384
lAPoRAn KhuSuS
|
a g u s t u s 2 0 0 9
lAPoRAn KhuSuS
385
|
a g u s t u s 2 0 0 9
ANTI AGING & Regenerative Medicine
dan teknologinya yang terus berkem-
bang dewasa ini dapat mendeteksi secara
dini, mencegah dan mengobati bahkan
membalikkan berbagai penyakit karena
penuaan. Perhimpunan Kedokteran Anti-
Penuaan Indonesia (PERKAPI) sebagai
perhimpunan seminat di bawah IDI yang
mengkhususkan diri dalam mempelajari
dan menyebarluaskan upaya medis dalam
pencegahan penuaan kepada para dokter
di Indonesia, terpanggil bersama-sama
dengan Perhimpunan Dokter Spesialis
Kedokteran Olahraga (PDSKO) menye-
lenggarakan suatu acara guna memberikan
informasi kepada para dokter Indonesia.
Simposium kali ini menyorot tiga aspek
dari beberapa aspek penting dalam proses
penuaan bersama upaya-upaya medis apa
saja yang dapat mengatasi proses penuaan,
atau mencegah proses penuaan dini, yaitu :
upaya dengan terapi sulih hormon, upaya
dengan terapi stem cell dan upaya penang-
gulangan obesitas.
Acara yang dimulai pukul 09.00 pagi di-
awali sambutan oleh ketua panitia Prof Dr
Walujo Soerjodibroto MSc, PhD, SpGK(K)
yang menegaskan bahwa tujuan diselengg-
arakannya "Simposium & Pameran Ilmiah
Nasional PERKAPI" ini untuk memberi-
kan pengetahuan yang benar kepada para
dokter tentang konsep anti aging medicine
dan terapi sulih hormon serta terapi lain
dalam upaya pencegahan penuaan.
Selain itu, kata Prof. Waluyo, tujuan
kedua dari diadakannya simposium ini
adalah untuk meningkatkan pengetahuan
yang benar kepada para dokter mengenai
pentingnya pencegahan dan penanggu-
langan obesitas dalam upaya pencegahan
proses penuaan.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan
pembukaan yang dilaksanakan oleh ketua
PERKAPI, Prof. Dr. Yahya Kisyanto, PhD,
SpJP, SpPD, FACC yang melaporkan bahwa
dalam simposium tersebut telah memasuk-
kan juga topik yang up to date yaitu kedok-
teran regeneratif, khususnya mengenai
perkembangan terbaru terapi Stem Cell (sel
punca) dalam Kedokteran Anti Penuaan
dan Kedokteran Regeneratif.
Tampil sebagai pembicara ilmiah pada
sesi pertama hari pertama adalah Prof. DR.
Dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FACC,
Wakil Ketua Umum PERKAPI, yang men-
jelaskan mengenai manfaat anti-aging me-
dicine untuk mengembangkan kualitas hi-
dup masyarakat, dengan prinsip anti aging
yaitu mendeteksi secara dini, mencegah,
dan mengobati berbagai penyakit karena
penuaan.
Dalam anti-aging medicine dikenal usia
kronologis yang sesuai dengan tahun kela-
hiran dan usia fisiologis, dilihat dari usia
biologis sel/organ tubuh. Diharapkan lewat
upaya-upaya anti aging, seseorang yang be-
rusia tua bisa tetap memiliki organ tubuh
berusia muda.
Beberapa prinsip dalam
anti-aging
medicine (AAM) yaitu menjalankan gaya
hidup sehat, olahraga teratur, istirahat cu-
kup dan melakukan
check up secara rutin.
Proses penuaan sendiri merupakan proses
rumit yaitu terjadinya kemunduruan se-
luruh jaringan tubuh, baik secara anato-
mis ataupun segi fungsi organ-organ yang
bersangkutan. Berbagai keluhan kesehatan
atau penyakit dapat disebabkan oleh dam-
pak terjadinya proses penuaan.
Masih menurut Guru Besar dari FK
Udayana Bali tersebut, saat ini fakta me-
Simposium & Pameran Ilmiah Nasional
Kedokteran Anti Penuaan dan
Kedokteran Regeneratif 2009
Jakarta 18 19 Juli 2009
nunjukkan ada persepsi kurang benar
mengenai anti aging medicine. Sebagian
besar klinik di Indonesia mengklaim me-
lakukan upaya medis yang disebut terapi
pencegahan penuaan. Oleh karenanya san-
gat penting dan urgen peran PERKAPI se-
bagai perhimpunan seminat para dokter di
bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia
(IDI) melakukan sosialisasi dan menyebar-
luaskan upaya medis dalam pencegahan
penuaan kepada para dokter di Indonesia.
Ketua Panitia Simposium dan Pameran
Ilmiah Nasional PERKAPI, Prof Walujo
Soerjodibroto SpGK menambahkan, upaya
pencegahan penuaan dini tidak hanya di-
fokuskan dari sisi estetika atau kecantikan
kulit, melainkan menyangkut bagaimana
menjaga agar fungsi-fungsi organ dalam
tubuh tidak menurun. "Jadi, masalah ke-
dokteran anti penuaan meliputi lintas disi-
plin ilmu kedokteran," ujarnya.
Turut berbicara pada hari pertama
dalam simposium nasional tersebut ada-
lah Prof.DR. Dr. Ichramsyah A Rachman,
SpOG yang menjelaskan mengenai Terapi
Sulih Hormon pada wanita, Dr. Retno S
Trenggono, SpKK (K) yang menerangkan
tentang Peran Cosmeceutical dalam Anti
Aging Kulit, Dr. Caroline T Sardjono, PhD
yang menerangkan tentang Perkemban-
gan Terbaru Stemcell Therapy dalam Anti
Aging and Regenerative Medicine, Prof.
Dr. Suzanna Immanuel, SpPK (K) yang
menerangkan tentang Pemeriksaan Labo-
ratorium dalam Menunjang Growth Hor-
mone & Hormone Replacement Therapy.
Hari kedua dari acara yang dihadi-
ri oleh lebih dari 300 dokter yang datang
dari seluruh Indonesia, membahas topik
mengenai Penanggulangan Obesitas serta
Komplikasinya sebagai Salah Satu Upaya
Pencegahan Proses Penuaan Dini.
Sebagai pembicara pada hari kedua
adalah Dr. Victor Tambunan, MS, SpGK
yang menerangkan tentang Patologi Obe-
sitas dan Penyakit Penyerta serta Prinsip
Dasar Penanggulangannya. Dr. Suharti K
Suherman, SpFK (K) yang menerangkan
tentang Aspek Farmakologi Klinik dari
Beberapa Obat yang Kini Sering Dipakai
sebagai Anti Obesitas. Dr. Maryantoro Oe-
maryadi, SpPD, KEMD yang menerangkan
tentang Sindroma Metabolik dalam Obesi-
tas: Pencegahan dan Penanggulangannya.
Prof. Dr. Marzuki Suryaatmadja, SpPK (K)
yang membahas masalah Diagnosis Labo-
ratorium Sindroma Metabolik dan Obe-
sitas. Dr. Harimurti Listjianto, MBA yang
menerangkan tentang Management of
Obesity In The Era of Financial Crisis. Dr.
med Maya Surdjaja, DCS, MS, SPGK yang
membahas masalah Pendekatan Nonfarma-
kologik pada Overweight atau Obesitas dan
Dr. Reza Purwoko, SpKK yang menerang-
kan tentang Terapi Meso Estetis pada Kulit
sebagai bagian Terapi Anti Penuaan. n
Prof DR Dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS bersama Prof Waluyo saat berbicara kepada media dipandu oleh Dr Erik Tapan dari CDK.
Prof Dr Walujo Soerjodibroto MSc, PhD, SpGK(K) selaku Ketua Panitia Simposium PERKAPI saat membaca laporan.
384
lAPoRAn KhuSuS
|
a g u s t u s 2 0 0 9
lAPoRAn KhuSuS
385
|
a g u s t u s 2 0 0 9
ANTI AGING & Regenerative Medicine
dan teknologinya yang terus berkem-
bang dewasa ini dapat mendeteksi secara
dini, mencegah dan mengobati bahkan
membalikkan berbagai penyakit karena
penuaan. Perhimpunan Kedokteran Anti-
Penuaan Indonesia (PERKAPI) sebagai
perhimpunan seminat di bawah IDI yang
mengkhususkan diri dalam mempelajari
dan menyebarluaskan upaya medis dalam
pencegahan penuaan kepada para dokter
di Indonesia, terpanggil bersama-sama
dengan Perhimpunan Dokter Spesialis
Kedokteran Olahraga (PDSKO) menye-
lenggarakan suatu acara guna memberikan
informasi kepada para dokter Indonesia.
Simposium kali ini menyorot tiga aspek
dari beberapa aspek penting dalam proses
penuaan bersama upaya-upaya medis apa
saja yang dapat mengatasi proses penuaan,
atau mencegah proses penuaan dini, yaitu :
upaya dengan terapi sulih hormon, upaya
dengan terapi stem cell dan upaya penang-
gulangan obesitas.
Acara yang dimulai pukul 09.00 pagi di-
awali sambutan oleh ketua panitia Prof Dr
Walujo Soerjodibroto MSc, PhD, SpGK(K)
yang menegaskan bahwa tujuan diselengg-
arakannya "Simposium & Pameran Ilmiah
Nasional PERKAPI" ini untuk memberi-
kan pengetahuan yang benar kepada para
dokter tentang konsep anti aging medicine
dan terapi sulih hormon serta terapi lain
dalam upaya pencegahan penuaan.
Selain itu, kata Prof. Waluyo, tujuan
kedua dari diadakannya simposium ini
adalah untuk meningkatkan pengetahuan
yang benar kepada para dokter mengenai
pentingnya pencegahan dan penanggu-
langan obesitas dalam upaya pencegahan
proses penuaan.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan
pembukaan yang dilaksanakan oleh ketua
PERKAPI, Prof. Dr. Yahya Kisyanto, PhD,
SpJP, SpPD, FACC yang melaporkan bahwa
dalam simposium tersebut telah memasuk-
kan juga topik yang up to date yaitu kedok-
teran regeneratif, khususnya mengenai
perkembangan terbaru terapi Stem Cell (sel
punca) dalam Kedokteran Anti Penuaan
dan Kedokteran Regeneratif.
Tampil sebagai pembicara ilmiah pada
sesi pertama hari pertama adalah Prof. DR.
Dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FACC,
Wakil Ketua Umum PERKAPI, yang men-
jelaskan mengenai manfaat anti-aging me-
dicine untuk mengembangkan kualitas hi-
dup masyarakat, dengan prinsip anti aging
yaitu mendeteksi secara dini, mencegah,
dan mengobati berbagai penyakit karena
penuaan.
Dalam anti-aging medicine dikenal usia
kronologis yang sesuai dengan tahun kela-
hiran dan usia fisiologis, dilihat dari usia
biologis sel/organ tubuh. Diharapkan lewat
upaya-upaya anti aging, seseorang yang be-
rusia tua bisa tetap memiliki organ tubuh
berusia muda.
Beberapa prinsip dalam
anti-aging
medicine (AAM) yaitu menjalankan gaya
hidup sehat, olahraga teratur, istirahat cu-
kup dan melakukan
check up secara rutin.
Proses penuaan sendiri merupakan proses
rumit yaitu terjadinya kemunduruan se-
luruh jaringan tubuh, baik secara anato-
mis ataupun segi fungsi organ-organ yang
bersangkutan. Berbagai keluhan kesehatan
atau penyakit dapat disebabkan oleh dam-
pak terjadinya proses penuaan.
Masih menurut Guru Besar dari FK
Udayana Bali tersebut, saat ini fakta me-
Simposium & Pameran Ilmiah Nasional
Kedokteran Anti Penuaan dan
Kedokteran Regeneratif 2009
Jakarta 18 19 Juli 2009
nunjukkan ada persepsi kurang benar
mengenai anti aging medicine. Sebagian
besar klinik di Indonesia mengklaim me-
lakukan upaya medis yang disebut terapi
pencegahan penuaan. Oleh karenanya san-
gat penting dan urgen peran PERKAPI se-
bagai perhimpunan seminat para dokter di
bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia
(IDI) melakukan sosialisasi dan menyebar-
luaskan upaya medis dalam pencegahan
penuaan kepada para dokter di Indonesia.
Ketua Panitia Simposium dan Pameran
Ilmiah Nasional PERKAPI, Prof Walujo
Soerjodibroto SpGK menambahkan, upaya
pencegahan penuaan dini tidak hanya di-
fokuskan dari sisi estetika atau kecantikan
kulit, melainkan menyangkut bagaimana
menjaga agar fungsi-fungsi organ dalam
tubuh tidak menurun. "Jadi, masalah ke-
dokteran anti penuaan meliputi lintas disi-
plin ilmu kedokteran," ujarnya.
Turut berbicara pada hari pertama
dalam simposium nasional tersebut ada-
lah Prof.DR. Dr. Ichramsyah A Rachman,
SpOG yang menjelaskan mengenai Terapi
Sulih Hormon pada wanita, Dr. Retno S
Trenggono, SpKK (K) yang menerangkan
tentang Peran Cosmeceutical dalam Anti
Aging Kulit, Dr. Caroline T Sardjono, PhD
yang menerangkan tentang Perkemban-
gan Terbaru Stemcell Therapy dalam Anti
Aging and Regenerative Medicine, Prof.
Dr. Suzanna Immanuel, SpPK (K) yang
menerangkan tentang Pemeriksaan Labo-
ratorium dalam Menunjang Growth Hor-
mone & Hormone Replacement Therapy.
Hari kedua dari acara yang dihadi-
ri oleh lebih dari 300 dokter yang datang
dari seluruh Indonesia, membahas topik
mengenai Penanggulangan Obesitas serta
Komplikasinya sebagai Salah Satu Upaya
Pencegahan Proses Penuaan Dini.
Sebagai pembicara pada hari kedua
adalah Dr. Victor Tambunan, MS, SpGK
yang menerangkan tentang Patologi Obe-
sitas dan Penyakit Penyerta serta Prinsip
Dasar Penanggulangannya. Dr. Suharti K
Suherman, SpFK (K) yang menerangkan
tentang Aspek Farmakologi Klinik dari
Beberapa Obat yang Kini Sering Dipakai
sebagai Anti Obesitas. Dr. Maryantoro Oe-
maryadi, SpPD, KEMD yang menerangkan
tentang Sindroma Metabolik dalam Obesi-
tas: Pencegahan dan Penanggulangannya.
Prof. Dr. Marzuki Suryaatmadja, SpPK (K)
yang membahas masalah Diagnosis Labo-
ratorium Sindroma Metabolik dan Obe-
sitas. Dr. Harimurti Listjianto, MBA yang
menerangkan tentang Management of
Obesity In The Era of Financial Crisis. Dr.
med Maya Surdjaja, DCS, MS, SPGK yang
membahas masalah Pendekatan Nonfarma-
kologik pada Overweight atau Obesitas dan
Dr. Reza Purwoko, SpKK yang menerang-
kan tentang Terapi Meso Estetis pada Kulit
sebagai bagian Terapi Anti Penuaan. n
Prof DR Dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS bersama Prof Waluyo saat berbicara kepada media dipandu oleh Dr Erik Tapan dari CDK.
Prof Dr Walujo Soerjodibroto MSc, PhD, SpGK(K) selaku Ketua Panitia Simposium PERKAPI saat membaca laporan.