background image
474
| AGUSTUS 2010
RINITIS ALERGI
Rinitis alergi adalah suatu kondisi infl a-
masi membran mukosa hidung yang
ditandai dengan gejala bersin, rinore,
kongesti hidung dan gatal pada hi-
dung akibat paparan alergen. Preva-
lensi rinitis alergi mencapai hampir
20 persen di populasi umum. Rinitis
alergi menyebabkan dampak yang
berat dan menurunkan kualitas hidup
penderitanya.
Pada rinitis alergi, paparan alergen
inisial akan mengaktifasi sel B men-
jadi sel plasma yang memproduksi
antibodi IgE (fase sensititasi). IgE yang
diproduksi akan menempel pada re-
septor IgE pada membran sel mast.
Pada paparan alergen yang ke dua
dan selanjutnya, alergen akan men-
empel pada dua molekul IgE yang te-
lah menempel pada sel mast. Aksi ini
akan memicu degranulasi sel mast dan
pengeluaran berbagai mediator kimia
seperti histamin, leukotrien dan lain-
nya (fase alergi).
Ada beberapa cara pengobatan rini-
tis alergi yaitu penghindaran alergen,
terapi simtomatik dengan antihistamin
dan dekongestan baik tunggal mau-
pun kombinasi dan terapi bedah (mis-
al konkotomi). Terapi penghindaran
alergen sangat sulit dilakukan karena
sangat banyaknya alergen di lingkun-
gan sekitar terutama alergen inhalan.
Antihistamin dan dekongestan dalam
bentuk tunggal maupun kombinasi
masih merupakan pilihan terapi untuk
pasien rinitis alergi.
FEXOFED
®
Fexofed
®
merupakan produk dengan
kandungan zat aktif kombinasi fexofe-
nadine 60 mg lepas cepat (immediate
release) dan pseudoephedrine 120 mg
lepas lambat (extended release), terse-
dia dalam bentuk kaplet lepas lambat.
Fexofenadine merupakan antihistamin
generasi ke tiga yang diindikasikan un-
tuk pasien rinitis alergi. Karena sifatnya
yang sangat selektif terhadap reseptor
histamin perifer, kemungkinan fexofe-
nadine menyebabkan efek samping
mengantuk sangat kecil.
Pseudoephedrine merupakan obat
golongan simpatomimetik amin aktif
yang bekerja sebagai dekongestan.
Pseudoephedrine secara efektif dapat
meredakan sumbatan hidung akibat
rinitis alergi.Sebuah studi meta-ana-
lisis yang mempelajari efek samping
pseudoephedrine menyimpulkan ba-
hwa pada dosis yang dianjurkan kecil
kemungkinan menyebabkan pening-
katan tekanan darah dan denyut jan-
tung.
Fexofed
®
diindikasikan untuk mereda-
kan gejala yang berhubungan dengan
rinitis alergi pada dewasa dan anak 12
tahun. Efektif mengatasi gejala bersin,
pilek, gatal pada hidung/langit-langat
mulut (palatum dan atau tenggorokan),
gatal/berair/kemerahan pada mata dan
hidung tersumbat.
Fexofed
®
diberikan satu kaplet dua
kali sehari, diminum dengan air saat
perut kosong ; penggunaan Fexofed
®
bersamaan saat makan sebaiknya di-
Terapi Rinitis Alergi dengan Kombinasi
Fexofenadine dan Pseudoephedrine
Gambar 1. Patofi siologi alergi
INFO PRODUK
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 474
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 474
7/23/2010 10:34:36 PM
7/23/2010 10:34:36 PM
background image
475
| AGUSTUS 2010
hindari karena makanan akan meng-
ganggu penyerapannya. Dosis satu
tablet sekali sehari dianjurkan sebagai
dosis awal untuk pasien dengan penu-
runan fungsi ginjal. Fexofed
®
harus
ditelan utuh, jangan dikunyah atau
dihancurkan (digerus) karena dapat
menyebabkan inaktifnya kandungan
Fexofed
®
.
Fexofed
®
hadir dengan keunggulan:
· Zat aktif fexofenadine dalam Fex-
ofed
®
merupakan antihistamin
generasi ke tiga dengan efek
samping sedasi sangat minimal
dan efektif meredakan gejala rini-
tis alergi.
· Zat aktif pseudoephedrine lepas
lambat dalam Fexofed
®
menjamin
efek dekongestan jangka panjang
dan dapat mengurangi frekuensi
pemakaian.
· Kombinasi dua zat aktif anti-
histamin generasi ke tiga den-
gan pseudoephedrine sebagai
dekongestan dalam fexofenadine
tidak saling berinteraksi dan se-
cara sinergis meredakan gejala-
gejala yang berkaitan dengan rini-
tis alergi dan kondisi rinitis lainnya
yang membutuhkan antihistamin
dan dekongestan.
· Fexofed
®
relatif aman dan dapat
ditoleransi baik.
(ASL)
REFERENSI
1. Togias AG. Systemic immunologic and infl am-
matory aspects of allergic rhinitis. J Allergy
Clin Immunol. Nov 2000;106(5):S247-50
2. Valet RS, Fahrenholz JM. Allergic rhinitis: up-
date on diagnosis. Consultant 2009;49:610-
613
3. Dicpinigaitis PV, Gayle YE. Effect of the sec-
ond-generation antihistamin, fexofenadine,
on cough refl ex sensitivity and pulmonary
function. Br.J. Clin. Pharmacol. 2003; 56 (5):
501­4.
4.
Pratt, Brown, Rampe, Mason, Russell, Reynold,
et al. Cardiovascular safety of fexofenadine
HCl. Clin. and Experiment. Allergy 2001;29:
212-6
5. Kaliner, White, Economides, Crisalida, Hele,
Liao, et al. Relative potency of fexofenadine
HCl 180 mg, loratadine 10 mg, and pla-
cebo using a skin model of wheal-and-fl are
suppresion. Ann Allergy Asthma Immunol.
2003;90(6):629-34
6.
Vena GA, Cassano N, Filieri M, Filotico R, D'Ar-
gento V, Coviello C. Fexofenadine in chronic
idiopathic urticaria: a clinical and immunohis-
tochemical evaluation. Internat.J. Immunop-
athol. Pharmacol. 200215 (3): 217­224.
7. Salerno SM, Jackson JL, Berbano EP. Effect of
Oral Pseudoephedrine on Blood Pressure and
Heart Rate: A Meta-analysis. Arch Intern Med.
2005;165:1686-1694.
INFO PRODUK
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 475
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 475
7/23/2010 10:34:40 PM
7/23/2010 10:34:40 PM