background image
CDK 168/vol.36 no.2/Maret - April 2009
135
I N F O P R O D U K
CEREMAX
®
( Nimodipine - Cerebral Vasodilator )
Vasospasme serebral merupakan kondisi yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas pasien SAH
(subarachnoid hemorrhage). Vasospasme yang terjadi pada pembuluh darah serebral ini merupakan suatu
kondisi yang terjadi pada sekitar 20% - 30% pasien SAH, biasanya terjadi pada hari ke-4 sampai hari ke-14;
dengan kata lain vasospasme ini terjadi pada dua minggu pertama setelah SAH. Vasospasme serebral ini akan
menyebabkan iskemia untuk kedua kalinya atau sering disebut sebagai iskemia sekunder pada jaringan serebral,
yang turut berkontribusi terhadap peningkatan risiko kematian sekitar 3 kali lebih besar atau memperberat defisit
neurologis yang sudah ada sebelumnya.
M
ekanisme vasospasme ini belum diketahui pasti, namun adanya
oxyhemoglobin (oxyHb) diperkirakan memberikan kontribusi terhadap
terjadinya vasospasme yang akan menyebabkan perlambatan perbaikan
defisit neurologis. Oxyhemoglobin (oxyHb) ini terbentuk akibat proses lisis
bekuan darah di ruang subarakhnoid yang terbentuk akibat ruptur aneurisma.
Mekanisme oxyhemoglobin (oxyHb) dalam memberikan efek vasospasme
belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan melalui kemampuan
menekan aktivitas saluran kalium, meningkatkan masuknya kalsium,
meningkatkan aktivitas protein kinase C, dan Rho kinase.
Gangguan sirkulasi akibat vasospasme serebral pasca SAH ini dapat diperbaiki
dengan tindakan pembedahan atau medikamentosa atau kombinasi keduanya.
Tindakan pembedahan memberikan efek yang permanen, namun keku-
rangannya adalah hanya dapat dilakukan oleh tenaga ahli dan hanya pada
daerah atau pembuluh darah besar dan mudah dicapai. Sedangkan secara
medikamentosa dapat dengan obat-obat vasodilator khususnya yang mem-
punyai efek vasodilator serebral. Keuntungan pemberian medikamentosa
yang mempunyai efek vasodilator ini adalah dapat mengenai ataupun mem-
berikan efek terhadap tidak hanya pembuluh darah besar namun juga pada
pembuluh darah kecil yang sulit dicapai dengan tindakan bedah. Salah satu
terapi medikamentosa yang direkomendasikan untuk mencegah vasospasme
pada pasien SAH adalah nimodipine, suatu antagonis saluran kalsium.
CEREMAX
TM
Profil farmakologi
CEREMAX dengan kandungan zat aktif nimodipine merupakan peng-
hambat saluran kalsium yang akan menghambat masuknya ion kalsium ke
dalam sel otot polos pembuluh darah; hambatan saluran kalsium tersebut
akan menghambat terjadinya vasospasme pada pembuluh darah. Sifat
kelarutan nimodipine dalam lemak yang tinggi memungkinkan nimodipine
bekerja pada pembuluh darah serebral. Selain itu nimodipine mempunyai
afinitas dan selektivitas yang tinggi terhadap saluran ion kalsium pembuluh
darah serebral yang ditunjukkan dengan IC50 nimodipine yang sangat kecil
jika dibandingkan dengan penghambat saluran kalsium lain, sehingga dapat
dikatakan bersifat vasodilator serebral selektif. Dengan selektivitas yang tinggi
inilah nimodipine juga memberikan efek menguntungkan yaitu meningkat-
kan perfusi serebral melalui vasodilatasi, dengan efek penurunan tekanan
darah sistemik minimal.
Pada hewan coba, pemberian nimodipine pada iskemi serebral mampu
memperbaiki defisit neurologi tanpa meningkatkan tekanan intrakranial
dan kejadian edema serebri. Nimodipine 10 ug/kgBB yang diberikan
intrakarotis meningkatkan aliran darah serebral sebesar 50%. Aliran darah
serebral lebih tinggi jika dibandingkan dengan femoral. Dosis nimodipine
0,3 - 2,4 ug/ kgBB/menit selama 20 menit akan meningkatkan aliran
darah serebral dengan efek penurunan darah sistemik minimal. Dosis 0,4 -
1 mg/jam memberikan efek penurunan tekanan darah rata-rata diastolik
sebesar 2 mmHg, sedang pada dosis 2 mg/ jam terjadi penurunan tekanan
rata-rata diastolik sebesar 5 mmHg. Pada pasien SAH yang diberi nimodipine
iv (2 mg/ kg/ menit) selama 7 hari dan dilanjutkan dengan peroral 60 mg 4
x sehari selama 7 hari diperoleh data: kadar nimodipine plasma: 36 - 72
ug/L, bioavailabilitas peroral diperkirakan sekitar 3%, Tmax: 1 jam (po),
kadar dalam CSF : 0,3 Ø 0,2 ug/ L, waktu paruh : 8 - 9 jam, dan eliminasi
terutama melalui ginjal.
Indikasi
Ceremax
TM
(nimodipine) diindikasikan untuk perbaikan neurologis dengan
mengurangi insidens dan keparahan defisit iskemik pada pasien perdarahan
subarakhnoid baik akibat aneurisma intrakranial maupun akibat trauma
(tingkat Hunt & Hess I V).
Dosis dan Cara Penggunaan
Ceremax
TM
harus diberikan secepat mungkin dalam waktu 4 hari setelah
diagnosis SAH ditegakkan Pemberian intravena dengan dosis awal 5 ml/jam
(ekivalen dengan 1 mg Nimodipine)/jam selama 2 jam pertama atau kira-kira
15 mg/kgBB/jam. Bila tidak terjadi penurunan tekanan darah sistemik dosis
dinaikkan menjadi 10 mL/jam IV. Co-infusion: 40 mL/jam. Infus diteruskan
7-10 hari. Pemberian perinfus ini dianjurkan menggunakan pompa infus
untuk mendapatkan dosis yang lebih akurat dan sebaiknya dibarengi cairan
penyerta dalam satu instalasi infus (three way stopcock), dengan perbandingan
volume 1:4 untuk mencegah pengristalan. Dan karena nimodipine merupakan
produk yang sensitif terhadap cahaya maka sebaiknya selang infus diganti
setiap 24 jam. Setelah pemberian perinfus, dapat dilanjutkan pemberian
nimodipine tablet.
Efek samping
Pemberian nimodipine (iv - vena perifer), dengan dosis 1 mg/ jam masih di-
toleransi dengan baik. Efek samping penurunan tekanan darah sekitar 4%.
Efek samping lain < 1%, di antaranya: gatal, berdebar-debar, mual, flushing, dsb.
Kesimpulan
Ceremax
TM
dengan kandungan zat aktif nimodipine yang merupakan
antagonis saluran kalsium merupakan preparat yang dapat digunakan untuk
mencegah vasospasme serebral akibat SAH dengan efektivitas yang sudah
terbukti serta dengan efek samping yang masih dapat ditoleransi.
(TMB)
Referensi:
1. Sarrafzadeh AS, Haux D, Lüdemann L et al. Cerebral Ischemia in Aneurysmal Subarachnoid Hemorrhage A
Correlative Microdialysis-PET Study. Stroke 2004;35:638-643.
2. Link TE, Murakami K, Beem-Miller M, et al. Oxyhemoglobin-Induced Expression of R-Type Ca2_Channels in Cerebral
Arteries.
Stroke
2008;39;2122-2128.
3. Haws CW, Gourley JK, Heistad D. Effects of Nimodipine on Cerebral Blood Flow. J. Pharmacol. and Experiment.
Therapeut.
1982:225(1):24-9.
4. Scriabine A, Schuurman T, Traber T. Pharmacological basis for the use of nimodipine in central nervous system
disorders. FASEBJ 1989; 3: 1799-1806.
5. Biondi A, Ricciardi GK, Puybasset L. Intra-Arterial Nimodipine for the Treatment of Symptomatic Cerebral Vasospasm
after Aneurysmal Subarachnoid Hemorrhage: Preliminary Results. Am J Neuroradiol 2004; 25:10671076.