CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
301
L A P O R A N K H U S U S
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
302
L A P O R A N K H U S U S
I
ndustri sel punca adalah industri yang sangat menjanjikan.
Bukan tidak mungkin, perputaran uang di bisnis ini bisa
mencapai milyaran bahkan trilyunan rupiah (per tahun di
Indonesia). Nilai yang terlihat cukup besar ini, tak lepas dari
teknologi yang digunakan. Masyarakat Indonesia akan menyesal
dan hanya bisa menjadi konsumen jika - saat ini menyia-
nyiakan kesempatan yang sangat besar untuk menjadi pemain
mengingat metode pengobatan ini di dunia baru saja mulai.
Salah satu kendala yang cukup signifikan untuk mewujudkan
cita-cita tersebut adalah keterbatasan sumber daya (manusia,
dana, dll). Untuk itulah, Asosiasi Sel Punca Indonesia (ASPI)
mengadakan seminar dengan tema, "Penelitian Multisenter
Sel Punca di Indonesia", pada hari Sabtu 30 Mei 2009 di Jakarta.
Tujuan seminar ini untuk mendata sumber daya yang ada di
setiap pusat penelitian sel punca di seluruh Indonesia, men-
diskusikan arah penelitian di tiap-tiap pusat sehingga bisa
mencegah duplikasi; dengan demikian bisa meningkatkan
efisiensi sumber daya sesuai penelitian. Artinya bisa saja
infrastruktur, informasi hingga sumber daya digunakan ber-
sama (penelitian multi senter). Diharapkan juga seminar ini
bisa dijadikan ajang pertemuan para akademisi, bisnis dan
pemerintah yang sering dikenal dengan istilah ABG.
Acara dimulai dengan kata pengantar Dewan Penasehat
ASPI, dr Boenjamin Setiawan Ph.D yang memaparkan sekilas,
riset-riset apa yang telah ada di dunia dan perbandingannya
dengan di Indonesia.
B
ertempat di hotel JW Marriott Surabaya, pada 28 30
Mei 2009 diselenggarakan Kongres Nasional Perkumpulan
Andrologi Indonesia (PANDI) ke X serta Perhimpunan Dokter
Spesialis Andrologi Indonesia (PERSANDI) Ke II.
Acara ini selain dihadiri oleh Kepala BKKBN Pusat Bp. Dr.
Sugiri S, Gubernur Jawa Timur dan para undangan lain, juga
oleh ketua Yayasan Damandiri, mantan Menko Kesra RI serta
mantan kepala BKKBN Pusat Prof. Dr. Haryono Suyono.
Beliau memberikan kuliah umum mengenai Kontrasepsi pria.
Acara Konas ini didahului kegiatan workshop satu hari mengenai
Infertilitas dan Sex & Men»s Health yang diikuti kurang lebih
170 peserta. Kegiatan kongres nasional ahli andrologi seluruh
Indonesia sendiri tercatat diikuti oleh 300 peserta seperti yang
disebutkan oleh Ketua Panitia, Dr. Hudi Winarso, M.Kes, Sp.And.
Beberapa pakar ahli Andrologi dalam negeri seperti Prof.
Arif Adimulya, Prof Wimpie Pangkahila, Prof. Alex Pangkahila,
Prof. OS Tendean dll, hadir dalam kongres ini, demikian juga
beberapa pembicara dari luar negeri seperti Prof Gordon
Baker dari Australia serta Prof. Aw Tar Choon dari Singapura.
Dalam kongres ini banyak topik serta simposium kesehatan
seksual pada pria yang menarik, seperti: Testosterone Deficiency
Syndrome (TDS), Testosterone replacement therapy, Infertilitas,
Kebugaran Seksual , Disfungsi Ereksi, Kontrasepsi Pria dsb.
Salah satu topik adalah Penuaan dan Testosteron pada
kesehatan pria, yang dikemukakan oleh Dr. Johannes Soedjono,
Sp.And : Sebagian besar pria usia 50-60 tahun mengalami
petanda klinis kekurangan hormon testosteron yang dikenal
sebagai Testosterone Deficiency Syndrome (TDS). Defisiensi
Testosteron yang berkepanjangan akan menyebabkan penu-
runan densitas tulang, peningkatan insiden fraktur, penurunan
massa otot, peningkatan lemak, peningkatan gangguan
depresi serta disfungsi seksual. Diagnosis TDS ditegakkan
menggunakan hasil pemeriksaan biokimia dan secara klinis.
Batas terendah plasma testosteron total adalah 11 nmol/l
(315 ng/dl), testosteron bebas 0.225 nmol/l (0.65 ng/dl) dan
untuk testosteron yang biologis aktif adalah 5 nmol/l (140
ng/dl); sedangkan klinis dengan The St. Louis University
Androgen Deficiency in Aging Males (ADAM) questionnaire,
yaitu 10 pertanyaan terkait dengan libido yang berkurang,
penurunan energi, tinggi badan yang berkurang, fungsi ereksi,
kemunduran kualitas hidup, dsb.
Beberapa suplemen Testosteron untuk pria lanjut usia antara
lain Testosteron oral seperti Testosterone undecaonate (TU),
injeksi (parenteral) dengan Testosteron Enanthate; bentuk
lain adalah Transdermal / Gel yaitu Testosterone gel 2%
(setara dengan 20 mg testosteron per gram gel) yang mem-
berikan keuntungan dapat segera dihentikan apabila terjadi
efek samping serta lebih praktis dan nyaman untuk pasien.
Topik lain oleh Dr. Indra G Mansur, DHES, Sp.And, mengenai
kontrasepsi pria. Saat ini para ilmuwan sedang mengembang-
kan kontrasepsi hormonal pria untuk menekan sperma-
togenesis guna mengatur atau mencegah kehamilan.
Perkembangan kontrasepsi melalui pendekatan imunologi
sangat dibutuhkan karena tepat sasaran dan alami. Respon
imun tubuh manusia ini bisa bereaksi melawan semua
komponen penting yang menyebabkan kehamilan.
Antigen fungsional dari spermatozoa manusia terdiri dari
M42, PH-20, PH-30, MS207, fertilin, Sp-17, Sp-10, LDH-C4
dan FA-1. Pada saat ini, banyak penelitian sedang dilakukan
untuk antisera antigen tersebut. Hasilnya beberapa labora-
torium sudah menciptakan vaksin terhadap fungsi antigen
tersebut.
Prof. Dr. Tendean, Sp.And. mengemukakan berdasarkan
penelitian ternyata tidak semua latihan kebugaran seksual
dapat meningkatkan kebugaran seksual, misalnya latihan
lompat katak untuk otot paha dan panggul dapat menye-
babkan varikokel sehingga kualitas sperma terganggu dan
dapat menyebabkan ketidaksuburan / infertilitas pada 8 -23
% pria. Latihan ini tidak lagi dianjurkan.
Topik yang tidak kalah menarik adalah mengenai aspek
stem cell / sel punca oleh Prof. Aw Tar Choon dari Singapura,
beliau mengemukakan sel punca sudah memasuki area
praktek klinik; saat ini Blood stem cell (BSC) digunakan dalam
kelainan darah. Penelitian lain berkaitan dengan pilihan baru
pengobatan seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit
hati serta gangguan yang berkaitan dengan degenerasi saraf
(neurodegenerative disorder). (IWA)
Di hadapan sekitar 250 peserta, beliau memaparkan sejarah
stem cell / kloning, penemunya, riset yang telah dilakukan,
serta istilah-istilah di bidang ini. Selanjutnya, pendiri Stemcell
and Cancer Institute (SCI) tersebut menjelaskan penyakit,
kondisi apa saja yang bisa diterapi menggunakan Sel Punca ini.
Setelah rehat teh/kopi acara dilanjutkan dengan pemaparan
drh Yuda Heru Fibrianto dari Fakultas Kedokteran Hewan
UGM Yogyakarta. Riset dari FK UNPAD / RS Hasan Sadikin -
Bandung dipaparkan oleh dr Dicky Mulyadi FICS yang mem-
bahas riset sel punca di bidang tulang (ortopedi).
Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan informasi riset-
riset yang telah dilakukan oleh Universitas Brawijaya Malang
(Moch. Aris Widodo, dr. Prof. MS, Ph.D, SpFK) dan Universi-
tas Airlangga Surabaya (Fedik Ratam, drh., Prof. DR. M.Kes)
Bertindak selaku moderator pada acara ini:
1. Prof Dr Sjamsuhidajat, dr Sp.B. anggota Komisi Nasional
Etik Penelitian Kesehatan,
2. Prof Dr Suhartono Taat Putra, dr. MS, anggota Dewan
Ilmiah
ASPI
Saat ini, ASPI sudah bisa diakses melalui Facebook dengan alamat:
http://www.facebook.com/pages/ASPI/99377161666
(ETN)
Kongres Nasional Perkumpulan Andrologi Indonesia (PANDI) ke X
Kongres Nasional Perkumpulan Andrologi Indonesia (PANDI) ke X
dan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (PERSANDI) Ke II,
dan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (PERSANDI) Ke II,
Surabaya, 28-30 Mei 2009
Surabaya, 28-30 Mei 2009
Kongres Nasional Perkumpulan Andrologi Indonesia (PANDI) ke X
dan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (PERSANDI) Ke II,
Surabaya, 28-30 Mei 2009
Seminar ASPI: Penelitian
Seminar ASPI: Penelitian
Multisenter Sel Punca di Indonesia,
Multisenter Sel Punca di Indonesia,
Jakarta 30 Mei 2009
Jakarta 30 Mei 2009
Seminar ASPI: Penelitian
Multisenter Sel Punca di Indonesia,
Jakarta 30 Mei 2009