background image
Pengalaman Penerapan
Peningkatan Kualitas Terpadu
di
Rumah Sakit PELNI
Petamburan
Jakarta
Dr. Hernawan DSA
Rumah Sakit Pelni, Jakarta
PENDAHULUAN
RS Pelni Petamburan didirikan oleh Pemerintah jajahan
Belanda pada tahun 1918 dengan nama KPM Hospital. Pada
tanggal 21 April 1958, KPM Hospital diambil alih oleh buruh
KPM, dan diserahkan kepada PT Pelni. Semenjak itu penge-
lolaan RS Pelni Petamburan dibawah PT Pelni (Rumah Sakit
BUMN).
Sesuai dengan S.K. Dirut PT Pelni No. B/16/VI/72, RS Pelni
Petamburan diberi otonomi sepenuhnya. Berdasarkan otonomi
penuh tersebut, agar RS Pelni dapat berkembang secara wajar,
maka pengelolaan Rumah Sakit harus benar-benar dilaksanakan
secara profesional, baik manajemen umum, manajemen per-
sonil, manajemen keuangan dan lebih-lebih manajemen pela-
yanan pasien. Semua manajemen tersebut di atas dilaksanakan
secara terpadu, searah dan serasi, sehingga rumah sakit dapat
membayar biaya eksploitasi, biaya overhead dan bahkan
mendapat laba untuk diinvestasikan kembali dalam rangka
pengembangan rumah sakit
.
Telah kita ketahui bersama, bahwa rumah sakit adalah
padat modal sekaligus padat harga. Di samping itu rumah sakit
juga harus melaksanakan fungsi sosialnya dan juga harus mem-
bantu melaksanakan program kesehatan nasional, khususnya di
bidang perumah sakitan. Sehingga dengan demikian penge-
lolaan rumah sakit harus bisa mencari keuntungan dan sekaligus
dapat melaksanakan fungsi sosial
.
Makalah ini disajikan pada Kongres VI PERSI Hospital Expo, Jakarta,
21-- 25 November 1993.
KEMAMPUAN RUMAH SAKIT
RS Pelni Petamburan berdiri di atas tanah 6,5 hektar terletak
di Jl. Aip II KS. Tubun No. 92-94 Jakarta Barat. Kapasitas t.t. :
510 tempat tidur dengan BOR antara 66-70%, hari perawatan
rata-rata : 10 hari. Pangsa pasar : masyarakat menengah ke
bawah di samping pegawai PT Pelni, pensiunan dan keluar-
ganya.
Jumlah personil 1163 orang, terdiri dari :
-- Dokter Umum
:
14 orang
-- Dokter Spesialis : Full Time
:
15 orang
Part Time
:
86 orang
-- Dokter Gigi
:
2 orang
-- Apoteker
:
2 orang
-- Sarjana Ekonomi
:
4 orang
-- Sarjana Hukum
:
1 orang
-- Para Medis Perawatan
: 462 orang
-- Para Medis Non Perawatan
:
142 orang
-- Non Medis
: 435 orang
Kemampuan Medis : Mampu memberi pelayanan kepada
pasien dari pelayanan medis sederhana sampai canggih
.
PENINGKATAN KUALITAS TERPADU
Untuk dapat memberikan pelayanan dengan kualitas yang
baik, maka perlu adanya peningkatan pelayanan di semua bidang
secara terpadu, tereneana serta baik di bidang peningkatan
Cermin Dunia Kedokteran Edisi Khusus
No. 91, 1994
12 9
background image
sumber daya manusia, peningkatan sarana dan prasarana dan
peningkatan pelayanan kesehatan (medik dan perawatan) secara
bersama-sama, serasi dan searah. Setiap sumber daya manusia
ditingkatkan kemampuan dan ketrampilannya, dengan diberi
kesempatan mengikuti pendidikan, seminar, kursus, penataran
dan sebagainya dengan bantuan biaya dari rumah sakit. Di
samping itu di tiap-tiap Bagian/Urusan dan sebagainya diaktifkan
kegiatan GKM (Gugus Kendali Mutu), QCD (Quality Cost
Delivery) dan sebagainya. Peningkatan disiplin kerja dan kemam-
puan atau ketrampilan ini dibarengi dengan peningkatan
kesejahteraan.
Setiap personil yang ada, diteliti berapa jam kerja efektif-
nya, apakah sudah optimal atau belum. Sehingga dengan
demikian setiap ada permintaan penambahan pegawai di suatu
Bagian selalu dipelajari apakah Bagian tersebut memang betul-
betul memerlukan tenaga (dihitung jam kerja efektifnya)
.
Di dalam hal peningkatan sarana dan prasarana selalu di-
lakukan studi kelayakan, diperhatikan unit costnya apabila studi
kelayakannya menunjukkan adanya keuntungan barulah diper-
timbangkan untuk diadakan. Jadi di Rumah Sakit Pelni tidak
dikenal istilah proyek mereusuar. Semua proyek harus bisa
membiayai unitnya dan mendatangkan keuntungan bagi rumah
sakit. Bila proyek tersebut kurang menguntungkan, tetapi diper-
lukan oleh pasien, maka pasien dikirim ke rumah sakit lain untuk
dilakukan pemeriksaan/tindakan oleh dokter rumah sakit Pelni
(sewa alat di Rumah Sakit lain)
.
Pelayanan kesehatan baik pelayanan medik dan perawatan
diberikan seeara terpadu, sesuai kebutuhan pasien, sebagai eon-
toh di Rumah Sakit Pelni dikenal Diabetic Centre, tempat
pasien diberi penyuluhan, penataran dan ketrampilan di
samping diberi pengobatan; sehingga dengan demikian pasien
bisa merawat dirinya, bisa melakukan peneegahan dan bila
sakit, bisa mengobati dirinya dengan suntikan insulin, mera-
wat luka di anggota gerak dan sebagainya. Pasien tahu kapan
harus masuk perawatan di Rumah Sakit. Hubungan dokter-
pasien-perawat cukup harmonis.
Di samping itu juga dibentuk klinik Asma dengan klub
Asmanya, klub jantung sehat, stroke club dan sebagainya
.
Pernah terjadi pasien patah tulang, ternyata juga menderita
gas gangren. Keadaan ini dapat diketahui seeara dini oleh pera-
wat dan dengan cepat Pimpinan Rumah Sakit dibantu oleh Staf
dan tenaga ahli mengambil tindakan, sehingga pasien selamat,
tidak menjalar ke pasien lain dan tidak menimbulkan keresahan
.
Di sini tampak dengan jelas adanya keterpaduan dalam pem-
berian pelayanan kepada pasien
.
KESIMPULAN
Dari pembiearaan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa
peningkatan kualitas seeara terpadu dalam mengelola suatu
Rumah Sakit akan mendatangkan manfaat yang cukup baik
.
Manajemen umum, manajemen keuangan, manajemen pera-
watan dan manajemen medik serta manajemen sumber daya
manusia, dilakukan seeara terpadu dan terarah, sehingga dicapai
mutu pelayanan kepada pasien yang cukup baik, efektif dan
efisian.
Mudah-mudahan ini bisa diambil manfaatnya untuk ber-
bagi pengalaman.
130
Cermin Dunia Kedokteran Edisi Khusas
No. 91, 1994