549
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
Elisna nama panggilan sehari-harinya,
lahir di Belawan Sumatera Utara 51 ta-
hun lalu telah menuruti saran kedua
orangtuanya untuk menjadi dokter.
"Alhamdulillah walaupun dulu saya
bercita-cita ingin menjadi astronom,
kedua orangtua saya menyarankan
menjadi dokter, akhirnya sekarang ter-
capai," ujar Elisna mengawali wawan-
caranya di ruang praktek RS Persaha-
batan Jakarta.
Setelah lulus SMA tahun 80an, Elisna
langsung mengikuti ujian "Perintis
Satu" dan "Perintis Dua". Perintis Satu
ujian masuk perguruan tinggi di Uni-
versitas Padang, ternyata tidak lulus,
kemudian dilanjutkan Perintis beri-
kutnya mengikuti ujian di Universitas
Sumatera Utara (USU) untuk jurusan
Fakultas Kedokteran dan ternyata lu-
lus, ujar Elisna.
Elisna mengaku bapaknya tidak lulus
SR (Sekolah Rakyat), begitu juga ibu-
nya, tetapi Bapak adalah seorang ped-
agang sukses, sehingga pembiayaan
sekolahnya tidak pernah bermasalah.
"Dari 12 bersaudara, saya nomor 6
dan sayalah yang memberi semangat
adik-adik saya tentang pentingnya
pendidikan," ujar Elisna
Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran
USU Medan tahun 1986, Elisna lang-
sung mengabdi dan menjadi Kepala
Puskesmas Bandar Sungai, Bengkalis,
Riau tahun 1987 - 1990. Kemudian di-
lanjutkan di Puskesmas Minas, Beng-
kalis, Riau sampai 1992.
Setelah 5 tahun mengabdi, Elisna in-
gin melanjutkan pendidikannya ke
spesialis, beliau memilih Universitas
Indonesia di Jakarta. "UI adalah uni-
versitas bergengsi di Indonesia dan
saya sebagai anak daerah bercita-cita
ingin masuk spesialisasi di Universitas
ini," ujar Elisna.
Awalnya Elisna ingin mengambil spe-
sialisasi Anestesi, tetapi karena di
Puskesmas Riau kejadian penyakit
paru banyak sekali dan susah sem-
buhnya, beliau akhirnya mengambil
spesialisasi paru. "Ini adalah tantan-
gan saya, dan saya suka dengan tan-
tangan," tutur Elisna. Pada tahun 1992
Elisna masuk sebagai Peserta Program
Pendidikan Spesialis I (PPDS) di Ba-
gian Pulmonologi FKUI Jakarta, dan
lulus tahun 2000.
Dalam kegiatannya sebagai peserta
program pendidikan spesialis, beliau
juga ke Jepang pada tahun 1995 un-
tuk program S3; pada tahun 1998 be-
liau mendapatkan Ijazah Doktor (PhD)
dari Postgraduate School of Medical
Science, Hiroshima University Japan.
SUKA DUKA
Beliau mengaku sangat suka dengan
profesi dokternya, sampai-sampai be-
liau mengatakan "Saya mempunyai
prinsip pasien tidak perlu banyak, ka-
rena saya ingin supaya hubungan den-
gan pasien lebih dekat."
Banyak pengalaman menarik yang
beliau utarakan; saat bertugas men-
jadi KoAs di bagian Anak, beliau
melihat seorang anak kejang-kejang
dan ibunya yang tidak mampu hanya
memberikan air tajin kepada anaknya.
"Saya menangis saking tidak tahan
melihat penderitaan seorang ibu den-
gan anaknya tersebut," tutur Elisna.
Apalagi saat ini beliau menangani
masalah kanker paru. "Ada keluarga
yang bapaknya sakit, ibunya sakit dan
anaknya sangat perhatian sekali; seba-
liknya ada anaknya yang sama sekali
tidak peduli dengan orangtuanya.
Sampai saat mau meninggal, tidak
ada yang menuntun bacaan karena
tidak ada keluarganya, sehingga kami-
Profil: Dr. Elisna Syahruddin, Ph.D, Sp.P(K)
"Pasien Tidak Perlu Banyak,
Terpenting adalah Hubungan
dengan Pasien Lebih Dekat"
PROFIL
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 549
8/26/2010 3:40:14 PM
550
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
lah yang menuntun. Pengalaman batin
menjadi dokter itu banyak sekali."
Beliau berharap agar setiap dokter
mempunyai rasa kewajiban menolong
pasiennya dengan tulus. "Seharusnya
itu merupakan rasa natural seorang
dokter," ujar Elisna.
Mengenai mengatur waktu, Elisna ter-
ingat dengan seorang temannya dulu
yang semenjak menjadi mahasiswa ke-
hidupan sosialnya sangat terganggu.
Mereka belum tahu bahwa menjadi
mahasiswa sudah begitu sibuk, apalagi
menjadi dokter, lebih terganggu lagi.
Elisna sampai saat ini belum berkelu-
arga dan tinggal bersama adiknya; be-
PROFIL
rangkat pk. 06.30 dan pulang pk.19.00;
jika sudah pulang ke rumah berprinsip
tidak boleh diganggu lagi dengan
dunia kedokteran. "Contohnya ketika
pulang kampung saya tidak pernah
membawa stetoskop dan tidak pernah
memeriksa orang," Beliau berpraktek
hanya di dua tempat yaitu di RS Persa-
habatan dan di RS Jakarta.
Beliau sampai saat ini adalah tenaga
medis di SMF Paru RS Persahabatan
dan Koordinator Penelitian Departe-
men Pulmonologi dan Ilmu Kedok-
teran Respirasi FKUI. Selain itu aktif
di berbagai organisasi antara lain di
POI Pusat, Ketua Timja Kanker PDPI,
Ketua Tim Onkologi RS Persahaba-
tan, Pengurus Indonesia Association
for the Study on Lung Cancer, active
member ASCO, active member IASLC
(International Association for the Study
on Lung Cancer), member Women
Against Cancer.
Publikasi beliau : 10 buah Karya Ilmiah
Hasil Penelitian yang Dipublikasikan
sebagai Penulis Utama, 18 buah Karya
Ilmiah Hasil Penelitian yang Dipub-
likasikan sebagai Penulis Pembantu,
15 buah Karya Ilmiah bukan Hasil Pe-
nelitian yang Dipublikasikan sebagai
Penulis Utama, 10 buah Karya Ilmiah
bukan Hasil Penelitian yang Dipub-
likasikan sebagai Penulis Pembantu,
1 buah Karya Ilmiah Lain-lain dan
2 buah Karya Ilmiah Berupa Buku.
(REDAKSI)
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 550
8/26/2010 3:40:15 PM