background image
CDK 163/vol.35 no.4/Juli - Agustus 2008
188
1. Epiglotitis akut
Epiglottitis akut biasanya terjadi pada anak yang lebih tua
daripada penderita croup yaitu antara 3-6 tahun biasanya
disebabkan oleh H.influenzae. Gejala klinis epiglottitis akut
berupa nyeri tenggorok (sore throat), nyeri menelan (odino-
fagia) yang mengakibatkan sulit menelan (disfagia), suara
berubah (muffled voice atau hot potato voice), demam sampai
menggigil, dan sesak nafas karena sumbatan jalan nafas. Anak
lebih suka posisi duduk, dagu lebih maju dan leher hiperekstensi
untuk menjaga agar jalan nafas tetap terbuka.
8,15
Kesulitan menelan yang berlebihan mengakibatkan hipersa-
livasi atau drooling. Sumbatan jalan nafas yang berat menga-
kibatkan stridor inspirasi. Pada epiglottitis akut tidak dijumpai
batuk seperti menggongong.
9
Dari pemeriksaan klinis didapatkan suhu tubuh meningkat,
takikardi (>100x/mnt), nyeri leher (neck tenderness), dan pem-
besaran kelenjar limfe leher (cervical lymphadenopathy). Pada
pemeriksaan laringoskopi tampak epiglottis bengkak dan ber-
warna merah terang (cherry-red epiglottis). Pemeriksaan radio-
logi foto polos soft tissue leher dengan posisi lateral biasanya
menunjukkan pembengkakan epiglottis (thumb sign).
9,14,15
2. Laringitis difteri
Laringitis difteri mempunyai masa inkubasi 1-7 hari. Penderita
mengeluh badan lemas, panas subfebris, batuk menggonggong
yang timbul mendadak diikuti suara serak dan terasa seperti
luka di tenggorok. Pada pemeriksaan dijumpai keadaan umum
penderita tampak lemah, suara serak, sesak dengan gejala sum-
batan jalan nafas yang progresif berupa stridor inspirasi.
1,11
Pada pemeriksaan orofarings tampak selaput putih keabuan
pada tonsil, dan dinding farings. Larings tampak kemerahan,
dan ditutupi selaput putih keabuan seperti pada farings. Mem-
bran melekat erat dan bila dilepaskan mudah berdarah. Pada
beberapa kasus, didapatkan limfadenitis dan menyerupai gam-
baran leher banteng (bull neck).
1
3. Benda asing larings
Aspirasi benda asing biasanya terjadi pada anak umur 6 bulan - 2
tahun. Jika terdapat riwayat tersedak, batuk paroksismal dan
tidak ada tanda infeksi kemungkinan benda asing di laring perlu
dipikirkan. Pemeriksaan rontgen serta endoskopi akan mem-
perjelas diagnosis.
8,9
4. Udem angioneurotik
Udem larings karena proses alergi, mungkin disebabkan
karena alergi obat, reaksi transfusi, gigitan serangga, makanan
atau bahan yang diinhalasi. Gejala udem larings karena alergi
bersifat progresif, dimulai dengan suara serak, berlanjut dengan
tanda-tanda peningkatan sumbatan jalan nafas seperti stridor,
retraksi, takipneu, dan sianosis.
1
Udem larings oleh karena
alergi biasanya akut, dengan riwayat baru saja kontak dengan
alergen. Biasanya ditemukan juga urtikaria atau angioudem di
daerah lain seperti wajah, bibir, tangan dan kaki.
1
PENGOBATAN
Pengobatan croup tergantung dari stadiumnya; bertujuan
untuk mengurangi udem, melunakkan sekret, dan melancarkan
jalan nafas.
11,14
Prinsip utama pengobatan croup adalah
manajemen jalan nafas.
7,9
Saat ini standar pengobatan croup
meliputi: (1) humidifikasi, meskipun sedikit bukti bahwa peng-
obatan ini efektif, (2) epinefrin rasemik, dan (3) steroid.
16
1. Humidifikasi (mist therapy)
Humidifikasi mempunyai efek melunakkan sekret atau me-
ngurangi viskositas sekret sehingga lebih mudah dikeluarkan,
selain itu juga mempunyai efek mengurangi inflamasi.
3,7,9
Terdapat beberapa jenis terapi humidifikasi yaitu hot mist dan
cool mist. Pada hot mist therapy dulu digunakan ketel croup
(croup kettles) atau tenda croup (croup tents). Tetapi karena efek
pemanasan tersebut dapat membakar wajah, anak menjadi
gelisah sehingga mengakibatkan hiperventilasi dan pada akhirnya
memperburuk sumbatan jalan nafas maka saat ini hot mist
ditinggalkan dan beralih ke cool mist therapy.
3
2. Epinefrin rasemik
Epinefrin rasemik merupakan campuran 1:1 d-isomer dan l-isomer
epinefrin. Mekanisme aksi epinefrin adalah pada reseptor a
adrenergik; terbukti menyebabkan vasokonstriksi dan mengu-
rangi udem. Pengurangan udem mukosa larings akan mening-
katkan diameter jalan nafas sehingga stridor inspirasi dan
retraksi akan berkurang. Mula kerja epinefrin dalam 10-30
menit, dan durasi maksimal aksi kurang lebih 2 jam.
7,8,9,11
Dosis 0,5 ml larutan epinefrin rasemik 2,25% dilarutkan dalam
4,5 ml larutan salin.
8
Pendapat lain menganjurkan dosis 0,25-
0,75 ml larutan 2,25% epinefrin rasemik dalam 2,5 ml larutan
salin yang diberikan secara nebuliser selama kurang lebih 20
menit.
7,9
Jika larutan epinefrin rasemik tidak tersedia dapat diguna-
kan campuran 5 ml l-isomer epinefrin dan larutan salin (1:100).
9
Epinefrin rasemik baik untuk mengobati croup derajat sedang
dan berat. Penderita yang telah diterapi dengan epinefrin
rasemik aman untuk dipulangkan jika dalam 3 jam, tidak
terdapat stridor saat istirahat, udara yang masuk normal,
kesadaran baik atau jika skor croup <2.
8,9
Jika terdapat stridor
persisten atau skor croup > 2, penderita harus dirawat.
8
H A S I L P E N E L I T I A N
KEGIATAN ILMIAH
CDK 163/vol.35 no.4/Juli - Agustus 2008
241
HUT IV IKCC: Hidup Mandiri dengan Ginjal
Transplantasi, RS PGI Cikini, 31 Mei 2008
Sekitar 150 orang memadati
Aula RS PGI Cikini di Hari Sabtu
31 Mei 2008. Tak heran, karena
acara HUT ke-4 IKCC ini di-
peringati dengan meriah. Acara
dimulai dengan kata sambu-
tan dari RS PGI Cikini, Dr Tunggul D Situmorang SpPD-KGH
yang dilanjutkan dengan Ibu Indah, selaku Ketua Umum IKCC.
Acara cukup meriah karena dipandu oleh MC kondang Mr. Kris
Biantoro. Setelah acara sulap bersama pesulap IKCC, Bung
Cahaya, tampil dengan memukau, Mr. Kris Biantoro yang ber-
cerita mengenai suka dan duka dalam 'menjadi' ginjal di negeri
orang. Setelah itu muncullah bintang acara kali ini yang Dr
Tunggul Situmorang yang membawakan presentasi mengenai
"Hidup Mandiri dengan Ginjal Tranplantasi". Setelah presentasi Dr
Tunggul, tampil berturut-turut memberi kesaksian, penerima/resipien
dan pemberi/donatur ginjal yang operasinya dilakukan di RS
PGI Cikini sekitar 4 tahun yang lalu. Akhir acara ditutup dengan
perayaan sederhana berupa bernyanyi disertai pemotongan kue
ulang tahun. Selamat Ulang IKCC, lanjutkan misimu untuk terus men-
dampingi mereka yang kurang beruntung dengan organ ginjal.
Grand Opening Mochtar Riady Institute for
Nanotechnology, Universitas Pelita Harapan
Karawaci, 12 Mei 2008
Berbeda dengan kedokteran
konvensional (yang sering di-
sebut dengan istilah Kedok-
teran Reaktif) saat ini telah
diperkenalkan Kedokteran
P4 (4P Medicine) yang meliputi: Prediktif, Personalisasi,
Preventif dan Partisipatif. Demikian disampaikan pembi-
cara tamu, Dr Leroy Hood MD, Ph.D., President and co-
founder, Institute for System Biology, USA, saat berbicara
pada acara Grand Opening Mochtar Riady Institute for
Nanotechnology (MRIN) di Gedung MRIN Lippo Karawaci.
Acara yang berlangsung semarak & meriah ini dihadiri
oleh DR Mochtar Riady (Founder MRIN), James T. Riady
(Founder Yayasan Pelita Harapan), Prof Susan Tai (President
MRIN), Prof. DR. Ing. BJ Habibie (Honorary Chairman of
The Scientific Advisory Board of MRIN), Kusmayanto
Kadiman Ph.D (Menristek), Bahctiar Chamsah (Mensos),
Scientific Advisory Board Member MRIN (Prof. Lauren-
tius A. Lesmana, SpPD-KGEH, Prof Ali Sulaiman, SpPD-
KGEH, dll.), Gumilar Somantri (Rektor UI), Usman Chatib
Warsa (mantan Rektor UI), Fauzi Bowo (Gubernur DKI),
Rano Karno (wakil Bupati Tangerang), Prof. Amin Soebandrio,
Surya Paloh, dan lain-lain.
3rd Seminar of Obesity, Hotel Aryaduta Jakarta,
19-20 April 2008
Kegiatan tahunan yang dilaksa-
nakan oleh Departemen Nutrisi
FKUI merupakan yang ke-3, ber-
langsung di Hotel Aryaduta Jakarta.
Tema yang diangkat kali ini adalah
"Managing Plateau Phase in Obesity". Seminar ini dihadiri oleh
kurang lebih 250-300 peserta dokter gizi medik dan dokter
umum. Acara dibuka oleh Dr. Sri Sukmaniah, MSc, SpGK
sebagai kepala departemen Nutrisi FKUI.
Seminar Awam IKCC "Kontroversi Minum
pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK)",
RS Haji Jakarta, 19 April 2008
Pada penderita penyakit
ginjal kronik (PGK), air minum
yang di konsumsi dibatasi
jumlahnya. Oleh karena itu
seringkali muncul pertenta-
ngan pendapat mengenai
minum pada pasien PGK.
Hal ini disebabkan karena pada pasien PGK ginjal sudah
tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Berkaitan
dengan hal ini, IKCC bekerjasama dengan RS. Haji Jakarta
pada hari Sabtu 19 April 2008 menyelenggarakan seminar
bertemakan "Kontroversi Minum pada Pasien Penyakit
Ginjal Kronik (PGK)" dengan pembicara DR. Dr. H.
Bimanesh Sutardjo, SpPD-KGH.
Lokakarya HLUN 2008 "Menuju Lanjut Usia
Sehat", Gedung Depsos RI, Rabu 28 Mei 2008
Jumlah penduduk Lansia di
Indonesia secara relatif memang
sedikit namun secara absolut
sudah termasuk banyak. Demi-
kian penjelasan Prof Tri Budi
Rahardjo, salah satu anggota
Komnas Lansia pada Loka-
karya Sehari dalam rangka Hari
Lanjut Usia Nasional (HLUN)
2008. Tema acara yang dise-
lenggarakan di Gedung Depsos tersebut adalah "Menuju
Lanjut Usia Sehat". Sekitar 150 peserta yang memenuhi
ruangan Aneka Bhakti di jalan Salemba Jakarta, ter-
kesima dengan presentasi menarik dari para nara sumber
seperti: Prof Tri Budi W Rahardjo, Drs. Titus Kurniadi, DR
Dr C Heriawan Soejono, Dr Handrawan Nadesul, Prof Iwan
Darmansjah, dll.