background image
K
ongres ini bertemakan ' Caring with Science bring POGI to
the Global Community '; dihadiri oleh kurang lebih 2500
peserta dokter kebidanan dan kandungan dari seluruh Indonesia;
diselenggarakan di hotel Shangri-La, Surabaya.
Acara KOGI XIV terbagi dua, yakni Pra-Kongres 3-5 Agustus
2009 serta acara Kongres 6 ­ 9 Agustus 2009.
Dalam kongres ini banyak topik serta simposium yang infor-
matif dan menarik, di antaranya : International lectures yang
disampaikan oleh beberapa pembicara tamu dari Jerman,
Kanada, Australia, Jepang, serta Singapura mengenai laparos-
kopi histerektomi serta operasi histerektomi radikal dengan
teknik baru.
Topik lainnya mengenai penanganan pre-eklampsia, penggu-
naan progesteron seperti teknik reproduksi berbantu,
kehamilan preterm, peranan progesteron pada aborsi yang
rekuren dan implantasi embrio, penggunaan prebiotik pada
susu bayi serta vaksin untuk mencegah kanker serviks, dan
manajemen infertilitas.
International lectures : advantages of laparoscopic hyste-
rectomy
Prof. Dr. Med. Liselotte Mettler (Jerman).
Menurut Dr. Mettler, histerektomi dilakukan pada 90%
kanker. Pada keadaan ini dibutuhkan evaluasi diagnostik yang
adekuat. Kira-kira 15% histerektomi dilakukan untuk kondisi
sangat darurat yang dapat mengancam nyawa penderita.
Menurut beliau, tujuan histerektomi untuk mengobati keluhan
dan gejala penderita sehingga harusnya tidak ada pembatasan,
tetapi tidak adanya visualisasi kontrol memerlukan tindakan
vaginal hysterectomy. Keuntungan histerektomi adalah proteksi
terhadap kanker serviks, uterus serta ovarium untuk jangka
waktu yang relatif lama dan tidak memerlukan kontrol
kehamilan.
Challenges in preservation of female fertility
Dr. Tulandi MD, MHCM, FRCSC (Kanada)
Menurutnya ada beberapa macam cara seperti Laparoscopic
hysterectomy : Classic Intrafascial Supracervical Hysterectomy
(CISH), Total Laparoscopic Assisted Vaginal Hysterectomy
(TLAVH), Laparoscopically Assisted Vaginal Hysterectomy
(LAVH) dan Radical Laparoscopic Hysterectomy. Teknik LAVH
serupa dengan histerektomi vaginal, hanya memerlukan
tambahan laparoskop yang masuk melalui irisan kecil di perut
untuk melihat uterus dan jaringan sekitarnya.
Dr. Shingo Fujii, PhD,
Presiden terpilih International Gynecologic Cancer Society
(IGCS) dari Kyoto University.
Beliau menjelaskan teknik yang banyak dipakai di Jepang,
adalah histerektomi radikal metode Okabayashi, seorang
dokter Jepang yang telah berhasil melakukan lebih dari 3000
operasi yang hanya membutuhkan waktu singkat sekitar 2
jam untuk setiap kasus. Adapun metode Okabayashi di-
jadikan prosedur bedah standar untuk kasus kanker serviks
invasif di Jepang. Dr. Shingo Fujii, murid Okabayashi kemu-
dian berhasil mengembangkan metode baru dengan nerve
sparing: pengangkatan rahim tanpa disertai pengangkatan
saraf-sarafnya. Metode ini dapat meminimalkan komplikasi
kerusakan saraf pada ibu hamil yang menderita kanker serviks.
Progesteron yang berperan sebagai penunjang fase luteal
pada program teknologi reproduksi berbantu dibahas oleh
Dr. Tono Djuwantono, SpOG dari subbagian fertilitas
endokrinologi reproduksi FK Unpad / RS Hasan Sadikin,
Bandung. Beliau menjelaskan Teknik reproduksi berbantu
(TRB) merupakan tindakan rutin dalam penanganan infertili-
tas. Penggunaan agonis dan antagonis Gonadotropin-
releasing hormone (GnRH) untuk menghambat lonjakan
luteinizing hormone (LH) menyebabkan gangguan fase luteal;
agonis GnRH dapat mengubah pulsasi LH pada fase luteal
sehingga menimbulkan defisiensi progesteron. Pemberian hCG
walaupun efektif untuk dukungan fase luteal, berisiko tinggi
terjadinya sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS / Ovarian
hyperstimulation syndrome). Progesteron alami tetap menjadi
baku emas untuk suplementasi fase luteal.
Peranan progesteron pada kehamilan disampaikan oleh Prof.
Dr. Moh. Anwar, SpOG(K) dari FK UGM, Yogyakarta dalam
uraiannya : " The role of progesterone in embryo implantation
and recurrent abortion ".
Peranan progesteron pada myometrium menyebabkan penu-
runan prostaglandin dan meningkatkan respon myometrium
terhadap relaxin yang berdampak relaksasi uterus; sedangkan
pada endometrium berperan untuk implantasi; dan kaitan sistem
imun terutama untuk mononukleus, leukosit menyebabkan
penurunan Th1 & peningkatan Th2 sitokin sehingga mening-
katkan respon imun pada desidua, berdampak mencegah
penolakan (rejection) pada fetus.
Kongres Obstetri Ginekologi
Kongres Obstetri Ginekologi
ke-14 (KOGI XIV)
ke-14 (KOGI XIV)
Surabaya, 3 - 9 Agustus 2009
Surabaya, 3 - 9 Agustus 2009
Kongres Obstetri Ginekologi
ke-14 (KOGI XIV)
Surabaya, 3 - 9 Agustus 2009
LAPORAN KHUSUS
CDK 173/vol.36 no.7/November - Desember 2009
534
background image
Dydrogesterone merupakan sintetik progesteron oral, secara
struktur kimia serupa dengan progesteron endogen yang
mempunyai karakteristik spesifik tidak menyebabkan masku-
linisasi pada fetus perempuan, tidak mempunyai efek anti
androgenik pada fetus laki-laki, selain itu tidak menyebabkan
jerawat, kerontokan/kebotakan rambut maupun hirsutism,
serta aman digunakan pada orang dengan riwayat hipertensi
dan tromboembolik. Pada penelitian abortus spontan yang
rekuren, kasus angka keguguran lebih rendah pada yang meng-
gunakan dihydrogesterone dibandingkan kontrol & hCG.
Topik lain mengenai vaksin untuk mencegah kanker serviks
yang merupakan kanker yang paling banyak ditemukan pada
wanita. Kanker ini disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human
Papiloma Virus), terbanyak oleh HPV tipe 16 serta HPV tipe 18.
Di Indonesia, HPV tipe 18 yang lebih banyak ditemukan
dibandingkan dengan HPV tipe 16 yang sering dijumpai di
negara Asia.
Prof Peter L Stern dari University of Manchester, Institute
of Cancer Research menjelaskan imunologi vaksin; vaksin
yang ada saat ini dapat mencegah infeksi virus HPV tipe 16 &
18, serta antibodi yang terbentuk dapat bertahan hingga 7
tahun lamanya.
Penanganan Pre-eklampsia (PE) disampaikan oleh Prof. Dr.
AG Dekker dari University of Adelaide, Australia. Dr.
Dekker menjelaskan pengawasan intensif selama kehamilan
masih dapat menyelamatkan banyak pasien dengan Pre-
eklampsia. Manajemen mencakup penanganan dan penga-
wasan kondisi dari ibu dan janin di Intensive Care Unit Rumah
Sakit. Magnesium sulfat (MgSO4) serta antihipertensi seperti
nifedipine dan hidralazine, pemberian kortikosteroid dan
plasma volume expander masih dilakukan untuk melindungi
ibu serta fetus terhadap progresi penyakit menjadi eklampsia.
Manajemen konservatif ditentukan oleh tingkat keparahan
dan usia kehamilan; dapat dilaksanakan jika tekanan darah
stabil dan terkontrol baik dengan satu kali pemberian anti-
hipertensi, protenuria < 2% pada dipstick, kadar trombosit
lebih dari 100x 10
9
/L dan usia kehamilan sekitar 34 minggu
atau kehamilan yang matang.
Pengakhiran kehamilan dengan operasi seksio caesaria (SC)
baru dipertimbangkan bila kondisi pasien tidak stabil yang
ditandai oleh perdarahan, abrupsi plasenta serta abnormalitas
pada jantung janin. Manajemen konservatif ini menguntung-
kan karena lebih memungkinkan perawatan individual penderita
dan tidak memerlukan pertimbangan aspek legal medis.
Beliau juga menambahkan bahwa pemberian antioksidan
seperti vitamin A & E dalam penanganan pre-eklampsia akut
tidak diperlukan.
Topik manajemen infertilitas dibawakan oleh Prof Dr. Delfi
Lutan, SpOG(K).
Tiga kunci penting manajemen infertilitas adalah komunikasi,
informasi dan edukasi (KIE), didukung oleh metode yang
praktis; adanya konsep kesehatan reproduksi berperan dalam
berhasilnya manajemen infertilitas. Peran suami perlu juga
untuk dilibatkan.
Salah satu perkembangan kontrasepsi juga disampaikan oleh
Prof Dr. Soehartono, SpOG, mengenai kombinasi Drospirenon
(DRSP) dengan etinil estradiol dosis rendah. Selain memiliki
efek kontraseptif, drospirenon memiliki sifat antimineralokor-
tikoid / diuretik ringan serta androgenik.
Beliau menjelaskan bahwa penggunaan kombinasi kontrasepsi
oral ini menunjukkan efek posifif terhadap profil lipid (lemak)
karena meningkatkan HDL dan tidak menaikkan LDL seperti
yang sering dijumpai pada beberapa kontrasepsi oral; selain
itu retensi cairan dapat dicegah. Menurut beliau 34% wanita
yang menggunakan pil KB drospirenon mengalami penurunan
berat badan setelah satu tahun.
Dr. Damar Pramusinto, SpOG (K) dari FKUI pada sesi lunch
symposium suatu produk susu menyampaikan materi " The
Importance of Probiotic for early problem babies with
different delivery mode".
Menurutnya, di seluruh dunia terjadi peningkatan persalinan
secara sectio caesaria (SC); pada kelahiran secara SC, bayi
cenderung terkena beberapa penyakit misalnya alergi, asma,
dan diare dibandingkan bayi dengan kelahiran spontan.
Keuntungan kelahiran SC adalah untuk bayi sungsang.
Kelahiran spontan / normal biasanya lebih menguntungkan
karena saat lahir usus bayi sudah terpapar dengan fecal flora
(terlahir tidak steril), sehingga imunitas bayi lebih meningkat
dibandingkan dengan pada kelahiran SC.
Dijelaskan pula tentang probiotik yang mempunyai beberapa
manfaat seperti memperbaiki sistem pencernaan, aktivitas
imunomodulatorik dengan stimulasi dari imunitas gastrointes-
tinal, menghambat perkembangan bakteri patogen.
Beberapa probiotik di antaranya Lactobacili (L.acidophilus,
L.casei, L brevi) dan Bifidobacteria (B.bifidum,B.longum, B
infantis). ASI banyak berisi bifidobacteria yang merupakan
sumber penting untuk pembentukan flora usus bayi; selain itu
dapat memberi manfaat pada keadaan kolik, alergi, kondisi
kulit serta sistem respirasi. (IWA)
CDK 173/vol.36 no.7/November - Desember 2009
535
LAPORAN KHUSUS