Benda Asing di Saluran Nafas
Sugito, HMM Tarigan, LS Soeroso, RS Parhusip
Bagian Ilmu Penyakit Paru, Fakultas Kedokteran Sumatera Utara
UPF Paru Rumah Sakit Dr Pirngadi, Medan
ABSTRAK
Kasus-kasus terinhalasi benda asing di saluran nafas terutama terjadi pada
anak. Untuk menegakkan diagnosis tidaklah begitu sukar, bila kita waspada terhadap
gejala-gejala yang timbul dan juga terutama bila pada anamnesis ada batuk-batuk, sesak
nafas dan mengi sesudah penderita tersedak ketika makan.
Beratnya gejala yang timbul tergantung dari lokalisasi, besar dan jenis benda
asing tersebut. Jenis kacang-kacangan menimbulkan gejala peradangan yang hebat,
akibat zat-zat yang dikeluarkan, dan dikenal sebagai
vegetal
atau
arachidic bronchitis.
Apabila kasus-kasus benda asing ini cepat didiagnosis dan ditanggulangi
dengan baik, maka hasilnya juga baik dan kerusakan paru dapat dihindarkan.
PENDAHULUAN
Benda asing pada saluran nafas adalah suatu hal yang
sering juga dijumpai pada anak-anak. Anak laki-laki terinhalasi
benda asing dua kali lebih banyak daripada anak perempuan,
dan kira-kira 80% dari penderita adalah anak-anak di bawah
umur 4 tahun. Kacang tanah dan kacang kacangan lainnya yang
dapat dimakan, merupakan kasus yang terbanyak didapat dan
letaknya di bronkhus kanan sedikit lebih banyak daripada
di bronkhus kiri.
GEJALA
Gejala klinis yang terjadi tergantung dari letak benda
asing tersebut di saluran nafas. Gejala-gejala ini penting
untuk diketahui, supaya diagnosis dapat ditegakkan secepatnya
untuk mencegah kerusakan saluran nafas yang lebih parah.
Terdapat 5 tanda-tanda klinis yang penting yaitu :
1)
Wheezy bronchitis (asma)
Batuk-batuk,
wheeze
dan demam adalah gejala yang
umum pada penderita terinhalasi benda asing. Diagnosis
wheezy
98 Cermin Dunia Kedokteran, Edisi Khusus No. 80, 1992
bronchitis
haruslah dipertanyakan lebih dalam pada anak-anak,
bila hal ini terjadi tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala selesma,
atau bila sebelumnya tidak ada serangan seperti ini, atau
tidak terdapat riwayat alergi serta bila rhonkhi pada inspirasi
dan ekspirasi yang tidak menyeluruh pada kedua paru.
2)
Resolusi yang gagal dari infeksi akut
Bila benda asing tidak segera diambil, maka infeksi
saluran nafas yang akut terjadi di bagian distal dari obstruksi.
Infeksi ini manifestasinya seperti pneumonia, tetapi pada beberapa
kasus dapat sebagai infeksi saluran nafas yang tidak spesifik.
Resolusi yang lama dan tidak sempurna dari suatu pneu-
monia, lebih-lebih bila disertai dengan atelektasis paru, harus
dicurigai disebabkan oleh benda asing.
3)
Batuk khronis yang disertai dengan hemoptisis
Batuk khronis atau berulang dengan disertai hemoptisis
pada anak-anak tanpa penyakit paru suppurativa yang khronis,
sangat mungkin disebabkan oleh benda asing, lebih-lebih bila
terdapat juga atelektasis pada segmen atau lobus.
Biji rumput-rumputan adalah penyebab utama dari gam-
baran klinis ini dan biasanya biji-biji ini masuk ke bronchial
tree,
sehingga tidak terlihat sewaktu pemeriksaan bronkhoskopi.
4)
Batuk khronis disertai dengan gambaran atelektasis
Pada anak-anak dengan batuk khronis yang disertai gam-
baran atelektasis segmen atau lobar, haruslah waspada terhadap
adanya benda asing. Bila perbaikan secara klinis maupun
radiologis tidak nyata sesudah pengobatan dengan antibiotika
dan drainase postural, maka pemeriksaan bronkhoskopi harus
dilakukan.
5)
Kegagalan pernafasan
Beberapa penderita keadaan penyakitnya berlanjut
menyebabkan kegagalan pernafasan akut. Secara anamnestis
diperoleh keterangan tentang kegagalan pengobatan infeksi
saluran nafas yang akut, di mana terdapat juga benda asing di
dalamnya.
Pada pemeriksaan radiologis tampak gambaran atelektasis
dari salah satu lobus dan adanya hiperinflasi pada paru lainnya.
Kegagalan pernafasan terjadi karena berkurangnya ventilasi
secara akut.
RADIOLOGI
Beberapa benda asing bersifat radio-apaque
,
tetapi banyak
yang tidak. Pada penderita obstruksi bronkhus dapat terlihat
adanya gambaran hiper-inflasi atau atelektasis.
Walaupun pada pemeriksaan radiologis terdapat gambaran
yang normal, tetapi bila terdapat riwayat adanya inhalasi benda
asing, maka pemeriksaan brokhoskopi harus dilakukan.
Manifestasi terdapatnya benda asing di saluran nafas dapat
berbeda-beda seperti yang terlihat pada
gambar 1.
KASUS
Dari tahun 1977 - 1982 terdapat 5 kasus anak yang dikirim
ke Bagian Paru FK USU/R.S Pirngadi/B.P.4 Medan. Dan hasil
pemeriksaan didapati hasil sebagai berikut :
Kasus I
Seorang anak laki-laki berumur 51/2 tahun dikirim dari
Bagian Anak R.S. Pirngadi Medan, dengan keluhan batuk-batuk
dan demam. Dari anamnesis diperoleh keterangan bahwa 1 tahun
yang lalu os. tertelan sekrup sepeda. Selama 1 tahun ini os.
mengeluh batuk dan demam berulang-ulang serta sesak nafas
yang ringan, dan selama ini juga terus berobat tetapi tidak pernah
sembuh.
Pemeriksaan dilanjutkan dengan membuat foto thorax,
dan terlihat suatu benda asing di bronkhus utama kiri. Juga
terdapat atelektasis pada paru kiri lapangan atas dan tengah dan
bayangan jantung tentarik ke kiri.
Pada pemeriksaan bronkhoskopi tampak adanya obstruksi
bronkhus utama kiri oleh jaringan granulasi. Dengan per-
antaraan
scoop benda asing tersebut dapat dikeluarkan dari
jaringan granulasi tersebut. Ternyata benda asing tersebut
memang sekrup sepeda.
Kasus II
Seorang anak laki-laki berumur 2 tahun, dirawat di
Bagian Anak RS Pirngadi dengan batuk dan sesak nafas. Batuk
dan sesak timbul sesudah os. makan kacang. Pada pemeriksaan
juga terdengar wheeze. Dua hari kemudian os. dikirim ke Bagian
Paru.
Pada pemeriksaan foto thoraks terdapat gambaran emfi-
sema pada paru kanan. Pada pemeriksaan bronkhsokopi
tampak edema larings, rima glotis sembab dan tertutup oleh
sekret warna putih, demikian juga trakhea penuh dengan
sekret putih dan pads bronkhus utama kanan maupun kiri
tidak tampak adanya kacang.
Kemudian sekret dibersihkan dengan jalan diaspirasi dan
os. tampak membaik beberapa hari kemudian. Selama perawatan
os. diberikan antibiotika dan kortikosteroid.
Kasus III
Seorang anak laki-laki berumur 31/2 tahun dikonsulkan
dari Bagian THT RS. Pirngadi Medan dengan keluhan sesak
nafas. Sesak nafas ini timbul setelah kakak os. memberikan
sepotong jambu klutuk. Di Bagian THT telah dilakukan
laringoskopi tetapi tak berhasil dikeluarkan.
Pads pemeriksaan os. sesak dan terdengar
wheeze
pada
parunya. Terdapat gambaran emfisematous pada paru kanan
dalam pemeriksaan foto thoraks.
Pads pemeriksaan bronkhoskopi tampak mukosa trakhea
dan bronchus hiperaemis dan sedikit edematous. Terlihat
adanya benda asing pada bronkhus utama kanan, dan diambil
dengan
scoop.
Benda asing tersebut temyata sepotong jambu
klutuk, seperti keterangan yang didapat dari anamnesis. Beberapa
hari kemudian penderita berangsur balk.
Kasus IV
Seorang anak laki-laki berumur 10 bulan, dikonsulkan
dari Bagian Anak RS. Pirngadi ke Bagian Paru dengan keluhan
batuk dan sesak nafas. Dari anamnesis didapat keterangan
Cermin Dunia Kedokteran, Edisi Khusus No. 80, 1992
99
bahwa 2 hari yang lalu os. diberi makan kacang oleh kakaknya,
sesudah itu lalu os. batuk dan sesak nafas.
Pada pemeriksaan terlihat os. sesak nafas dan terdengar
wheeze
pada parunya.
Pemeriksaan foto thoraks terlihat bayangan emfisematous
pada paru kanan, lalu dilakukan pemeriksaan bronkhoskopi.
Tampak trakhea dan bronkhus utama kanan dan dikeluarkan
dengan
scoop
ternyata kacang tejin.
Beberapa hari kemudian os. berangsur-angsur baik.
Kasus V
Seorang anak perempuan berumur 2 tahun dikonsulkan
dari Bagian THT RS. Pirngadi Medan ke Bagian Paru. Os.
batuk-batuk dan sesak nafas. Dari anamnesis diperoleh kete-
rangan bahwa os. menjadi batuk dan sesak nafas setelah makan
kacang dua hari yang lalu.
Pads pemeriksaan terlihat os. sesak dan batuk-batuk serta
terdengar wheeze pada parunya. Telah dilakukan laringoskopi di
Bagian THT tetapi tak berhasil. Pada pemeriksaan foto thoraks
terlihat gambaran emfisematous pads kedua paru. Kemudian
dilakukan pemeriksaan bronkhoskopi, terlihatlah larynx, trakhea
dan bronkhus hiperemis dan oedematous. Pads trakhea terlihat
benda asing dan dikeluarkan dengan
scoop
dan ternyata adalah
kacang.
DISKUSI
Diagnosis biasanya tidaklah sukar bila si anak segera datang
sesudah inhalasi terjadi. Wheeze adalah gejala yang menonjol,
di samping batuk dan sesak nafas, di mana
corpus
alienum
menyebabkan obstruksi dan hiperinflasi paru. Haruslah selalu
waspada akan adanya benda asing pada saluran nafas anak,
bila is dengan tiba-tiba mendapat wheezing, sedangkan
sebelumnya tidak pemah menderita asma.
Keterlambatan menegakkan diagnosis, biasanya disebabkan
karena dokter tidak waspada terhadap gejala-gejala tersebut,
seperti yang dialami oleh penderita I. Hal-hal yang lain adalah
bila kejadian inhalasi tidak terlihat oleh orang tua si anak atau
si penjaga anak. Keadaan ini meliputi kira-kira 40% kasus
yang mengalami keterlambatan diagnosis dan hal ini lebih
sering dialami pada anak-anak yang berumur lebih dari 5 tahun,
karena pengawasan terhadap si anak memang sudah berkurang.
Pads kira-kira 50% dari kasus hal ini disebabkan oleh orang
tua si penderita tidak mengambil perhatian yang serius terhadap
terjadinya batuk atau tersedak sewaktu anak makan atau adanya
makanan dalam mulut si anak. Dan sisanya kira-kira 10%, karena
dokter gagal menyatakan adanya benda asing dalam saluran
nafas seperti yang dilaporkan oleh orang tua si anak, dan
menyatakannya sebagai asma atau infeksi saluran nafas saja.
Mengenai ringan atau beratnya gejala, tergantung dari
lokalisasi, besar dan jenis benda asing tersebut. Gejala-gejala ini
100
Cermin Dunia Kedokteran, Edisi Khusus No. 80, 1992
semakin berat dan akut bila disertai reaksi peradangan yang
disebabkan oleh benda asing itu dan oleh zat-zat yang
dikeluarkannya seperti misalnya dari jenis kacang-kacangan
dan dikenal sebagai vegetal atau arachidic bronchitis seperti
yang terlihat pada kasus IV dan V.
Pads kasus I letak dari corpus alienum adalah di bronkhus
kiri, sedang pada kasus III dan IV terletak di bronkhus kanan
dan pada kasus ke V letak corpus alienum tersebut berada di
trachea. Hanya pada kasus ke II tidak dapat ditentukan adanya
benda asing tersebut.
Berdasarkan anatomi bronkhus, maka bronkhus kiri letak-
nya lebih datar dibandingkan bronkhus kanan, sehingga
kemungkinan tersangkutnya benda asing akan lebih banyak di
bronkhus kanan daripada bronkhus kiri. Demikian juga halnya
kasus-kasus yang dijumpai di sini.
Jenis kacang-kacangan ternyata merupakan kasus yang
terbanyak dari benda asing pads saluran nafas, tidak jelas mengapa
demikian tetapi kemungkinan adalah karena kegemaran
anak-anak akan kacang, sehingga kasus kecelakaannya juga
lebih banyak.
Apabila kasus-kasus terinhalasi benda asing ini cepat
didiagnosis dan dengan penanggulangan yang baik, umumnya
mempunyai prognosis yang baik. Keterlambatan diagnosis dan
penanggulangan akan mengakibatkan terjadinya kerusakan
yang irreversibel pada paru.
KESIMPULAN
Telah dibicarakan kasus-kasus benda asing pads saluran
nafas dengan penyebab yang berbeda-beda, demikian juga
manifestasi kliniknya. Pads kasus pertama penyebabnya adalah
sekrup sepeda dan pada kasus keempat dan kelima serta
mungkin juga pada kasus ke dua penyebabnya adalah kacang
dan pada kasus ketiga penyebabnya adalah jambu klutuk.
Pada kasus pertama dengan gejala batuk yang khronis
sedangkan kasus yang lainnya adalah dengan gejala yang akut.
Keterlambatan diagnosis telah terjadi pada kasus pertama,
karena si dokter gagal untuk menyatakan adanya bends asing
dalam saluran nafas.
Bila dari anamnesis diperoleh keterangan adanya kecela-
kaan benda asing pada saluran nafas, haruslah dilakukan
pemeriksaan foto thoraks dan bronkhoskopi.
Beberapa hari kernudian sipenderita berangsur-angsur baik
dan dibolehkan pulang.
KEPUSTAKAAN
1. Crefton, Douglass. Respiratory diseases 2nd ed, Blackwell, 1975. 379, 387,
695.
2. Hinshaw Diseases of the chest. 3rd ed Saunders - Igaku Shoin, 1969. 232 -
8.
3. Hinshaw, Murray Diseases of the Chest. 4th Ed. Holt - Saunders, 1980.607,
610-1.
4. Netter, The Ciba Collection. Volume 7. Respiratory system, 1979. 271-3.
5. Nelson Textbook of Pediatrics. loth Ed Saunders, 1975.
6. Williams, Phelan Respiratory illness in children. Blackwell Scient Publ,
1975.252-9.
Document Outline