Dr. Boy S. Sabarguna, MARS
Asisten Direktur Bidang PPE Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati, Cirebon
Survai Keamanan Pasien
ABSTRAK
Selayaknya mutu pelayanan rumah sakit tidak hanya dibicarakan, tetapi perlu :
1. Dilakukan tindakan yang bisa mengukur keadaan sejauh mana sekarang ini telah
berjalan.
2. Tindak lanjut apa yang perlu dilakukan dari hasil interpretasi penilaian yang terjadi
.
Maka langkah-langkah upaya dalam rangka meningkatkan mutu keamanan pasien
adalah
:
PENDAHULUAN
Berbagai cara meningkatkan mutu pelayanan di rumah
sakit, mulai dari quality assurance, total quality control sampai
yang terbaru CTQI atau continuing total quality improvement,
sebenarnya berbasis relatif sama yaitu upaya. Jadi tak hanya di-
bicarakan dan didiskusikan kebaikan dan keunggulannya, tetapi
paling penting adalah bisa dikerjakan
.
Dari 4 aspek mute(1 ) yaitu :
1) Aspek klinis,
2) Aspek efisiensi dan efektivitas,
3) Aspek keselamatan pasien,
4) Aspek kepuasan pasien,
yang sering dikupas baru kepuasan pasien, dan itupun sering
tidak tuntas; artinya survai dengan pemilihan sampel kurang
tepat, juga hasilnya tidak cukup ditindaklanjuti.
Meskipun
Makalah ini disajikan pada Kongres VI PERSI Hospital Expo, Jakarta,
21-- 25 November 1993
.
110
Cermin Dunia Kedokteran, Edisi Khusus
No. 91, 1994
demikian sudah merupakan langkah maju, dibandingkan tidak
sama sekali
.
Menjaga mutu dari aspek klinis merupakan hal yang hingga
sekarang merupakan yang tersulit, karena menyangkut profesi
dan standar profesi, hal ini sedang dijajagi oleh IDI bersama
Pemerintah.
Aspek efisiensi dan efektivitas yang menilai mutu dari sudut
keuangan dan pelayanan memerlukan perhitungan dan upaya
ekstra keras agar bisa dipergunakan dengan mudah dan jelas
.
Aspek keamanan pasien dapat merupakan hal yang seder-
hana sampai rumit, hal ini perlu ditelusuri agar dapat dilakukan
upaya menjaga mutu dengan jelas dan terarah; bila tidak, aspek
ini hanya dinilai tanpa indikator yang jelas, atau dengan indikator
yang sangat subjektif sehingga tak bisa diperhitungkan. Upaya
berikut ini merupakan langkah kuantifikasi berbagai hal yang
berhubungan dengan keamanan pasien, sehingga bisa diper-
hitungkan dan didiskusikan
.
Tulisan ini bertujuan :
1. Memberikan gambaran yang lebih terang tentang Menjaga
Mutu Pelayanan Rumah Sakit yang terkait dengan keamanan
pasien.
2. Memberikan gambaran yang lebih jelas tentang indikator
keamanan pasien yang dapat dipakai sebagai pedoman
.
3. Membuat sur vai keamanan pasien di rumah sakit, sehingga
aspek ini dapat dikwantifikasi dan selanjutnya dapat didiskusikan,
kemudian dilakukan tindak lanjut yang relevan.
MENJAGA MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT
DEFINISI
(1)
Quality Assurance atau menjaga mutu adalah :"Suatu pro-
gram berlanjut yang disusun secara objektif dan sistematik
memantau dan menilai mutu dan kewajaran asuhan terhadap
pasien. Menggunakan peluang untuk meningkatkan asuhan pasien
dan memecahkan masalah-masalah yang terungkap. " (Skema 1)
KOMPONEN MUTU
Mutu pelayanan kesehatan menjadi sulit diukur, karena hasil
yang terlihat merupakan resultan dari berbagai faktor yang
berpengaruh. Walaupun demikian secara jelas dapat dibedakan
.
Komponen itu adalh
(1)
:
Kewajaran
Relevansi
Hasil segera
Kuantitas
Efektivitas
Hasil jangka panjang
Efisiensi
Struktur adalah : sarana fisik, perlengkapan dan peralatan,
organisasi dan manajemen, keuangan, sumber daya manusia dan
sumber daya yang lain
.
Proses adalah : sarana kegiatan dokter, kegiatan perawat,
kegiatan administrasi pasien
.
Outcome
adalah :
outcome
jangka panjang seperti ke-
mungkinan kambuh, kemungkinan sembuh di masa datang
.
ASPEK MUTU
Mutu pelayanan rumah sakit dapat pula dilihat dari segi
aspek yang berpengaruh. Aspek berarti termasuk hal-hal yang
secara langsung atau tidak berpengaruh terhadap penilaian.
Keempat aspek itu adalah :
Aspek Klinis
Yaitu menyangkut pelayanan dokter, perawat dan terk3it
dengan teknis medis
.
Efisiensi dan Efektifitas
Yaitu pelayanan yang murah, tepat guna, tak ada diagnosis
dan terapi yang berlebihan
.
Keamanan Pasien
Yaitu upaya perlindungan terhadap pasien, misalnya per-
lindungan jatuh dari tempat tidur, kebakaran.
Kepuasan Pasien
Yaitu yang berhubungan dengan kenyamana, keramahan
dan kecepatan pelayanan
.
CIRI MUTU YANG BAIK
Berdasarkan dari pengamatan di atas ternyata mutu yang
baik adalah
(1)
:
Tersedia dan terjangkau.
Tersedia kebutuhan
.
Tepat sumber daya
.
Tepat standar profesi/etika profesi
.
Wajar dana aman.
Mutu memuaskan bagi pasien yang dilayani
.
Pelayanan medis yang baik adalah
(2)
:
Yang didasari oleh praktek medis yang rasional dan didasari
oleh ilmu kedokteran
.
Mengutamakan pencegahan
.
Terjadinya kerjasama antara masyarakat dengan ilmuwan
medis.
Mengobati seseorang sebagai keseluruhan
.
Memelihara kerjasama antara dokter dengan pasien
.
Berkoordinasi dengan pekerja sosial
.
Mengkoordinasikan semua jenis pelayanan medis
.
Mengaplikasikan pelayanan modern dari ilmu kedokteran
yang ditubuhkan masyarakat
.
KEAMANAN PASIEN
Aspek keamanan pasien sebenarnya banyak yang mempu-
nyai dasar objektif, artinya dapat dili hat bendanya. Seperti adanya
alat pemadam kebakaran. Hanya permasalahannya berapa ban-
yak dan berapa besar yang dinilai cukup ?; hal ini menjadi relatif
subjektif, karena akan berhubungan dengan situasi dan kondisi
yang ada. Segi ini yang akan dicoba dikuantifikasikan dengan
skela tertentu.
Tentunya masih banyak lagi yang dapat dipertimbangkan,
termasuk hal-hal yang sifatnya perilaku yang lebih spesifik,
seperti setiap transfusi selalu dilakukan
crossmatch.
Dapat juga
lebih dispefikasi seperti : jumlah satpam, kemampuan satpam,
pelatihan ulangan
.
Hal di atas merupakan sebagian dari aspek penting yang
harus ada dan diperhatikan agar keamanan pasien mendapat
jaminan. Kemudian dengan survai yang menggunakan skala
akan dapat diperhitungkan seberapa jauh sudah diadakan.
Cermin Dunia Kedokteran , Edisi Khusus
No. 91, 1994 111
Kelompok indikator keamanan pasien meliputi :
No.
Kelompok
Indikator
1.
Fasilitas
1.
Pemadam kebakaran
2.
Pembuangan limbah
3.
Pencegahan penularan kuman
4.
Cadangan lisirik
5.
Ruang operasi yang memenuhi stndar
6.
Adanya ruang pulih sadar yang memedai
7.
Adanya ICU yang memadai
2.
Alat
8.
Pengikat di kereta dorong
9.
Pengikat di tempat tidur
10.
Kelengkapan oksigen
11.
Kelengkapan alat gawat darurat
3.
Obat
12.
Tersedia obat untuk mengatasi syok
13.
Nama obat yang jelas
14.
Dosis obat yang jelas
4.
Prosedur
15.
Prosedur menghadapi musibah
16.
Prosedur penyimpanan barang pasien
17.
Prosedur pencegahan infeksi nosokomial
18.
Prosedur menunggu pasien
5.
Petugas
19.
Adanya petugas Satpam yang cukup
20.
Adanya seragam petugas
21.
Adanya nama dan identitas petugas
22. Adanya identitas penunggu pasien
6.
Kegiatan
23. Status diisi lengkap
24.
Adanya catatan pergantian antar petugas
SURVAI KEAMANAN PASIEN
1) Pembuatan Kuesioner
Kuesioner dapat diperbandingkan dengan wawancara sebagai
berikut
(3 )
:
Keuntungan Wawancara
Kejelasan : Pewawancara akan
dapat menjelaskan pertanyaan yang
sulit dimengerti dan dapat mentasi
kalau ada responden yang tidak
dapat membaca.
Kekayaan informasi : Pewawan-
cara dapat mengumpulkan lebih
banyak informasi berdasarkan
jawaban responden dan melalui
observasi tampilan dan prilaku
responden.
Keteraturan : Pewawancara akan
dapat menanyakan pertanyaan
secara berurutan.
Dalam pembuatannya bisa berbentuk :
1. Ya, atau tidak.
2. Ya, tidak atau tidak tahu.
3. Pilihan berganda : a, b, c, d.
4. Dengan skala; contoh : 1. Sangat penting; 2. Penting; 3.
Kurang penting; 4. Tidak penting.
Jangan membuat yang tengah-tengah, karena menurut penga-
laman akan banyak jatuh pada pilihan ini, sehingga tidak
112
Cermin Dunia Kedokteran, Edisi Khusus
No. 91, 1994
menggambarkan; bila pilihan :
1. Istimewa; 2. Baik; 3. Cukup; 4. Kurang; 5. Buruk, dari
pengalaman, sering dipilih cukup, karena tengah-tengah/netral.
Bila menggunakan EPI INFO, dipergunakan skala
(4)
:
1 = Buruk; 2 = Kurang; 3 = Baik; 4 = Istimewa. Dalam hal ini tak
dipergunakan skala cukup, untuk menghindari pemiiihan nilai
tengah yang dianggap aman.
2)
Cara Pengisian Kuesioner
Diisi dengan memilih salah satu dan ditandai.
Pengisi kuesioner diberi penjelasan cara mengisinya :
Memilih dengan memberi tanda; Jelaskan bahwa perlu diberi
nama jabatan pengisi; dan mohon diisi dengan jelas dan
sebenarnya.
Kuesioner dianjurkan diisi oleh :
1) Direktur
2) Para Wakil Direktur
3) Kepala Bidang
4) Kepala Ruangan
5) Dokter Kepala UPF.
3) Cara Pengolahan Kuesioner
Data bisa dioleh dengan cara manual atau komputer. Dengan
manual berarti mengumpulkan diisi sesuai program.
4) Epi Info
Merupakan program untuk epidemologi, dan program ini
merupakan
public domain,
artinya bisa dipakai tanpa membeli
atau menyewa.
Dalam program ini termasuk didalamnya analisis yang
diperlukan dalam rangka pengolahan data, seperti :
1) Presentase
2) Analisa korelasi.
5) Pedoman Interpretasi
Untuk menginterpretasi atau mengerti apa yang digambar-
kan oleh angka itu, maka perlu pedoman :
1) Standar dari litelatur
Walaupun tidak pasti, dapat memberikan gambaran yang
lebih jelas, dan dapat dilakukan modifikasi.
2. Kegiatan serial
Bila kegiatan dilaksanakan secara berkelanjutan, akan dapat
dibandingkan . senerti contoh :
6) Kesimpulan Interpretasi
Dari interpretasi itu harus diperoleh gambaran :
1. Seberapa jauh pencapaian saat ini.
Misalnya : pemadam kebakaran 70% menilai baik.
2. Segi apa yang menyolok baik.
Keuntungan Kuesioner
Ekonomis : Swa pengisian akan
mengurangi petugas
Standarisasi : Perintahtertulis akan
mengurangi bias karena perbedaan
cara bertanya atau interaksi antara
petugas dan responden.
Anonymity : akan lebih leluasa
mengisi hal-hal yang sensitif, tanpa
disaksikan atau ditanya oleh orang
lain.
3. Segi apa yang menyolok buruk
.
Dengan demikian mulai secara jelas terlihat sektor yang
perlu perhatian dan peningkatan lebih lanjut, juga sektor yang
perlu dipertahankan kebaikannya
.
7) Kuesioner, Keamanan Pasien
Berikut ini akan dibuat kuesioner keamanan pasien sesuai
indikator yang telah dibuat yaitu 25 buah.
Kuesioner Keamanan Pasien
Tanggal
:
Pengisi
:
Tahun
:
Kuesioner ke
:
No. Soal
Buruk Kurang Baik Istimewa
1
2
3
4
l. Pemadam kebakaran ?
2. Pembuangan limbah ?
3. Pencegahan penularan kuman ?
4. Cadangan lisirik ?
5. Ruang operasi sesuai standar ?
6. Ruang pulih sadar yang memadai ?
7. Ruang ICU yang memadai ?
8. Pengikat kereta dorong ?
9. Pengikat di tempat tidur ?
10. Kelengkapan oksigen ?
11.
Kelengkapan alat gawat darurat ?
12. Obat untuk mengatasi syok ?
13. Nama obat yang jelas ?
14. Dosis obat yang jelas ?
15. Prosedur menghadapi musibah ?
16. Pros. penyimpanan barang pasien ?
17. Pros. pencegahan inf. nosokomial ?
18. Prosedur persiapan operasi ?
19. Prosedur menunggu pasien ?
20. Adanya petugas Satpam yang
cukup ?
21. Adanya seargam petugas ?
22. Adanya nama dan identitas petugas ?
23. Adanya identitas penunggu pasien ?
24. Status diisi lengkap ?
25. Catatan pergantian antar petugas ?
Jumlah
Catatan : 1.
2.
3.
TINDAK LANJUT
Dalam menjaga mutu yang telah dibicarakan terdahulu, tak
ada gunanya ditemukan maslah bila tidak jelas upaya
untuk
memecahkannya. Dengan kuesioner akan ditemukan n asalah
yang secara kuantitatif jelas terlihat, hal ini sudah baik karena
bisa didiskusikan, tetapi tak cukup sampai disitu, perlu upaya
tindak lanjut yang secara nyata akan meningkatkan pelayanan.
1) Spesifikasi masalah
Masalah berarti adanya kesenjangan antara kenyataan dan
harapan. Hal ini harus jelas dan pasti, berarti harus spesifik
.
Contoh :
Alat untuk keamanan pasien kurang (tidak spesifik)
Alat pemadam kebakaran kurang (spesifik)
Identitas petugas tak ada (tidak spesifik)
Identitas perawat tidak ada (spesifik)
2) Penentuan penyebab masalah
Setelah masalah kepuasan pasien diketahui, selanjutnya
adalah upaya untuk mengetahui penyebabnya. Sedapat mungkin
kita dapat menyelesaikan penyebabnya, tidak hanya rnenghi-
langkan tanda dan gejala saja.
3) Pembuatan alternatif pemecahan masalah
Setelah penyebab ditemukan, maka buatlah berbagai
kemungkinan pemecahan masalah yang mungkin dapat dilakukan
.
Kumpulkan sebanyak yang dapat dibuat dari kemungkinan
pemecahan masalah itu.
4)
Pemilihan pemecahan masalah yang optimal
Dari sekian banyak kemungkinan pemecahan masalah,
pilihlah yang optimal. Optimal berarti pemecahan masalah yang
paling mungkin dilakukan dalam berbagai keterbatasan yang
ada; jadi belum tentu yang terbaik. Penentuan yang optimal ini
hendaklah mempertimbangkan berbagai aspek dan mendengar-
kan semua pihak yang terlibat.
5)
Tindakan pemecahan masalah
Lakukanlah upaya yang nyata dalam rangka pemecahan
masalah, secara konsekuen dan pastikan sesuai dengan tuj.an
dan rencana yang dibuat.
DOKUMENTASI
Pencatatan setiap langkah dan perkembangan yang terjadi
sangat penting bagi manajemen dalam rangka belajar dari pe-
ngalaman. Bila hanya dilakukan sambil lalu, maka hanya akan
menjadi angin lalu, tak akan memberikan kesan dan pengalaman
apapun.
Maka jadikanlah pengalaman itu tercatat secara jelas, se-
hingga akan merupakan bahan acuan dan bahan kajian, baik
untuk masa kini dan masa datang.
Maka model untuk tindak lanjut adalah
Catatan :
1.
Tindakan pemecahan masalah akan menjadi dasar bagi spesifikasi masalah
lebih lanjut dan untuk pertimbangan bagi survai keamanan pasien berikutnya.
Cermin Dunia Kedokteran, Edisi Khusus No. 91, 1994
113
2. Dokumentasi hasil survai d an interprestasinya,termasuktindakan pemecahaa
masalah.
KEPUSTAKAAN
1. Jacobalis S. Menjaga mutu pelayanan rumah sakit. Jakarta : PERSI, 1989.
2.
Schulz E. dkk. Management of Hospital. New York : McGraw Hill, 1983.
3.
Riono P. Seminar Survai Kepuasan Pasien di Rumah Sakit, RS Gatot Subroto,
Jakarta, 1991.
4.
Dean AG. dkk. Epi Info. Georgia : CDC, 1990
.
Not everyone can do great things, but everyone can do small things
in agreat way
114
Cermin Duniu Kedokteran, Edisi Khusus No. 91, 1994