230
| APRIL 2010
S
etelah hampir 2 jam perjalanan
dalam hujan lebat akhirnya kami
sampai juga di tempat praktek
Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo,
SpPD-KEMD, FACE. Setelah menung-
gu beberapa menit, kami menemui
beliau; dengan senyum ramah kami
dipersilakan duduk. "Wah saya tidak
asing lagi bertemu dengan Anda" tu-
tur Prof. Sidartawan.
Tempat prakteknya begitu nyaman
dan tertata rapih sehingga pasien pas-
ti merasa betah.
Mengawali wawancaranya. Profesor
kelahiran Amsterdam 55 tahun yang
lalu ini mengakui masuk kedokteran
tanpa cita-cita dan motivasi sedikit-
pun; ketika awal mendaftarkan diri
masuk Perguruan Tinggi Negeri untuk
memilih kedokteran ia mengaku hanya
ikut-ikutan saja.
Ketika umur 3 tahun, kedua orangtua
Prof. Sidartawan sudah meninggal
dunia; beliau tinggal bersama paman-
nya, seorang pelukis sehingga cukup
prihatin dan sangat sederhana dalam
kehidupan sehari-hari baik di rumah
dan di sekolah. "Seandainya saya
tidak diterima di Fakultas Kedokteran
Negeri mungkin saya tidak sekolah,"
ujar Prof Sidartawan. Saat itu sekolah
negeri gratis.
Setelah lulus di Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia tahun 1971, be-
liau diminta oleh Prof Utoyo Soekaton
untuk menjadi asistennya di Penyakit
Dalam; berlanjut dengan keinginan-
nya sendiri masuk pendidikan spesia-
lis, beliau lulus sebagai Spesialis Pe-
nyakit Dalam tahun 1984.
Beberapa tahun kemudian, karena ter-
ingat kedua orangtuanya dulu mening-
gal akibat diabetes, dokter yang hob-
bynya mendengarkan lagu jazz ini
melanjutkan ke Subspesialisasi En-
dokrinologi, Metabolik dan Diabetes
di Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Indonesia, dan
lulus tahun 1990.
Walau sibuk, dokter yang mempunyai
tiga putra ini selalu menyempatkan
waktu dengan keluarganya. Meskipun
dokter diperbolehkan praktek di tiga
tempat, "Saya bekerja hanya di dua
tempat saja yaitu di RSCM dan sore-
nya di RS Husada Jakarta," tutur Prof.
Sidartawan.
Prof. Sidartawan selalu mengikuti
perkembangan dunia kedokteran,
antara lain dengan mengikuti kursus
tambahan di Bangkok tahun 1981,
Singapura tahun 1984, Amsterdam
tahun 1988, di Jerman tahun 1992,
Denmark 1993, Swiss 1996 dan Ame-
rika Serikat tahun 1998. Masih belum
puas, beliau mengikuti program S3
untuk mendapatkan gelar Doktor da-
lam ilmu Kedokteran pada tahun 2004
dengan predikat Cum Laude. Tidak
lama kemudian pada tahun 2005 be-
liau mendapat kehormatan besar dari
Fakultas Kedokteran Universitas Indo-
nesia berupa pengangkatan sebagai
Guru Besar Tetap.
Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD-FACE
"Orang Tua DM Pemicu
menjadi Ahli Endokrin"
PROFIL
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 230
3/26/2010 1:49:49 PM
231
| APRIL 2010
PROFIL
RIWAYAT PEKERJAAN
Beliau pernah sebagai dokter umum
di RS Koja Tanjung Priok 1972-1977,
Kepala Dinas Transfusi Darah PMI Ca-
bang Jakarta Utara 1974 1977, Ketua
Sentral Informasi Pusat Diabetes dan
Lipid RSCM/FKUI 1992-2002. Anggota
Tim Penyusun dan Revisi DPHO PT
Askes 1994 sampai sekarang. Anggota
Tim Dokter Ahli Presiden RI 1995
1998, Penasehat Tim Dokter Ahli Pre-
siden RI 1988 2000. Kepala Instansi
Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
RS di RSCM 1996 2003, Koordinator
Pelayanan Medik/Masyarakat, Bagian
Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM 2000
2003 dan Koordinator Pelayanan/
Operasional, Departemen Penyakit
Dalam RSCM/FKUI 2004 -2007.
Selain itu ikut aktif di berbagai or-
ganisasi profesi baik di dalam negeri
maupun di luar negeri; di antaranya,
pernah sebagai Sekretaris Umum Ikat-
an Lulusan Universitas Indonesia FKUI
1994-2004. Ketua Bidang Ilmiah Pen-
gurus Besar Ikatan Dokter Indonesia
(PBIDI), Ketua Bidang Ilmiah dan Edu-
kasi Pengurus Besar Persadia 2000-
2003, Ketua Umum Pengurus Besar
Perkumpulan Endokrinologi Indonesia
(PERKENI) dua periode 2000 2003
dan 2003 2006. Sekretaris Jenderal
Pengurus Besar Perhimpunan Ahli
Penyakit Dalam (PAPDI) 2003 2006.
Ketua II Pengurus Besar Himpunan
Studi Obesitas Indonesia (HISOBI)
2002 2007 dan Ketua Umum Pengu-
rus Besar Persatuan Diabetes Indone-
sia (PERSADIA) 2005 2007.
Di lingkungan internasional beliau
pernah menjadi Ketua Asean Diabetes
Educators Association, Ketua Asean
Federation of Endocrinology Societies
(AFES), Editorial Board Medical Prog-
ress Journal, Executive Board Mem-
ber, International Association for the
Study of Obesity (IASO) dan kegiatan
lainnya sebagai anggota.
Prof. Sidartawan pernah mempresenta-
sikan 8 makalah bidang diabetes, obesi-
tas dan lipidologi antara lain di Helsinki
(IDF), Hanoi, Ho Chi Minh City (Diabetes
Society), Kuala Lumpur (NADI), Kobe
(Molecular Diabetology), Bangkok
(AFES) dan Bali (AFES), sedangkan di
dalam negeri sebanyak 149 makalah su-
dah dipresentasikan. Satu lagi prestasi
yang sangat dibanggakan adalah peng-
hargaan sebagai penulis terbaik kedok-
teran di Majalah Kedokteran Indonesia.
Prof. Sidartawan baru saja pensiun
tahun ini, tetapi masa kerjanya diper-
panjang sebagai staf pengajar di FKUI.
(REDAKSI)
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 231
3/26/2010 1:49:50 PM