, Bisnis/Industri dan
Government/Pemerintah atau sering disebut dengan ABG.
Simposium Hepatobiliary-GI-Surgical-Radiological
Update & Workshop on Endoscopy, Surgery and
Imaging, Gran Melia, Jakarta, 24 - 26 Oktober 2008
Simposium dibuka oleh Gubernur Jakarta yang diwakili
oleh kepala Dinas Kesehatan, dr. Wibowo Sugiat; pada
pidatonya beliau menekankan antara lain perlunya kepedulian
dan kemampuan yang baik dalam hal deteksi maupun
penanganan penyakit hati di Indonesia karena saat ini
Indonesia menempati posisi ke 3 dunia sebagai negara
dengan penderita Hepatitis (B dan C) terbanyak (lebih kurang
20 juta penderita) setelah India dan Cina. Dari pasien-
pasien ini 10 % nya berkembang menjadi sirosis hati.
Dengan perkembangan terapi dan diagnostik, diharapkan
deteksi dini dan penanganannya akan semakin cepat
sehingga komplikasi lebih lanjut dapat dicegah.
Konas V Skizofrenia, Lombok, 23-26 Oktober 2008
Pertemuan Nasional Skizofrenia rutin dilaksanakan setiap
dua tahun sekali, kali ini memilih Lombok sebagai tempat
pelaksanaan. Tema yang dipilih dalam Konas ke V ini
adalah Closing the Treatment Gap for Schizophrenia.
Bertempat di Bima Ballrom, Santosa Villas and Resort,
acara Konas V Skizofrenia ini dihadiri ratusan dokter Ahli
Jiwa yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis
Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) dan dokter umum
yang bertugas di berbagai Rumah Sakit Jiwa di Indonesia.
3rd Talk Show Biotechnology, Universitas Paramadina,
30 Oktober 2008
Rektor Universitas Paramadina, Anies R. Baswedan, Ph. D.,
kembali membuka acara Talk Show: Biotechnology:
The Next Great Entrepreneurial Wave. Talk Show ke-3
hasil kerjasama dengan Yayasan Memajukan Bioteknologi
Indonesia (YMBI) ini, menghadirkan pembicara tamu Dr
Boenyamin Setiawan Ph.D (Kalbe Farma) bersama Bp. M.
Andy Zaki (majalah Teknopreuner). Acara ini dipandu oleh
DR Arief B. Witarto, selaku ketua YMBI.
Dalam sambutannya, Anies mengatakan bahwa ada
kecenderungan seseorang jika menempuh pendidikan tinggi
maka jiwa entrepreneurshipnya berkurang. Namun tidak
dengan para lulusan Universitas Paramadina. Meskipun
lembaga yang dipimpinnya ini baru berusia 10 tahun,
namun tak kurang dari 50% lulusannya saat ini telah
menjadi pengusaha. Diharapkan ke depan, banyak lulusan
dari Paramadina yang datang dengan membawa proposal
bukan membawa CV (untuk menjadi karyawan).
(tampak dalam foto kiri ke kanan: Ir. Wijayanto, Dr. Boen PhD, DR. Arief dan Bp. M.Andy )
L A P O R A N K H U S U S
CDK 167/vol.36 no.1/Januari - Februari 2009
68
Extend menilai luas daerah yang terinfeksi; pemeriksaan dilakukan
setelah kaki pasien dibersihkan dengan NaCl. Untuk Depth, harus
dinilai apakah luka di kutis saja atau sudah mencapai tulang.
Untuk Infection, dapat diberi antibiotika broad spectrum dan
kadang perlu kombinasi dengan antibiotik anaerob. Pemberian
antibiotik diteruskan sampai tidak ada infeksi. Kultur tetap harus
dilakukan, dan wound control harus dikerjakan sesegera mungkin.
Thiazolidinediones merupakan obat golongan antihiperglikemik
yang bekerja menurunkan resistensi insulin dengan cara meng-
aktifkan PPAR gamma dalam tubuh, terutama di jaringan otot,
lemak dan hati. Obat golongan thiazolidinediones memiliki banyak
manfaat seperti menurunkan plasminogen activator inhibitor,
menurunkan marker inflamasi, meningkatkan kolesterol HDL,
menurunkan mikroalbuminuri, meningkatkan fungsi endotel,
menurunkan lipolisis, menurunkan lipogenesis, memperbaiki
sensitivitas insulin, menurunkan CRP, menghambat proliferasi
otot polos pembuluh darah, menurunkan peradangan vaskular
dan menghambat migrasi sel.
Diabetes meningkatkan risiko CVD sebesar 3-4 kali lipat. Radikal
bebas seperti cytosolic calcium, PARP-1 dan PKC terlibat dalam
patologi sel pada keadaan hiperglikemi. Obat antihipertensi
golongan CCB (calcium channel blocker) dapat menghambat
peningkatan cytosolic calcium, sehingga mungkin dapat mence-
gah komplikasi vaskular pada keadaan hiperglikemi. Pada masa
mendatang, mungkin bukan hanya obat antihipertensi ACEi atau
ARB yang bermanfaat untuk hipertensi pada pasien diabetes;
CCB mungkin saja mengambil peranan penting.
Vitamin D dapat menstimulasi ekspresi reseptor insulin dan dengan
demikian meningkatkan respon insulin terhadap transport
glukosa; juga terlibat dalam normalisasi calcium ekstraseluler,
sehingga kalsium dalam jumlah normal dapat masuk sel. Sekresi
insulin merupakan proses yang bergantung pada kalsium,
sehingga dapat dikatakan kalsium juga berpengaruh terhadap
sekresi insulin. Pada pasien diabetes, pemberian kalsium oral
meningkatkan sekresi insulin. Kombinasi suplemen kalsium dan
vitamin D diperkirakan berperan dalam pencegahan penyakit
diabetes melitus. (YYA)