background image
Secara medis disebut Cubital Tunnel Syndrome, cell phone elbow adalah
kekakuan, terasa gatal, dan nyeri di lengan dan tangan akibat tekanan saraf
ulnar yang lewat sepanjang bagian dalam siku. Salah satu penyebab tekanan
pada saraf ulnar adalah kebanyakan menggenggam, seringkali membawa
telepon selular selama waktu yang tak terbatas.
M
enekuk siku terus menerus, seperti ketika Anda meme-
gang telepon selular di telinga saat penutupan penjualan,
bicara dengan pacar atau berbicara dengan anak Anda sambil
bekerja, membuat tensi pada saraf ulnar. Pada orang yang
rentan, menahan posisi siku menekuk selama beberapa waktu
akan mengurangi aliran darah, inflamasi dan kompresi sel saraf.
Dr. Peter J. Evans, direktur Cleveland Clinic's Hand and Upper
Extremity Center, tegangan terus menerus dan berulang
adalah seperti selang berkebun. Jika selang terhalang, Anda
menghalangi aliran air. Pada siku, Anda menghalangi aliran
darah ke saraf yang menyebabkan 'konslet'.
Gejala-gejala pasien awalnya sering muncul kekakuan,
terasa gatal atau sakit di lengan dan tangan. Sensasi tak
menyenangkan dengan memukul saraf ulnar Anda. Ketika
gejala-gejala berlanjut, dapat mencakup kehilangan kekua-
tan otot, koordinasi dan mobilitas yang membuat menulis
dan mengetik sulit. Dalam kasus kronik tak tertangani, jari
manis dan kelingking dapat menekuk.
Walalupun tidak ada gambaran lengkap tentang bagaimana
banyak orang mengalami phone elbow, para ahli tangan
mengatakan insiden ini meningkat sejalan dengan 3,3 juta
pengguna aktif layanan telepon selular di seluruh dunia.
Gangguan ini masih kurang umum dibandingkan carpal
tunnel syndrome, yaitu kondisi terkait yang mengakibatkan
nyeri pada lengan dan pergelangan tangan. Carpal Tunnel
Syndrome disebabkan oleh tekanan pada saraf tengah
yang terdapat antara pergelangan dan tangan.
Kebanyakan orang yang terkena cubital tunnel syndrome
berumur sedang sampai tua. Perempuan mengalami
cubital tunnel syndrome lebih sering dibandingkan pria.
Walaupun alasan tepatnya belum diketahui, perempuan
lebih rentan berkaitan dengan fluktuasi hormonal pada
anatominya. Penyebab lainnya yaitu tidur dengan siku
ditekuk, duduk dengan siku ditekuk lebih dari 90 serajat
dan menyetir mobil dengan siku pada jendela selama
beberapa waktu.
Dalam kebanyakan kasus, perubahan gaya hidup kecil
dapat mengurangi gejala, seperti penggunaan hands-free
untuk telepon seluler. Jika posisi tidur yang menjadi masalah,
gunakan penahan siku untuk menjaga siku tetap lurus
sepanjang malam. Untuk hal yang lebih serius dapat
berkonsultasi dengan ahli rehabilitasi atau dokter.
(NFA)
Hati-hati dengan
Hati-hati dengan
Cell Phone Elbow
Cell Phone Elbow
atau
atau
Cubital Tunnel Syndrome
Cubital Tunnel Syndrome
Hati-hati dengan
Cell Phone Elbow
atau
Cubital Tunnel Syndrome
CDK 172/vol.36 no.6/September - Oktober 2009
449
B E R I T A T E R K I N I
CDK 172/vol.36 no.6/September - Oktober 2009
B E R I T A T E R K I N I
Terapi hipertensi seringkali membutuhkan lebih dari 1 macam obat antihipertensi
untuk dapat mengontrol tekanan darah. Bila pemberian 2 macam obat antihiper-
tensi belum dapat mengontrol tekanan darah, maka dapat diberikan 3 macam
obat antihipertensi, walau hanya sedikit data yang memperlihatkan efektifitas
pemberian 3 macam obat antihipertensi. Namun, secara rasional dapat diberikan
3 macam obat antihipertensi dengan mekanisme kerja yang berbeda seperti kom-
binasi diuretik, angiotensin receptor blocker, ARB dan calcium-channel blocker,
450
F
DA (Food and Drug Administration) pada bulan Mei 2009
telah memberikan persetujuan terhadap obat antihipertensi
dengan nama dagang Exforge HCT, yang merupakan gabun-
gan dari obat antihipertensi hydrochlorothiazide (diuretik)
dengan valsartan (angiotensin receptor blocker, ARB), dan
amlodipine (calcium-channel blocker, CCB) di dalam satu tablet.
FDA memberikan persetujuan bagi Exforge HCT sebagai
obat untuk terapi hipertensi pada pasien tekanan darahnya
sulit terkontrol dengan 2 macam terapi obat antihipertensi
dan bukan sebagai terapi lini utama.
Dalam penelitian, Exforge HCT efektif sebagai terapi anti-
hipertensi pada pasien dengan hipertensi sedang-berat,
dengan tekanan darah diastolik duduk rata-rata 100 mmHg
hingga <120 mmHg; dan tekanan darah sistolik duduk rata-
rata 145 mmHg hingga <200 mmHg. Dalam penelitian juga,
pemberian Exforge HCT dengan dosis maksimum (amlodipine/
valsartan/hydrochlorothiazide 10 mg/320 mg/25 mg) mem-
perlihatkan penurunan tekanan darah sistolik tambahan
sebesar 18-29% dan penurunan tekanan darah diastolik
tambahan sebesar 19-32% dibandingkan semua terapi
antihipertensi kombinasi duo (kombinasi dua macam obat).
Persetujuan FDA ini dilakukan berdasarkan penelitian klinik
yang melibatkan lebih dari 2000 pasien. Kini Exforge HCT
sedang dikaji ulang oleh persatuan Uni Eropa.
Sebelumnya FDA sudah memberikan persetujuan obat
yang mengandung kombinasi valsartan and amlodipine
(Exforge) yang juga diproduksi oleh Novartis, sebagai terapi
lini kedua hipertensi bagi pasien yang memerlukkan 2
macam terapi obat antihipertensi.
Kesimpulan:
· Exforge HCT mendapat persetujuan dari FDA sebagai
obat untuk terapi hipertensi pada pasien yang tekanan
darahnya sulit terkontrol dengan 2 macam obat anti-
hipertensi dan bukan sebagai terapi lini utama.
· Komisi Uni Eropa sedang mengkaji ulang obat ini.
(YYA)
Referensi :
1. Calhoun DA, Jones D, Textor S, Goff DC, Murphy TP, Toto RD, et al. Resistant
Hypertension: Diagnosis, Evaluation, and Treatment. A Scientific Statement From
the American Heart Association Professional Education Committee of the Council
for High Blood Pressure Research. Circulation 2008; 117; e510-e26.
2. Mancia G, Backer GD, Dominiczak A, Cikova R, Fagard R, Germano G, et al.
2007 Guidelines for the management of arterial hypertension: The Task Force for
the Management of Arterial Hypertension of the European Society of Hypertension
(ESH) and of the European Society of Cardiology (ESC). Eur. Heart J. 2007; 28: 1462 - 536.
3. Medscape Cardiology. Combination Diuretic, ARB, and CCB Approved for Treatment
of Hypertension. [citied 2009 May 11]. Available from: http://www.medscape.com/
viewarticle/702256?src=mpnews&spon=2&uac=117092CG
4. Novartis Media Release. FDA approves Exforge HCT® - the only high blood pressure
treatment to combine three medications in a single pill. [citied 2009 May 11].
Available from: http://hugin.info/134323/R/1310474/303118.pdf
Exforge HCT, 3 Macam
Exforge HCT, 3 Macam
Obat Antihipertensi dalam 1 Tablet.
Obat Antihipertensi dalam 1 Tablet.
Exforge HCT, 3 Macam
Obat Antihipertensi dalam 1 Tablet.