139
CDK 175 / vol.37 no. 2 / Maret - April 2010
BERITA TERKINI
P
neumonia merupkaan salah satu penyebab utama ke-
sakitan dan kematian pada anak kurang dari 5 tahun.
Diperkirakan sekitar 20% (1,9 juta) kematian pertahun
dari anak-anak usia kurang dari 5 tahun ini disebabkan oleh
pneumonia. Dan hampir 2/3-nya terjadi pada bayi, dan le-
bih dari 90% terjadi di negara-negara berkembang.
Zinc atau seng merupakan mineral yang mempunyai poten-
si meningkatkan status imunologi, dan beberapa studi yang
ada menunjukkan zinc bermanfaat mencegah dan memper-
pendek waktu diare. Efek zinc sebagai imunomodulator ini
diperkirakan bermanfaat untuk membantu mempercepat
penyembuhan infeksi maupun mencegah kekambuhan; zinc
akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh melalui
kaskade atau langkah-langkah peningkatan imunitas yang
diawali dengan mobilisasi dan sekuestrasi zinc pada jaring-
an kaya atau banyak mengandung zinc-metallothionein,
yang selanjutnya akan mempercepat upregulasi sintesis
protein sebagai bahan untuk imun spesi k, serta aktivasi
makrofag, limfosit, dan sel NK.
Anak-anak dengan status zinc yang baik secara umum
mempunyai respon imunologis lebih baik jika dibanding-
kan dengan anak-anak dengan status zinc yang lebih jelek.
Jika saat in penggunaan zinc merupakan salah satu acuan
dalam penanganan diare, bagaimana halnya manfaat zinc
untuk kasus pnemonia ?
Suatu studi melibatkan anak-anak usia antara 2 23 bulan
dengan pneumonia, masing-masing 270 anak diberi pre-
parat zinc 20 mg per hari atau mendapat plasebo, yang
ditambahkan pada terapi antibiotik; hasilnya menunjuk-
kan bahwa pada kelompok yang mendapat preparat zinc
terjadi penurunan darajat keparahan pneumonia serta
penurunan gejala-gejala pneumonia yang lebih bermakna
jika dibandingkan dengan kelompok anak yang mendapat
plasebo.
Studi lain adalah studi yang melibatkan 1665 anak dengan
rentang usia 60 hari - 12 bulan, yang selanjutnya diacak
untuk mendapatkan zinc 70 mg/ minggu atau mendapat
plasebo selama 12 bulan. Subyak dinilai setiap minggu
dengan beberapa parameter meliputi: kejadian diare dan
pneumonia, serta kejadian infeksi saluran nafas. Adapun
hasilnya adalah sebagai berikut:
Zinc
Placebo
Relative
risk
P value
(child
years =
427)
(child-
years =
511)
(95% Cl)
Diarrhoea
1881
2407
0,94
(0,88-0,99)
0,030
Upper respira-
tory infection
4834
6294
0,92
(0,88-0,97)
0,001
Reactive air-
ways disease
or bronchiolitis
232
314
0,88
(0,79-0,99)
0,042
Suppurative
otitis media
394
572
0,58
(0,41-0,82)
0,002
Pneumonia
199
286
0,83
(0,73-0,95)
0,004
Severe pneu-
monia
18
42
0,51
(0,03-0,67)
0,016
Death
2
14
0,15
(0,03-0,67)
0,013
Referensi:
Brooks WA., Yunus M., Santosham M., et al. Zinc for severe pneumonia
1.
in very young children: double-blind placebo-controlled trial. Lancet
2004;363:1683-88.
Brooks WA, Mathuram S, Aliya N, et al. Effect of weekly zinc supplements
2.
on incidence of pneumonia and diarrhoea in children younger than 2 years
in an urban, low-income population in Bangladesh:randomised controlled
trial. Lancet 2005; 366: 9991004
Dari studi tersebut penulis menyimpulkan bahwa: suple-
mentasi zinc sebesar 70 mg per minggu, mampu menu-
runkan kejadian pneumonia serta kematian pada anak-
anak, walaupun pemberian sekali seminggu mungkin akan
meningkatan risiko kelupaan konsumsi zinc.
(KTW)
Manfaat Zinc
pada Pneumonia
IMAGE BANK
CDK Maret April DR.indd 139
CDK Maret April DR.indd 139
2/23/2010 4:16:35 AM
2/23/2010 4:16:35 AM