background image
222
| APRIL 2010
PRAKTIS
S
emua mahluk hidup perlu ma-
kan. Makanan mengandung
zat-zat gizi makro yang berperan
sebagai bahan bakar untuk menghasil-
kan energi dan mempertahankan suhu
tubuh, mengganti jaringan-jaringan
tubuh yang aus atau rusak, dan mem-
beri vitamin-mineral dan garam-ga-
ram yang diperlukan untuk memper-
tahankan fungsi normal organ-organ
tubuh. Selain itu, dalam makanan ter-
dapat serat makanan dan phyto-/plant-
sterol yang tidak termasuk golongan
zat gizi, namun berfungsi penting da-
lam mempertahankan kesehatan. Se-
rat misalnya, selain memberi rasa ke-
nyang yang lebih lama dan mencegah
konstipasi, serat dapat memperlam-
bat penyerapan glukosa dan mengu-
rangi penyerapan kolesterol sehingga
dapat membantu menurunkan kadar
glukosa dan kolesterol darah, serta
mempertahankan kadarnya dalam ba-
tas normal. Phytosterol dalam usus ha-
lus dapat mengurangi penyerapan ko-
lesterol, dan phytosterol dalam sirkulasi
dan jaringan perifer dapat memperce-
pat bersihan (clearance) kolesterol, se-
hingga dapat membantu menurunkan
dan mempertahankan kadar kolesterol
dalam batas normal.
Penyandang diabetes mellitus (diabeti-
si) mengalami peningkatan kadar gula
darah (hiperglikemia), sering jauh dia-
tas kadar normal (batas normal: 80-140
mg/dL). Gula darah merupakan bahan
bakar yang sangat penting dan sangat
diperlukan untuk mempertahankan
fungsi normal semua sel-sel dan jarin-
gan tubuh. Namun, apabila kadarnya
meningkat jauh melewati kadar nor-
malnya dapat bersifat toksik, karena
dapat mengikat protein-protein dalam
sel dan jaringan sehingga menggang-
gu fungsi metabolisme sel dan jarin-
gan tubuh. Misalnya dalam sel darah
merah, ikatan glukosa dengan pro-
tein hemoglobin meningkat dari 6
% pada kadar glukosa normal sampai
10% pada kadar glukosa 200mg/dL.
Hemoglobin yang terikat dengan glu-
kosa tidak dapat melepaskan oksigen
yang diperlukan untuk metabolisme
sel, sehingga sel dan jaringan men-
galami kekurangan oksigen (hipoksia),
dan gangguan fungsi organpun terja-
di, misalnya hal ini terjadi pada retina
maka dapat menimbulkan komplikasi
kebutaan. Ikatan glukosa dengan
protein hemoglobin diukur sebagai
HbA1
c
. Diet yang disiplin dapat menu-
runkan kadar HbA1
c
1% sampai 2%
dan bila dikombinasi dengan metoda
pengelolaan diabetes lainnya, misal-
nya olah raga teratur, dilaporkan da-
pat lebih bermakna memperbaiki baik
status metabolisme maupun keadaan
klinisnya
1
Pengaturan pola makan sehat sangat
penting dilakukan oleh seorang peny-
andang diabetes karena diharapkan
dapat membantu mempertahankan
kadar gula darah dalam batas normal.
Karena itu tujuan utama diet Diabetes
adalah memperbaiki kadar gula darah
dalam batas normal dan mencegah
perubahan kadar gula darah, baik me-
ningkat (hiperglikemia) maupun menu-
run (hipoglikemia). Untuk penyandang
diabetes dengan berat badan lebih,
maka pengaturan diet juga bertujuan
menurunkan berat badan. Pada bany-
ak penyandang diabetes seringdijum-
pai masalah kesehatan lain seperti di-
slipidemia (perubahan profil lipid) dan
hipertensi, sehingga perlu dilakukan
modifikasi diet tambahan. Hiperglike-
mia, dislipidemia, dan hipertensi mer-
upakan faktor risiko aterosklerosis, ke-
lainan pembuluh darah yang ditandai
dengan penebalan dinding pembuluh
darah dan kekakuan pembuluh darah.
Aterosklerosis adalah kelainan pem-
buluh darah yang mendasari terjadi-
nya penyakit jantung koroner, penya-
kit ginjal, kebutaan, stroke iskemik, dan
gangguan kesehatan lainnya.
Diet diabetes harus dirancang adeku-
at, yaitu mengandung seluruh zat-zat
gizi dengan jumlah sesuai kebutuhan
gizi seorang penyandang diabetes,
sehingga tujuan untuk mencegah
komplikasi, mempertahankan fungsi
normal tubuh, dan mempercepat
penyembuhan penyakit/luka dapat
tercapai.
Diet untuk Penderita Diabetes Mellitus
Sri Sukmaniah
Departemen Ilmu Gizi,
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Jakarta, Indonesia
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 222
3/26/2010 1:49:44 PM
background image
223
| APRIL 2010
PRAKTIS
Mengacu pada Konsensus Pengelola-
an dan Pencegahan Diabetes Melitus
Tipe 2 di Indonesia ada 4 pilar utama
pengelolaan DM, yaitu: 1. edukasi, 2.
perencanaan makan, 3. latihan jasma-
ni, dan 4. obat (bila diperlukan).
2
Pada
konsensus ini perencanaan makan
merupakan pilar ke dua, menunjukkan
bahwa perencanaan makan yang tepat
bagi penyandang diabetes merupa-
kan langkah penting dalam mengelola
diabetesnya dan mencegah kompli-
kasinya. Perencanaan makan harus
memperhatikan pola pemberian obat
antidiabetik oral (OAD) maupun in-
sulin bagi penyandang diabetes
yang mendapatkan terapi farmako-
logi. Secara umum, diberikan 1 porsi
makan sesudah makan malam untuk
mencegah hipoglikemia pada malam
hari/ tengah malam, khususnya bagi
penyandang diabetes yang mendapat
OAD atau insulin menjelang makan
malam.
Diet diabetes pada dasarnya iden-
tik dengan diet orang non diabetes,
yaitu diet seimbang dan jumlah kalori
cukup untuk memenuhi kebutuhan
seseorang, tinggi karbohidrat kom-
pleks yaitu 55-60% total kalori, tinggi
kandungan serat, mengenyangkan,
dan rendah karbohidrat simpleks/
sederhana. Komposisi lemak < 30%,
dan asupan protein disesuaikan den-
gan status gizinya, biasanya sekitar 12-
15%, selain itu penyajian makananpun
harus menarik
3
Juga penting bahwa
perencanaan makan penyandang
diabetes harus bersifat individual,
disesuaikan dengan usia, kebutuhan
energi dan zat gizi yang berbeda satu
dan lainnya, budaya, gaya hidup, dan
kesiapan seseorang untuk berubah,
selain itu juga untuk mengakomodasi
'kesukaan' (preference) seseorang ter-
hadap jenis makanan tertentu.
1
Secara umum diet yang dapat memod-
ulasi kadar gula darah, dan kadar koles-
terol darah, adalah sebagai berikut:
1. Sarapan. Setelah berpuasa sela-
ma 6-8 jam malam hari, perlu sara-
pan untuk mengisi kembali cadan-
gan energi untuk aktivitas selama
pagi sampai siang hari, dan untuk
mencegah hipoglikemia.
2. Frekuensi
makan. Small frequent,
terbagi dalam 3 makan utama,
dan 2-3 makan selingan (1 porsi
tambahan sesudah makan malam
bagi penyandang diabetes yang
mendapat OAD atau insulin men-
jelang makan malam)
3. Makanan beraneka ragam. Se-
hingga meningkatkan kualitas
menu makanan (zat-zat gizi leng-
kap). Hal ini meliputi konsumsi 4
kelompok makanan yaitu, jenis
padi-padian/grains/serealia dan
produknya dengan kulit ari utuh
(misalnya: whole wheat bread / roti
gandum); jenis kacang-kacangan/
legumes dan produknya seperti
tempe; sayur dan buah; produk
hewani (ikan dan alternatifnya) ter-
masuk susu rendah lemak
4. Asupan energi sesuai kebutu-
han. Bagi mereka dengan berat
badan lebih dan gemuk/obes
perlu pembatasan asupan energi,
dan pada ekstra kegiatan perlu
penambahan energi dari karbo-
hidrat terutama untuk DM tipe-1
5. Pilih bahan makanan sumber
karbohidrat kompleks, yaitu ba-
han makanan yang masih alamiah;
batasi karbohidrat sederhana/
refined-semirefined, yaitu ba-
han makanan yang sudah diolah,
misalnya gula dan tepung dan
produk olahannya yang 'kosong
serat' Kandungan karbohidrat
kompleks dan serat dalam ma-
kanan berhubungan erat dengan
indeks glikemik (IG) bahan ma-
kanan, makin 'kaya' karbohidrat
kompleks dan serat, makin rendah
indeks glikemik suatu bahan ma-
kanan. Namun respons glikemik
seseorang tidak hanya ditentukan
oleh indeks glikemik, tapi juga
oleh jumlah karbohidrat (JK) da-
lam 1 porsi makanan yang dima-
kan. Konsep ini dikenal sebagai
beban glikemik (BG) : BG = JK x
IG.
6. Batasi asupan bahan makanan
sumber lemak jenuh dan koles-
terol (gajih/lemak hewan, 'jeroan',
otak, kuning telur); tingkatkan asu-
pan bahan makanan sumber asam
lemak tak jenuh tunggal (alpukat,
kacang-kacangan /legumes dan
produk minyaknya, minyak zaitun/
olive, minyak canola), dan bahan
makanan sumber lemak tak jenuh
jamak (khususnya omega-3 yaitu:
ikan laut dan minyaknya, minyak
canola, kacang-kacangan dan
minyaknya).
7. Tingkatkan asupan bahan ma-
kanan sumber sterol tanaman
(plant/phyto-sterol) karena fitos-
terol berperan meregulasi kadar
kolesterol dengan menghambat
penyerapannya di usus halus dan
meregulasi metabolisme koles-
terol di jaringan perifer dan hati.
Fitosterol juga dilaporkan mem-
punyai sifat antioksidan kuat. Fi-
tosterol banyak terdapat dalam
sayur, buah, kacang-kacangan
seperti kedelai dan produk olah-
annya termasuk minyaknya, teh,
dan juga cokelat.
8. Tingkatkan asupan bahan maka-
nan sumber serat, baik yang larut
air maupun yang tidak larut. Serat
makanan banyak terdapat dalam
sayur, buah, serealia, kacang-ka-
cangan, dan agar.
1,3,4
9. Tingkatkan asupan bahan ma-
kanan sumber antioksidan; zat
gizi anti oksidan banyak terdapat
dalam buah dan sayur. NCEP ATP
III, (2001) menganjurkan konsumsi
sayur dan buah minimal 5 porsi se-
hari.
5
10. Bagi penyandang diabetes den-
gan hipertensi, batasi asupan
garam (<6g/hari), dan bahan tam-
bahan makanan/food additive
tinggi natrium
4
11. Cukup minum, hindari minuman
beralkohol dan batasi minuman
bergula (< 10% kalori total).
4
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 223
3/26/2010 1:49:44 PM
background image
224
| APRIL 2010
PRAKTIS
Makanan pokok serelia
Tinggi karbohidrat kompleks, serat, vitamin B1,
nucleotida
Makanan pokok serelia sudah diolah
Karbohidrat lebih sederhana, kurang serat, vitamin
B1, nucleotida
Sumber protein hewani, kolesterolzat besi (Fe)
heme, seng (Zn), tembaga (Cu), vit B2, 3, 6, 12
Sumber protein hewani, lemak seksual (n-3), zat
besi (Fe) heme, seng (Zn), tembaga (Cu), Jodium
(I), vit B2, 3, 6, 12
Ikan Bawal Hitam:
pipih, dagingnya padat dan
tidak berduri halus.
Ikan Kue:
bentuknya tidak terlalu besar,
agak pipih, tidak berduri halus,
dagingnya cukup tebal.
Ikan Kue yang bergaris me-
lintang pada badannya (surek
lintang) rasanya lebih enak.
Ikan Bandeng:
durinya banyak di dalam
daging, dagingnya tebal.
Ikan Kembung:
kecil dan durinya halus.
Ada bermacam-macam ikan
kembung paling besar ± 300
gr/ekor, enak untuk dipang-
gang (sombom)
Ikan Belanak:
kecil dan agak
berduri halus.
Ikan Baronang:
pipih dan tidak berduri
halus, umumnya dibakar.
Ikan Kakap Hitam:
lebih kecil bentuknya
daripada kakap merah,
tidak berduri halus dan
dagingnya pun tebal.
Ikan Kakap Merah:
tidak berduri halus, dagingnya
hambar dan tebal.
DAFTAR PUSTAKA:
1. Canadian Diabetes Association. Nutrition Therapy, 2003.
2. Perkeni. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes mellitus tipe 2 di Indonesia. 2006.
3. The Diabetic Association of Singapore. Diet for the Asian Diabetic, 1993.
4. European Diabetic Association. Evidence-based nutritional approaches to the treatment and prevention of diabetes mellitus, 2004.
5. National Cholesterol Education Program (NCEP ATP III). JAMA 2001(May 16);285 (19): 2486-97.
Diet diabetes dapat disarikan seba-
gai berikut:
1. Jangan tinggalkan sarapan
2. Small frequent, 5-6 kali makan
(disesuaikan dengan pola ma-
kan obat/pemberian insulin
bagi penyandang diabetes
yang mendapat obat/insulin)
3. Jumlah kalori total/hari sesuai
untuk menjaga keseimbangan
energi dan berat badan
4. Makanan beraneka ragam dari
4 kelompok makanan, sehing-
ga meningkatkan kualitas menu
makanan (zat-zat gizi lengkap).
5. Pilih bahan makanan dengan
indeks glikemik rendah
6. Minimal 5 porsi sayur dan buah
sehari
7. Cukup minum, hindari alkohol
dan batasi gula
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 224
3/26/2010 1:49:44 PM
background image
225
| APRIL 2010
PRAKTIS
Bumbu: Sumber vitamin dan mineral, phytosteral,
serat, antioksidan, Dikonsumsi dalam jumlah
sedikit. Sebagian digunakan sebagai herbal
Makanan Tradisional Indonesia
kaya zat-zat gizi, serat, phytosterol, dengan
indeks gikemik rendah
Kacang-kacangan:
sumber protein nabati, lemak esensial (MUFA, PUFA n-3,
3-6), phytosterol, serat, nucleotida, vitamin B-1, B-6
Produk olahan Kacang-kacangan dan minyaknya
Gambar Sayur dan buah
Sumber vitamin dan mineral, phytosterol, serat, antioksidan
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 225
3/26/2010 1:49:45 PM