background image
232
| APRIL 2010
Diabetes melitus adalah suatu sindrom
yang ditandai dengan hiperglikemia
atau peningkatan kadar gula darah di
atas normal yang berlangsung kronis
dengan adanya gangguan metabo-
lisme karbohidrat, lemak dan protein
yang disebabkan oleh pernurunan
sekresi insulin oleh sel pankreas dan
penurunan kerja insulin di hati dan di
jaringan perifer (otot dan lemak) yang
dikenal juga dengan istilah resistensi
insulin.
1
Dalam Diabetes Care Januari 2010 kri-
teria terbaru dalam mendiagnosis dia-
betes adalah sebagai berikut
2
:
x
A1C > 6,5 %
x
FPG > 126 mg/dL (7 mmol/L),
puasa didefinisikan tidak adanya am-
bilan kalori sedikitnya selama 8 jam
x
2 jam glukosa plasma > 200 mg/
dL (11,1 mmol/L) selama OGTT de-
ngan asupan glukosa sebanding de-
ngan 75 glukosa anhydrous yang dila-
rutkan
x
Pasien dengan keluhan klasik hi-
perglikemia atau krisis hiperglikemia
dengan glukosa darah sewaktu > 200
mg/dL (11,1 mmol/L)
TUJUAN TERAPI GLIKEMIK PADA
PASIEN DEWASA ADALAH
2 :
x
Menurunkan kadar A1C di bawah
atau sekitar 7%, kadar tersebut menu-
runkan komplikasi mikrovaskuler dan
neuropati pada diabetes tipe 1 dan 2,
sehingga target A1C pada pasien de-
wasa nonpregnant untuk mencegah
komplikasi mikrovaskuler adalah < 7
%
x
Pada diabetes tipe 1 dan 2 dalam
masa uji klinik secara acak, kontrol
glikemik standar atau intensif tidak
secara bermakna menurunkan risiko
CVD (Cerebrovascular disease), tetapi
dalam follow up jangka panjang men-
capai target A1C di bawah atau sekitar
7% segera setelah diagnosis diabetes
menurunkan risiko CVD. Hingga dida-
patkan bukti lebih lanjut, tujuan A1C
di bawah 7% menjadi alasan rasional
menurunkan risiko komplikasi makro-
vasular.
Terapi farmakologis pada pasien DM
tipe 2 diberikan bila target glukosa
darah belum tercapai dengan peng-
aturan makan dan latihan jasmani saja.
Terapi farmakologis berupa obat hipo-
glikemik oral (OHO), insulin atau terapi
kombinasi OHO dan insulin.
1
Berikut ini informasi profil dari salah satu
OHO yaitu Pioglitazone hydrochloride.
Pioglitazone hydrochloride merupa-
kan OHO golongan thiazolidinediones
(TZD), bekerja menurunkan kadar gula
darah dengan menurunkan resistensi
Obat Hipoglikemik Oral : Pioglitazone HCl
(RS)-5-(4-[2-(5-ethylpyridin-2-yl)ethoxy]benzyl)thiazolidine-2,4-dione
insulin melalui cara mengaktifkan re-
septor spesifik yaitu peroxisome pro-
liferator activated receptor gamma
(PPAR-
J), yang terdapat pada hati,
otot dan paling banyak pada jaringan
adiposa. PPAR-
J berperan penting
mengatur berbagai gen dalam meta-
bolisme karbohidrat dan lemak. Peng-
aturan oleh PPAR-
J akan menurunkan
lipolisis, menurunkan tumor necrosis
factor-
D, menurunkan asam lemak be-
bas dan meningkatkann adiponektin,
yang pada akhirnya akan meningkat-
kan sensitivitas dari insulin di hati, ja-
ringan lemak dan otot.
3
INFO PRODUK
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 232
3/26/2010 1:49:52 PM
background image
233
| APRIL 2010
INFO PRODUK
SKEMA KERJA PIOGLITAZONE:
Pioglitazone sejak tahun 2007 telah
diakui oleh ADA (American Diabetes
Association) sebagai terapi diabe-
tes tipe 2 terapi tunggal atau dalam
kombinasi dengan sulfonilurea atau
metformin bila pemberian salah satu
OHO tersebut tidak memberikan kon-
trol gula darah yang baik.
4
Pioglitazone dengan dosis awal pem-
berian 15 atau 30 mg /hari secara far-
makokinetik bebas diberikan dengan
atau tanpa makanan dengan dosis
yang aman diberikan pada pasien usia
lanjut maupun pada pasien dengan
gangguan fungsi ginjal.
4
Kerja pioglitazone meningkatkan
sensitivitas insulin di jaringan perifer
tanpa mempengaruhi fungsi sel beta
pankreas sehingga hipoglikemia ja-
rang terjadi, kecuali dalam kombinasi
dengan OHO lain seperti metformin
atau golongan sulfonilurea.
4
Efek lain OHO pioglitazone adalah
REFERENSI
1. PERKENI. Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia.2006.
2. Executive Summary : Standards of Medical Care in Diabetes -2010
3. Gillies PS, Dunn CJ. Pioglitazone.
4. Cheng AYY, Fantus GI. Oral Antihyperglycemic Therapy for Type 2 Diabetes Mellitus.CMAJ 2005;172(2):213-26
penghambatan atherosklerosis; da-
lam uji klinik PROactive 04, substudi
yang melibatkan 984 pasien DM tipe 2
yang mengalami serangan stroke dan
4.254 pasien DM tipe 2 tanpa serang-
an stroke yang mendapatkan pioglita-
zone 30-45 mg, menunjukkan pioglita-
zone bermanfaat mengurangi stroke
fatal dan non fatal pada pasien yang
mengalami serangan stroke dan meng-
urangi angka kematian akibat gang-
guan kardiovaskuler seperti infark fatal
maupun non fatal.
4
(ARI)
Pioglitazone
Adiposa
Otot
Aktivasi PPAR-
Aktivasi PPAR-
Aktivasi PPAR-
Hati
Modifikasi gen
Ekspresi/transaksi
È Lipolisis
È Asam lemak bebas
È TNF-D
È Leptin
Ç Adinopectin
Meningkatkan sensitivitas
insulin
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 233
3/26/2010 1:49:53 PM