CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
299
L A P O R A N K H U S U S
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
300
L A P O R A N K H U S U S
The 4
The 4
th
th
Seminar and Obesity Workshop
Seminar and Obesity Workshop
"Application of Obesity Therapy"
"Application of Obesity Therapy"
25 - 26 April 2009
25 - 26 April 2009
The 4
th
Seminar and Obesity Workshop
"Application of Obesity Therapy"
25 - 26 April 2009
A
cara ini diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, diikuti
oleh kurang lebih 1000 orang dokter-dokter dari Jakarta dan daerah
lainnya di Indonesia. Selain seminar, juga dilaksanakan workshop yang
berlangsung pada 26 April 2009. Selain perusahaan-perusahaan
farmasi lainnya, PT Kalbe Farma juga ikut berpartisipasi dalam
acara ini.
Beberapa bahasan menarik:
Para ahli memperkirakan ada hubungan kuat antara obesitas
dengan psikis seseorang, walau belum dimengerti dengan jelas.
Yang perlu diteliti lebih lanjut adalah apakah obesitas menye-
babkan gangguan psikis, atau gangguan psikis yang menyebabkan
obesitas. Penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan BMI
(Body Mass Index) pada wanita menyebabkan peningkatan risiko
depresi mayor sebesar 37% dan peningkatan keinginan bunuh
diri. Pada pria, depresi mayor, keinginan dan usaha bunuh diri lebih
sering terjadi pada pria dengan BMI rendah. Kejadian depresi
pada pria gemuk lebih rendah dibandingkan dengan pria kurus.
Salah satu efek dopamin adalah memberikan perasaan nyaman
dan nikmat pada seseorang. Dengan pemeriksaan PET scan
(positron emission tomography) diketahui bahwa pasien depresi
memiliki lebih sedikit reseptor D2; sehingga untuk menimbulkan
perasaan enak dan nyaman, pasien-pasien depresi meningkat-
kan konsumsi makanan (dengan tujuan meningkatkan dopamin).
Keadaan ini dinamakan Reward Deficiency Syndrome, dan karena
itu dapat terjadi peningkatan berat badan pada pasien-pasien depresi.
Obesitas merupakan penyakit multifaktorial dan perlu dianggap
sebagai penyakit poligenik kompleks yang melibatkan interaksi
gen dan lingkungan. Ilmu nutrigenomik mengintegrasikan genomik
dan nutrisi, dengan tujuan memperbaiki kesehatan, mencegah
penyakit serta mengatur diet secara individual untuk mencegah
penyakit dan meningkatkan kesehatan. Namun aplikasi nutri-
genomik ini masih terlampau mahal dan aplikasinya secara massal
masih belum mungkin.
·
·
·
Penurunan berat badan berhubungan dengan penurunan kejadian
kardiovaskular sehingga pada pasien risiko tinggi kejadian kardio-
vaskular dianjurkan menurunkan berat badan, baik melalui diet
ataupun olah raga. Namun apakah penurunan berat badan yang
berlebihan baik untuk tubuh? Pada pasien yang mengalami
penurunan berat badan yang hebat, dapat terjadi lipolisis yang
berhubungan dengan peningkatan organochlorine plasma. Orga-
nochlorine adalah produk kimia yang berakumulasi di dalam
lemak karena sifatnya yang lipofilik. Akumulasi organochlorine
dapat terjadi pada manusia melalui konsumsi makanan hewani
seperti ikan dan daging. Peningkatan organochlorine selama
penuruanan berat badan berhubungan dengan penurunan energy
expenditure. Keseimbangan energi dalam tubuh untuk mencegah
terjadinya obesitas bergantung pada energy expenditure ini.
Penurunan berat badan yang hebat dapat meningkatkan risiko sindrom
metabolik karena disfungsi adiposit. Sistim imun juga terganggu
pada pasien dengan penurunan berat badan berlebih, diperkirakan
karena kurangnya nutrisi yang mengganggu sistim imun.
Setiap golongan darah diperkirakan memiliki keperluan diet yang
berbeda. Golongan darah O menurut para ahli merupakan golongan
darah yang paling tua, dan oleh sebab itu diet paling baik bagi orang
dengan golongan darah O sesuai dengan diet makanan zaman
dahulu, saat manusia masih berburu. Makanannya terdiri dari makanan
kaya protein dan terutama daging. Golongan darah A muncul pada
zaman manusia mulai mengenal pertanian. Berdasarkan hal ini pasien
dengan golongan darah A baik mengkonsumsi lebih banyak sayuran.
Golongan darah B muncul pada zaman setelah golongan darah A,
dengan diet lebih fleksibel. Golongan darah AB muncul setelah
golongan darah B dan diet yang dianjurkan adalah diet sayuran
dan sekali-kali makan daging. Namun hingga kini belum ada penelitian
dengan evidence based yang baik untuk mendukung teori ini.
Secara umum diet berdasarkan golongan darah ini relatif aman,
namun dapat mengurangi nutrisi penting yang mungkin diperlukan.
Aplikasi diet berdasarkan golongan darah hingga kini sulit dilakukan,
apalagi dalam keluarga yang anggotanya memiliki golongan darah
yang berbeda-beda.
·
·
·
Obat penurun berat badan yang baik adalah obat yang dapat
mengontrol berat badan dalam jangka waktu lama. Di Amerika
Serikat obat penurun berat badan yang paling banyak menguasai
pasar adalah phentermine (58%), orlistat 20% dan sibutramine
sebesar 15%. Sampai saat ini masih banyak obat dikembangkan
untuk meningkatkan kontrol berat badan. Dalam penelitian,
terapi kombinasi orlistat dengan sibutramine memberikan hasil
penurunan berat badan lebih baik dibandingkan dengan pembe-
rian obat tunggal. Orlistat dan sibutramine obat antiobesitas
yang diberikan untuk jangka panjang. Obat baru cetilistat bekerja
menghambat lipase gastrointestinal dengan efektifitas dan toleransi
yang cukup baik. Sedangkan rimobanant yang merupakan
penyekat selektif CB1 dengan efek pleiotropik merupakan obat
yang sangat baik, namun ditarik dari pasaran karena efek
samping keinginan bunuh diri dan depresi.
Peningkatan kadar kolesterol berhubungan dengan peningkatan
risiko stroke, penyakit jantung koroner, infark miokard dan
penyakit kardiovaskular lainnya. Dalam penelitian Trials of Hyper-
tension Prevention II diketahui bahwa peningkatan berat badan
disertai dengan peningkatan tekanan darah. Oleh sebab itu
penurunan berat badan diharapkan akan menurunkan risiko
kejadian kardiovaskular. Clinical Guidelines on the Identification,
Evaluation, and Treatment of Overweight and Obesity in Adults,
memberikan beberapa rekomendasi menurunkan berat badan,
di antaranya adalah diet rendah kalori serta mengurangi asupan
lemak yang harus diikuti dengan mengurangi asupan kalori.
Pengurangan asupan kalori harian yang direkomendasikan adalah
500-1000 kalori sehari. Kombinasi diet rendah kalori dan peningka-
tan aktifitas fisik sangat dianjurkan karena akan menurunkan
lemak abdomen dan meningkatkan fitness kardiorespiratorik.
·
·
Obat golongan statin sudah sejak lama diberikan untuk menurun-
kan kadar kolesterol total dan menurunkan kadar kolesterol LDL.
Pilihan terapi lain yang juga dapat menurunkan kadar LDL adalah
plant stanol dan serat. Dosis plant stanol yang direkomendasikan
adalah 2 gram sehari, sedangkan konsumsi serat sebanyak
10-25 gram sehari. Pemberian plant stanol ester dapat mengu-
rangi kolesterol total sebesar 10% dan mengurangi kadar LDL
dalam sebesar 14%. Plant stanol mengurangi absorpsi kolesterol
di usus dengan menghambat aktivitas ACAT (acyl-coenzyme
A:cholesterol acyltransferase). Dalam penelitian, plant stanol
dalam yoghurt mengurangi kolesterol total, mengurangi kadar
LDL dan LDL teroksidasi pada pasien hiperkolesterolemia, maupun
pada pasien dengan kadar kolesterol normal. Dalam sebuah
penelitian ternyata penambahan plant stanol pada pasien yang
diterapi dengan statin menghasilkan penurunan kadar LDL lebih
besar dibandingkan dengan terapi statin monoterapi.
Olah raga sering bukan pilihan bagi pasien obesitas untuk
menurunkan berat badan, karena kurangnya waktu, hasil penu-
runan berat badan yang kurang memadai dan risiko cedera
setelah olah raga. Cedera dapat terjadi karena pembebanan
berlebihan pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti lutut,
pergelangan kaki dan tulang belakang. Penderita obesitas lebih
rentan terhadap cedera lutut, karena berat badan berlebih, fasia
plantar yang lemah dan posisi subtalar yang lebih eversi. Olah
raga pada pasien obesitas sebaiknya disesuaikan dengan kebutu-
han dan kemampuan pasien, mengenali kelainan sendi yang
mungkin diderita, mengkoreksi kelainan dengan penggunaan
support, penggunaan insole untuk mengurangi benturan, mem-
perbaiki pronasi sendi subtalar yang berlebihan serta perbaikan
teknik latihan yang salah. (YYA)
·
·
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
299
L A P O R A N K H U S U S
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
300
L A P O R A N K H U S U S
The 4
The 4
th
th
Seminar and Obesity Workshop
Seminar and Obesity Workshop
"Application of Obesity Therapy"
"Application of Obesity Therapy"
25 - 26 April 2009
25 - 26 April 2009
The 4
th
Seminar and Obesity Workshop
"Application of Obesity Therapy"
25 - 26 April 2009
A
cara ini diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, diikuti
oleh kurang lebih 1000 orang dokter-dokter dari Jakarta dan daerah
lainnya di Indonesia. Selain seminar, juga dilaksanakan workshop yang
berlangsung pada 26 April 2009. Selain perusahaan-perusahaan
farmasi lainnya, PT Kalbe Farma juga ikut berpartisipasi dalam
acara ini.
Beberapa bahasan menarik:
Para ahli memperkirakan ada hubungan kuat antara obesitas
dengan psikis seseorang, walau belum dimengerti dengan jelas.
Yang perlu diteliti lebih lanjut adalah apakah obesitas menye-
babkan gangguan psikis, atau gangguan psikis yang menyebabkan
obesitas. Penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan BMI
(Body Mass Index) pada wanita menyebabkan peningkatan risiko
depresi mayor sebesar 37% dan peningkatan keinginan bunuh
diri. Pada pria, depresi mayor, keinginan dan usaha bunuh diri lebih
sering terjadi pada pria dengan BMI rendah. Kejadian depresi
pada pria gemuk lebih rendah dibandingkan dengan pria kurus.
Salah satu efek dopamin adalah memberikan perasaan nyaman
dan nikmat pada seseorang. Dengan pemeriksaan PET scan
(positron emission tomography) diketahui bahwa pasien depresi
memiliki lebih sedikit reseptor D2; sehingga untuk menimbulkan
perasaan enak dan nyaman, pasien-pasien depresi meningkat-
kan konsumsi makanan (dengan tujuan meningkatkan dopamin).
Keadaan ini dinamakan Reward Deficiency Syndrome, dan karena
itu dapat terjadi peningkatan berat badan pada pasien-pasien depresi.
Obesitas merupakan penyakit multifaktorial dan perlu dianggap
sebagai penyakit poligenik kompleks yang melibatkan interaksi
gen dan lingkungan. Ilmu nutrigenomik mengintegrasikan genomik
dan nutrisi, dengan tujuan memperbaiki kesehatan, mencegah
penyakit serta mengatur diet secara individual untuk mencegah
penyakit dan meningkatkan kesehatan. Namun aplikasi nutri-
genomik ini masih terlampau mahal dan aplikasinya secara massal
masih belum mungkin.
·
·
·
Penurunan berat badan berhubungan dengan penurunan kejadian
kardiovaskular sehingga pada pasien risiko tinggi kejadian kardio-
vaskular dianjurkan menurunkan berat badan, baik melalui diet
ataupun olah raga. Namun apakah penurunan berat badan yang
berlebihan baik untuk tubuh? Pada pasien yang mengalami
penurunan berat badan yang hebat, dapat terjadi lipolisis yang
berhubungan dengan peningkatan organochlorine plasma. Orga-
nochlorine adalah produk kimia yang berakumulasi di dalam
lemak karena sifatnya yang lipofilik. Akumulasi organochlorine
dapat terjadi pada manusia melalui konsumsi makanan hewani
seperti ikan dan daging. Peningkatan organochlorine selama
penuruanan berat badan berhubungan dengan penurunan energy
expenditure. Keseimbangan energi dalam tubuh untuk mencegah
terjadinya obesitas bergantung pada energy expenditure ini.
Penurunan berat badan yang hebat dapat meningkatkan risiko sindrom
metabolik karena disfungsi adiposit. Sistim imun juga terganggu
pada pasien dengan penurunan berat badan berlebih, diperkirakan
karena kurangnya nutrisi yang mengganggu sistim imun.
Setiap golongan darah diperkirakan memiliki keperluan diet yang
berbeda. Golongan darah O menurut para ahli merupakan golongan
darah yang paling tua, dan oleh sebab itu diet paling baik bagi orang
dengan golongan darah O sesuai dengan diet makanan zaman
dahulu, saat manusia masih berburu. Makanannya terdiri dari makanan
kaya protein dan terutama daging. Golongan darah A muncul pada
zaman manusia mulai mengenal pertanian. Berdasarkan hal ini pasien
dengan golongan darah A baik mengkonsumsi lebih banyak sayuran.
Golongan darah B muncul pada zaman setelah golongan darah A,
dengan diet lebih fleksibel. Golongan darah AB muncul setelah
golongan darah B dan diet yang dianjurkan adalah diet sayuran
dan sekali-kali makan daging. Namun hingga kini belum ada penelitian
dengan evidence based yang baik untuk mendukung teori ini.
Secara umum diet berdasarkan golongan darah ini relatif aman,
namun dapat mengurangi nutrisi penting yang mungkin diperlukan.
Aplikasi diet berdasarkan golongan darah hingga kini sulit dilakukan,
apalagi dalam keluarga yang anggotanya memiliki golongan darah
yang berbeda-beda.
·
·
·
Obat penurun berat badan yang baik adalah obat yang dapat
mengontrol berat badan dalam jangka waktu lama. Di Amerika
Serikat obat penurun berat badan yang paling banyak menguasai
pasar adalah phentermine (58%), orlistat 20% dan sibutramine
sebesar 15%. Sampai saat ini masih banyak obat dikembangkan
untuk meningkatkan kontrol berat badan. Dalam penelitian,
terapi kombinasi orlistat dengan sibutramine memberikan hasil
penurunan berat badan lebih baik dibandingkan dengan pembe-
rian obat tunggal. Orlistat dan sibutramine obat antiobesitas
yang diberikan untuk jangka panjang. Obat baru cetilistat bekerja
menghambat lipase gastrointestinal dengan efektifitas dan toleransi
yang cukup baik. Sedangkan rimobanant yang merupakan
penyekat selektif CB1 dengan efek pleiotropik merupakan obat
yang sangat baik, namun ditarik dari pasaran karena efek
samping keinginan bunuh diri dan depresi.
Peningkatan kadar kolesterol berhubungan dengan peningkatan
risiko stroke, penyakit jantung koroner, infark miokard dan
penyakit kardiovaskular lainnya. Dalam penelitian Trials of Hyper-
tension Prevention II diketahui bahwa peningkatan berat badan
disertai dengan peningkatan tekanan darah. Oleh sebab itu
penurunan berat badan diharapkan akan menurunkan risiko
kejadian kardiovaskular. Clinical Guidelines on the Identification,
Evaluation, and Treatment of Overweight and Obesity in Adults,
memberikan beberapa rekomendasi menurunkan berat badan,
di antaranya adalah diet rendah kalori serta mengurangi asupan
lemak yang harus diikuti dengan mengurangi asupan kalori.
Pengurangan asupan kalori harian yang direkomendasikan adalah
500-1000 kalori sehari. Kombinasi diet rendah kalori dan peningka-
tan aktifitas fisik sangat dianjurkan karena akan menurunkan
lemak abdomen dan meningkatkan fitness kardiorespiratorik.
·
·
Obat golongan statin sudah sejak lama diberikan untuk menurun-
kan kadar kolesterol total dan menurunkan kadar kolesterol LDL.
Pilihan terapi lain yang juga dapat menurunkan kadar LDL adalah
plant stanol dan serat. Dosis plant stanol yang direkomendasikan
adalah 2 gram sehari, sedangkan konsumsi serat sebanyak
10-25 gram sehari. Pemberian plant stanol ester dapat mengu-
rangi kolesterol total sebesar 10% dan mengurangi kadar LDL
dalam sebesar 14%. Plant stanol mengurangi absorpsi kolesterol
di usus dengan menghambat aktivitas ACAT (acyl-coenzyme
A:cholesterol acyltransferase). Dalam penelitian, plant stanol
dalam yoghurt mengurangi kolesterol total, mengurangi kadar
LDL dan LDL teroksidasi pada pasien hiperkolesterolemia, maupun
pada pasien dengan kadar kolesterol normal. Dalam sebuah
penelitian ternyata penambahan plant stanol pada pasien yang
diterapi dengan statin menghasilkan penurunan kadar LDL lebih
besar dibandingkan dengan terapi statin monoterapi.
Olah raga sering bukan pilihan bagi pasien obesitas untuk
menurunkan berat badan, karena kurangnya waktu, hasil penu-
runan berat badan yang kurang memadai dan risiko cedera
setelah olah raga. Cedera dapat terjadi karena pembebanan
berlebihan pada bagian-bagian tubuh tertentu seperti lutut,
pergelangan kaki dan tulang belakang. Penderita obesitas lebih
rentan terhadap cedera lutut, karena berat badan berlebih, fasia
plantar yang lemah dan posisi subtalar yang lebih eversi. Olah
raga pada pasien obesitas sebaiknya disesuaikan dengan kebutu-
han dan kemampuan pasien, mengenali kelainan sendi yang
mungkin diderita, mengkoreksi kelainan dengan penggunaan
support, penggunaan insole untuk mengurangi benturan, mem-
perbaiki pronasi sendi subtalar yang berlebihan serta perbaikan
teknik latihan yang salah. (YYA)
·
·