395
| JULI - AGUSTUS 2010
Vitamin B12 merupakan bagian vita-
min B kompleks yang mempunyai be-
rat molekul paling besar, merupakan
vitamin yang paling kompleks diband-
ingkan dengan vitamin lain. Vitamin
B12 ini juga satu-satunya vitamin B
yang tidak ada di dalam bahan ma-
kanan yang berasal dari tumbuh-tum-
buhan, oleh karenanya pada individu
vegetarian potensial terjadi defi siensi
vitamin B12. Vitamin B12 sendiri disin-
tesis oleh bakteri saluran cerna bagian
bawah dan terutama diserap di usus
halus sepertiga bagian bawah.
VITAMIN B12 DAN KESEHATAN
Homosistein merupakan salah satu zat
proatherogenik. Peningkatan kadar
homosistein darah diketahui merupa-
kan salah satu faktor risiko gangguan
kardiovaskuler dan serebrovaskuler;
dan suplementasi asam folat serta
vitamin B yang relatif murah dapat
menurunkan kadar homosistein darah,
sehingga akan menurunkan risiko
gangguan kardiovaskuler. Suplemen-
tasi vitaminB12 250 ug dan asam fo-
lat 5 mg selama 12 minggu mampu
menurunkan kadar homosistein sebe-
sar 32% pada pasien penyakit jantung
koroner. Studi lain oleh Quinvalin dkk,
menunjukkan bahwa suplementasi
asam folat dan vitamin B (khususnya
vitaminB12) mampu menurunkan ka-
dar homosistein darah.
Pencarian data studi penggunaan
vitamin B12 dalam kesehatan di
MEDLINE(1999 2007) dengan kata
kunci "vitamin B12", menemukan
lebih dari 200 artikel, sebagian besar
dengan EBM (Evidence Based Medi-
cine) level II. Rangkuman data tersebut
menunjukkan bukti korelasi antara de-
fi siensi vitamin B12 dengan beberapa
gangguan sistem kardiovaskuler, sere-
brovaskuler, serta sistem saraf.
Vitamin B12 juga mempunyai efek
antinyeri ; studi pada hewan coba
menunjukkan suplementasi vitamin
B12 mempunyai efek antinosiseptif.
Studi Mauro dkk, menunjukkan suple-
mentasi mecobalamine 1000 ug sekali
sehari selama 2 minggu memperbaiki
skala nyeri (VAS) maupun indeks kuali-
tas hidup pasien LBP (low back pain) leb-
ih bermakna dibandingkan plasebo.
Meta-analisis menunjukkan vitamin
B12 atau bentuk aktif (metilkobalamin)
mampu memperbaiki keluhan-kelu-
han somatik nyeri dan parestesi, serta
mampu memperbaiki gejala-gejala
otonom. Efek perbaikan pada suple-
mentasi vitamin B12 atau methylco-
balamine ini lebih baik daripada hasil
tindakan elektrofi siologis, walaupun
studi dalam skala luas dan disain RCT
mungkin masih diperlukan dalam ka-
sus neuropati diabetik.
METILKOBALAMIN
Beberapa bentuk aktif vitamin B12
meliputi: sianokobalamin, hidroksiko-
balamin, metilkobalamin dan ad-
enosilkobalamin. Sianokobalamin
merupakan salah satu bentuk vitamin
B12 aktif yang paling banyak diguna-
kan, merupakan kobalamin yang dita-
mbahi gugus sianid yang berfungsi
stabilisator; sianokobalaim merupakan
zat fotosensitif. Di dalam hati sianoko-
balamin ini akan dimetabolisme men-
jadi hidroksikobalamin yang berfungsi
sebagai prekursor metilkobalamin dan
adenosilkobalamin. Metilkobalamin ini
akan mengubah homosistein menjadi
metionin dan selanjutnya akan men-
jadi lechitin yang digunakan sebagai
pembentuk selubung myelin sel-sel
saraf. Sedangkan adenosilkobalamin
akan digunakan untuk membentuk
suksinil ko-A yang selanjutnya akan
Hydroxycobalamine
N5-methyl tetrahydrofolate
methyl
Methylcobalamin
Tetrahydrofolate
Adenosylcobalamine
Homocysteine
Methyl-homocysteine
Lecithin
Myelin Sheath
Methylene Tetrahydrofolate
Methylmal onyl coenzyme-A
Succinyl coenzyme-A
(Methionine)
(Utilize for DNA formation
and protein synthesis)
(A precursor of methyl and adenosyl cobalamine)
(A precursor of methyl and adenosyl cobalamine)
Kalmeco
®
- Metilkobalamin
INFO PRODUK
(323-402)_CDK ed_178 ok DR.indd 395
(323-402)_CDK ed_178 ok DR.indd 395
6/25/2010 1:41:41 PM
6/25/2010 1:41:41 PM
396
| JULI - AGUSTUS 2010
masuk dalam siklus Krebs untuk proses
glikolisis. Secara farmakokinetik, pada
pemberian peroral bioavailabilitas
metilkobalamin lebih baik daripada
sianokobalamin,
KALMECO
®
Produk kapsul dengan kandungan zat
aktif mecobalamin(metilkobalamin)
250 ug atau 500 ug; tersedia juga da-
lam bentuk injeksi mengandung zat
aktif mecobalamin 500 ug/ mL.
Secara farmakologi, Kalmeco® den-
gan kandungan mecobalamin ini, mer-
upakan homolog vitamin B12. Meco-
balamin mempengaruhi metabolisme
protein dan asam nukleat. Mecobala-
min juga merupakan satu-satunya ho-
molog vitamin B12 yang berperan da-
lam reaksi transmetilasi dalam tubuh
manusia. Mecobalamin memfasilitasi
proses metilasi t-RNA yang merupakan
proses penting dalam sintesis protein
dan perubahan homosistein menjadi
metionin. Pada studi pre-klinis dengan
model binatang tikus, mecobalamin
menunjukkan keuntungan dalam hal
aktivitasnya pada saraf. Mecobalamin
meningkatkan penyembuhan kelema-
han otot pada skiatika, memperbaiki
kerusakan jaringan saraf pada ense-
falitis dan neuritis pada model bina-
tang. Aksi ini diduga disebabkan oleh
aktivitas mecobalamin dalam mening-
katkan sintesis asam nukleat dan pro-
tein saraf untuk memfasilitasi proses
mielogenesis.
Indikasi Kalmeco® adalah untuk suple-
mentasi vitamin B12 serta membantu
memperbaiki gejala-gejala neuro-
pati perifer. Dikontraindikasikan pada
pasien yang hipersensitif terhadap
metilkobalamin.
Kalmeco® kapsul ini dapat diberikan
pada dewasa, dengan dosis: 3 x 250
500 ug/ hari, atau injeksi 3 x 1 ampul/
minggu, im. atau iv.
Pada pemberian secara injeksi perlu
diperhatikan:
· Pemberian berulang di tempat
yang sama sebaiknya dihindari,
perhatian khusus jika diberikan
pada neonatus, bayi prematur,
bayi dan anak-anak.
· Jika pasien mengeluh nyeri atau
ada refl uks aliran darah saat jarum
suntik macet, segera hentikan dan
coba di tempat yang berbeda.
· Obat ini sebaiknya digunakan
tidak lebih dari beberapa bulan
jika tidak ada respon klinis me-
muaskan
Secara umum Kalmeco® ditoleransi
baik, efek samping yang dapat ter-
jadi di antaranya: mual, hilang nafsu
makan, diare dan gejala gangguan
saluran cerna lain, erupsi kulit, nyeri
kepala.
Kalmeco® dengan kandungan zat
aktif metilkobalamin merupakan vi-
taminB12 aktif yang mempunyai po-
tensi cukup luas baik untuk perbaikan
homosistein maupun efek antinyeri.
(KTW)
INFO PRODUK
REFERENSI:
1. Harshman MR, Aldoori W. Vitamin B12 and Health. Canadian Family Physician 2008;54:536-41.
2. Herbert V. Vitamin B12: Plant sources; requirements and assay. Am J Clin Nutr 1998:48:852-8.
3. Watanabe F. Vitamin B12 Source and Bioavailability. Exp Biol Med 2007;232:1266-1274.
4. Reye-Garcia G, Castilo-Henkel C, Medina-Santillan R. Mechanisms of Analgesic Action of B Vitamins in Formalin-Induced Infl ammatory Pain. Proc. West. Phar-
macol. Soc. 45: 144-146 (2002)
5. Letizia Mauro G, Martorana U, Cataldo T. et al. Vitamin B12 in low back pain: a randomised, double-blind, placebo-controlled study. Eur Rev Med and Pharma-
col Sci 2000:4:53-58.
6. http://saffermion.com/Booket%20for%20Hicobal.pdf.
7. Herbert V. Vitamin B12: Plant Sources, Requirements and Assay. Am J Clin Nutr 1988;48:852-8.
8. Kalmeco
®
- Package insert
(323-402)_CDK ed_178 ok DR.indd 396
(323-402)_CDK ed_178 ok DR.indd 396
6/25/2010 1:41:42 PM
6/25/2010 1:41:42 PM