A
PCP (Asian-Pacific Congress of Pediatrics) ke-13 ini dilaksanakan
bersamaan dengan APCN (Asian-Pacific Congress of Pediatric
Nursing) ke-3 di Shanghai International Convention Center,
Shanghai, China, pada tanggal 14 - 18 Oktober 2009 dengan
topik "Building a Supportive Environment for Children".
Acara ini diawali dengan kuliah umum pada plenary lecture
dengan topik: "Update on the diagnosis of neonatal sepsis",
dilanjutkan dengan " Child Health under APPA over the past
three decades".
Banyak topik yang dibicarakan di acara ini, di antaranya obesitas
pada anak yang merupakan salah satu problem dibidang pediatrik
yang angka kejadiannya diperkirakan akan meningkat. Perubahan
lingkungan mungkin akan mengubah aktivitas serta diet yang
akan meningkatkan risiko obesitas. Perlu pengenalan dan pe-
nyadaran mengenai dampak yang akan timbul untuk meningkat-
kan efektivitas intervensi selain dukungan dari pemerintah baik
lokal maupun nasional.
Di bidang neurologi anak, ADHD merupakan salah satu topik
yang banyak dibahas. Salah satu presentasi menyatakan bahwa
anak-anak ADHD biasanya mempunyai sisi positif, misalnya
dalam hal musik, ketrampilan, serta keunggulan-keunggulan
lain. Prevalensi gangguan ini diperkirakan mencapai sekitar
3% - 5%; ADHD dapat disertai gangguan lainnya seperti:
ODD, CD dan perilaku antisosial.
Manajemen penanganan asma anak juga melibatkan populasi
dewasa, termasuk mengeliminasi tindakan merokok (baik primer
maupun sekunder), memperbaiki ventilasi dalam ruangan, meng-
hindari polusi lingkungan dengan lebih banyak tinggal di dalam
rumah, selalu menutup jendela dan pintu, membersihkan ruangan
setiap hari untuk mencegah alergen, serta penggunaan saringan
udara jika perlu.
Terapi farmakologis tidak saja untuk serangan asma akut
tetapi juga terapi adiksi nikotin, misalnya dengan replacement
nicotine (patch, spray, permen karet, inhalasi, dsb), bupropion,
serta varenicline tartrate.
Topik infeksi di antaranya mengenai hepatitis virus, TBC dan
HIV pada anak-anak yang juga merupakan salah satu masalah
yang cukup sering di bidang pediatrik.
Demam berdarah atau demam dengue saat ini mempunyai
variasi gejala yang sangat luas, mulai dari gejala-gejala non-flu
like syndrome, sampai derajat yang lebih berat dengan per-
darahan. Vaksin demam berdarah mulai banyak dikembangkan
di Asia dan Amerika Latin; obat-obat antivirus juga tidak ketinggalan
mulai banyak diteliti. Dalam hal demam berdarah, mengontrol
vektor pembawa virus mungkin belum cukup untuk mencegah
dan meng-eradikasi penyakit ini.
Pada simposium ini juga terungkap bahwa manfaat zinc tidak
hanya untuk penanganan diare akut atau untuk mencegah
kekambuhan diare, tetapi juga untuk mencegah pneumonia.
Delegasi Indonesia yang memberikan presentasi adalah: Dr.
Sukman Tulus Putra SpA(K),FACC,FESC dengan topik
"Critical congenital heart disease in the neonates: early detec-
tion and initial treatment", Prof. Dr. Sri Rejeki Hadinegoro
SpA(K), dengan topik: "Increased awareness on pneumonia
detection in Indonesia through advocacy to health care workers
and media journalist " dan topik "Ten-year evaluation of adverse
event following immunization in Indonesia 1998-2008", dan
Prof. dr. Yati Sunarto, PhD. SpA(K) yang menyampaikan
topik "The road from the early era of discovery to vaccine
development; rotavirus diarrhea in Indonesia".
Pertemuan ini juga dilengkapi dengan presentasi makalah
bebas dan presentasi poster sebagai ajang para peneliti muda
untuk menyampaikan hasil penelitiannya, sekaligus berkom-
petisi untuk menjadi yang terbaik.
(KTW)
13
th
APCP (Asian-Pacific Congress of Pediatrics) and
3
rd
APCN (Asian-Pacific Congress of Pediatric Nursing)
14 18 Oktober 2009, Shanghai International Convention Center Shanghai, China
LAPORAN KHUSUS
CDK 174/vol.37 no.1/Januari - Februari 2010
66
IKLAN
VIPIME