background image
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
297
L A P O R A N K H U S U S
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
298
L A P O R A N K H U S U S
Dengan laparoskopi dapat dilakukan diagnosis dan pembe-
dahan melalui insisi selebar 1 cm dan melakukan pneumo-
peritoneum. Keberhasilan tindakan laparoskopi sangat ter-
gantung pada keahlian operator, ruang operasi dengan
peralatan memadai dan tim bedah yang baik.
Obat antihipertensi perlu untuk mencapai target tekanan
darah. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah modifikasi
gaya hidup, di antaranya adalah diet untuk hipertensi. Sebuah
program diet yang dinamai DASH diet (Dietary Approaches to
Stop Hypertension), terbukti dapat membantu menurunkan
tekanan darah. Termasuk dalam diet ini adalah konsumsi
buah, sayur, susu dan produk susu bebas atau rendah lemak.
Selain itu DASH diet kaya akan kalium, magnesium, kalsium
serta kaya protein dan serat. Diet DASH membatasi konsumsi
daging merah, pemanis, dan makanan mengandung gula.
Penelitian terkini memperlihatkan bahwa diet DASH yang di-
kombinasi dengan pembatasan asupan garam sangat ber-
manfaat dalam menurunkan tekanan darah.
Keluhan klimakterik timbul pada tahap menopause, dengan
kadar estrogen yang makin menurun. Keluhan dapat berupa
keluhan jangka panjang seperti osteoporosis dan keluhan jangka
pendek seperti flushing, vagina kering dan keluhan psikologik.
Terapi hormonal dapat diberikan untuk mengurangi keluhan.
Pasien yang masih memiliki rahim dapat diberi kombinasi estro-
gen dan progestin. Kontraindikasi pemberian terapi hormonal
pada pasien menopause adalah kanker payudara, penyakit
hati akut dan kanker endometrium. Terapi hormonal perlu
pemantauan fungsi hati, serta mammografi, pap smear dan
pengukuran densitas mineral tulang.
·
·
COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) merupakan
penyakit paru kronik progresif, disertai memburuknya fungsi
paru seiring waktu. Terapi simtomatik dengan bronkodilator
sangat penting untuk mengurangi gejala dan kekambuhan.
Bronkodilator kerja panjang lebih efektif dan lebih nyaman
bagi pasien dibandingkan dengan bronkodilator kerja pendek.
Penelitian UPLIFT (Understanding Potential Long-Term Impacts
on Function with Tiotropium) merupakan penelitian acak
tersamar ganda, kontrol plasebo selama 4 tahun, yang meneliti
efek pemberian tiotropium inhalasi pada pasien COPD.
Hasilnya: pemberian tiotropium memperbaiki fungsi paru
secara bermakna dibandingkan kontrol. Selain itu diketahui
bahwa tiotropium secara bermakna mengurangi risiko ke-
kambuhan, dan menurunkan kekambuhan yang berhubungan
dengan kejadian rawat inap dibandingkan kontrol. Tiotropium
secara bermakna menurunkan risiko kesakitan jantung dan
juga menurunkan kejadian kesakitan gangguan saluran per-
nafasan bawah. Penelitian UPLIFT ini membuktikan efektifitas
dan keamanan terapi rumat tiotropium bagi pasien COPD.
Trombosis vena dalam (DVT - Deep Vein Thrombosis) terjadi
akibat hipertensi kronik pada vena, yang disebabkan oleh
kerusakan katup pembuluh vena dan gangguan pengo-
songan vena karena obstruksi. Insufisiensi vena dalam terjadi
karena kerusakan katup akibat DVT. Kerusakan katup ini
menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik. Sedangkan
pada insufisiensi vena superfisial, vena dalam tidak bermasalah,
namun aliran darah yang melalui sistim vena dalam masuk
kembali ke vena superfisial yang mengalami kerusakan
katup. Seiring berjalannya waktu, vena superfisial yang sudah
rusak ini secara kasat mata melebar dan dikenal sebagai vena
varikosa. (YYA)
·
·
Kursus Penyegar dan Penambah
Kursus Penyegar dan Penambah
Ilmu Kedokteran (KPPIK) FKUI 2009
Ilmu Kedokteran (KPPIK) FKUI 2009
Kursus Penyegar dan Penambah
Ilmu Kedokteran (KPPIK) FKUI 2009
A
cara simposium KPPIK 2009 telah diselenggarakan oleh
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Hotel Shangri La,
Jakarta pada tanggal 18 - 19 April 2009. Acara ini diikuti oleh
kurang lebih 1800 dokter umum dari Jakarta dan sekitarnya.
Sebelum simposium pada tanggal 14-17 April 2009 juga
dilaksanakan courses.
Simposium ini diadakan untuk meningkatkan mutu, kemam-
puan dan pengetahuan dokter mengenai diagnosis dan terapi
penyakit. Beberapa perusahaan farmasi yang mengambil bagian
dalam acara ini, di antaranya adalah adalah Kalbe, Dexa,
Abbott, Sanbe, Servier, Alcon, Pfizer dan beberapa perusahaan
farmasi lainnya.
Berikut bahasan beberapa acara pada KPPIK 2009:
Inkretin (GLP-1, glucagon like peptide-1, dan GIP glucose
dependent insulinotropic peptide) berpengaruh terhadap
70% sekresi insulin postprandial dan menekan glukagon.
Inkretin dilepaskan dalam saluran pencernaan sebagai respon
terhadap pencernaan makanan. Pada pasien diabetes tipe 2
kadar inkretin menurun karena dihancurkan oleh dipeptidyl
peptidase-4 (DPP-4), sehingga terjadi penurunan sekresi insulin.
Pemberian penghambat DPP-4 seperti vidagliptin mengham-
bat inaktifasi GLP-1, sehingga kadarnya tetap tinggi. Selain
itu penghambat DPP-4 dapat memperbaiki fungsi sel beta
dengan meningkatkan sekresi insulin. Dalam penelitian lainnya,
pemberian penghambat DPP-4 menurunkan HbA1c pada
pasien diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol kadar gula darah-
nya dengan pemberian insulin dosis tinggi.
Vaksin HPV dibuat untuk mencegah infeksi HPV dan direko-
mendasikan untuk perempuan usia 9-12 tahun, masa-masa
sebelum melakukan aktifitas seksual. Kanker serviks 70% di-
sebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18, dan dalam penelitian
pemberian vaksin HPV efektif memberikan perlindungan selama
5 tahun. Namun para peneliti belum berani memastikan apakah
perlindungan dapat berlangsung seumur hidup. Pemberian
vaksinasi secara dini diperkirakan dapat mengurangi kejadian
kanker serviks dan kanker genital. Vaksin yang digunakan tidak
mengandung DNA virus dan oleh karena itu tidak infeksius.
Perhimpunan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan imuni-
sasi HPV saat mencapai usia 10 tahun. Masa pemberian
vaksinasi adalah 0-1-6 bulan untuk vaksin bivalen dan 0-2-6
bulan untuk vaksin kuadrivalen.
Di daerah endemik, 60-90% penatalaksanaan demam tifoid di-
lakukan di rumah, dengan bed rest dan pemberian antibiotika.
·
·
·
Untuk mencegah kematian, pasien rawat di rumah sakit
harus diberi antibiotik yang efektif dan juga perawatan yang
baik, nutrisi yang adekuat, menjaga keseimbangan elektrolit
dan waspada terhadap komplikasi yang mungkin terjadi.
Obat antibiotika golongan fluoroquinolon diperkirakan
merupakan golongan antibiotika yang paling efektif untuk
terapi demam tifoid. Selain kerjanya yang cepat, pemberian
fluoroquinolon disertai dengan rendahnya konsentrasi
kuman pada feses dibandingkan dengan obat-obat demam
tifoid terdahulu seperti kloramfenikol dan trimethropim-
sulfametoxazole.
Deteksi infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dimulai
dengan screening. Bila hasil screening reaktif, maka dilakukan
tes konfirmasi untuk menegakkan diagnosis infeksi HIV. Metoda
screening yang digunakan antara lain adalah enzyme immu-
noassay (EIA), aglutinisasi, imunokonsentrasi dan imunokro-
matografi. WHO (World Health Organization) dan UNAIDS
(United Nations Programme on AIDS) merekomendasi peng-
gunaan salah satu metoda screening untuk menegakkan
diagnosis HIV. Tes konfirmasi dapat menggunakan western
blot technique, yang dapat mendeteksi antibodi spesifik
terhadap berbagai macam jenis antigen HIV. Di Indonesia,
kriteria diagnosis didasarkan pada kriteria CDC (Center for
Disease Control), yang memerlukan adanya antibodi anti-p24
dan antibodi lain terhadap gp41 atau gp120/gp160.
Pada diabetes risiko komplikasi mikro dan makrovaskular ber-
kaitan dengan sitosol. Konsentrasi glukosa sitosol yang tinggi
menyebabkan akumulasi triosephosphates. Akumulasi trio-
sephosphates menyebabkan disfungsi mitokondria, stres oksi-
datif, aktifasi proteín C kinase, dan peningkatan síntesis diacyl-
glycerol. Penghambatan akumulasi triosephosphates dapat
tercapai melalui aktivasi jalur pentosephosphate. Namun jalur
pentosephosphate juga rusak karena penurunan aktifitas
enzim transketolase (TK), yang bergantung pada thiamine.
Pemberian thiamine dosis tinggi dapat meningkatkan aktivitas
TK dan menstimulasi konversi glyseraldehide-3 phosphate
(GA3P) dan fructose-6-phosphate (F6P) menjadi ribose-5-
phosphate (R5P). Thiamine juga dapat menghambat progresi-
fitas mikroalbuminuria, dan meningkatkan ambilan kembali
glukosa sehingga menurunkan glukosuria.
Laparoskopi hingga kini merupakan salah satu tindakan bedah
yang paling banyak dilakukan oleh para ahli ginekologi. Hal
ini karena banyak tindakan dapat dilakukan melalui laparos-
kopi, seperti penanganan endometriosis, kehamilan ektopik,
pengangkatan mioma.
·
·
·
background image
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
297
L A P O R A N K H U S U S
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009
298
L A P O R A N K H U S U S
Dengan laparoskopi dapat dilakukan diagnosis dan pembe-
dahan melalui insisi selebar 1 cm dan melakukan pneumo-
peritoneum. Keberhasilan tindakan laparoskopi sangat ter-
gantung pada keahlian operator, ruang operasi dengan
peralatan memadai dan tim bedah yang baik.
Obat antihipertensi perlu untuk mencapai target tekanan
darah. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah modifikasi
gaya hidup, di antaranya adalah diet untuk hipertensi. Sebuah
program diet yang dinamai DASH diet (Dietary Approaches to
Stop Hypertension), terbukti dapat membantu menurunkan
tekanan darah. Termasuk dalam diet ini adalah konsumsi
buah, sayur, susu dan produk susu bebas atau rendah lemak.
Selain itu DASH diet kaya akan kalium, magnesium, kalsium
serta kaya protein dan serat. Diet DASH membatasi konsumsi
daging merah, pemanis, dan makanan mengandung gula.
Penelitian terkini memperlihatkan bahwa diet DASH yang di-
kombinasi dengan pembatasan asupan garam sangat ber-
manfaat dalam menurunkan tekanan darah.
Keluhan klimakterik timbul pada tahap menopause, dengan
kadar estrogen yang makin menurun. Keluhan dapat berupa
keluhan jangka panjang seperti osteoporosis dan keluhan jangka
pendek seperti flushing, vagina kering dan keluhan psikologik.
Terapi hormonal dapat diberikan untuk mengurangi keluhan.
Pasien yang masih memiliki rahim dapat diberi kombinasi estro-
gen dan progestin. Kontraindikasi pemberian terapi hormonal
pada pasien menopause adalah kanker payudara, penyakit
hati akut dan kanker endometrium. Terapi hormonal perlu
pemantauan fungsi hati, serta mammografi, pap smear dan
pengukuran densitas mineral tulang.
·
·
COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) merupakan
penyakit paru kronik progresif, disertai memburuknya fungsi
paru seiring waktu. Terapi simtomatik dengan bronkodilator
sangat penting untuk mengurangi gejala dan kekambuhan.
Bronkodilator kerja panjang lebih efektif dan lebih nyaman
bagi pasien dibandingkan dengan bronkodilator kerja pendek.
Penelitian UPLIFT (Understanding Potential Long-Term Impacts
on Function with Tiotropium) merupakan penelitian acak
tersamar ganda, kontrol plasebo selama 4 tahun, yang meneliti
efek pemberian tiotropium inhalasi pada pasien COPD.
Hasilnya: pemberian tiotropium memperbaiki fungsi paru
secara bermakna dibandingkan kontrol. Selain itu diketahui
bahwa tiotropium secara bermakna mengurangi risiko ke-
kambuhan, dan menurunkan kekambuhan yang berhubungan
dengan kejadian rawat inap dibandingkan kontrol. Tiotropium
secara bermakna menurunkan risiko kesakitan jantung dan
juga menurunkan kejadian kesakitan gangguan saluran per-
nafasan bawah. Penelitian UPLIFT ini membuktikan efektifitas
dan keamanan terapi rumat tiotropium bagi pasien COPD.
Trombosis vena dalam (DVT - Deep Vein Thrombosis) terjadi
akibat hipertensi kronik pada vena, yang disebabkan oleh
kerusakan katup pembuluh vena dan gangguan pengo-
songan vena karena obstruksi. Insufisiensi vena dalam terjadi
karena kerusakan katup akibat DVT. Kerusakan katup ini
menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik. Sedangkan
pada insufisiensi vena superfisial, vena dalam tidak bermasalah,
namun aliran darah yang melalui sistim vena dalam masuk
kembali ke vena superfisial yang mengalami kerusakan
katup. Seiring berjalannya waktu, vena superfisial yang sudah
rusak ini secara kasat mata melebar dan dikenal sebagai vena
varikosa. (YYA)
·
·
Kursus Penyegar dan Penambah
Kursus Penyegar dan Penambah
Ilmu Kedokteran (KPPIK) FKUI 2009
Ilmu Kedokteran (KPPIK) FKUI 2009
Kursus Penyegar dan Penambah
Ilmu Kedokteran (KPPIK) FKUI 2009
A
cara simposium KPPIK 2009 telah diselenggarakan oleh
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Hotel Shangri La,
Jakarta pada tanggal 18 - 19 April 2009. Acara ini diikuti oleh
kurang lebih 1800 dokter umum dari Jakarta dan sekitarnya.
Sebelum simposium pada tanggal 14-17 April 2009 juga
dilaksanakan courses.
Simposium ini diadakan untuk meningkatkan mutu, kemam-
puan dan pengetahuan dokter mengenai diagnosis dan terapi
penyakit. Beberapa perusahaan farmasi yang mengambil bagian
dalam acara ini, di antaranya adalah adalah Kalbe, Dexa,
Abbott, Sanbe, Servier, Alcon, Pfizer dan beberapa perusahaan
farmasi lainnya.
Berikut bahasan beberapa acara pada KPPIK 2009:
Inkretin (GLP-1, glucagon like peptide-1, dan GIP glucose
dependent insulinotropic peptide) berpengaruh terhadap
70% sekresi insulin postprandial dan menekan glukagon.
Inkretin dilepaskan dalam saluran pencernaan sebagai respon
terhadap pencernaan makanan. Pada pasien diabetes tipe 2
kadar inkretin menurun karena dihancurkan oleh dipeptidyl
peptidase-4 (DPP-4), sehingga terjadi penurunan sekresi insulin.
Pemberian penghambat DPP-4 seperti vidagliptin mengham-
bat inaktifasi GLP-1, sehingga kadarnya tetap tinggi. Selain
itu penghambat DPP-4 dapat memperbaiki fungsi sel beta
dengan meningkatkan sekresi insulin. Dalam penelitian lainnya,
pemberian penghambat DPP-4 menurunkan HbA1c pada
pasien diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol kadar gula darah-
nya dengan pemberian insulin dosis tinggi.
Vaksin HPV dibuat untuk mencegah infeksi HPV dan direko-
mendasikan untuk perempuan usia 9-12 tahun, masa-masa
sebelum melakukan aktifitas seksual. Kanker serviks 70% di-
sebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18, dan dalam penelitian
pemberian vaksin HPV efektif memberikan perlindungan selama
5 tahun. Namun para peneliti belum berani memastikan apakah
perlindungan dapat berlangsung seumur hidup. Pemberian
vaksinasi secara dini diperkirakan dapat mengurangi kejadian
kanker serviks dan kanker genital. Vaksin yang digunakan tidak
mengandung DNA virus dan oleh karena itu tidak infeksius.
Perhimpunan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan imuni-
sasi HPV saat mencapai usia 10 tahun. Masa pemberian
vaksinasi adalah 0-1-6 bulan untuk vaksin bivalen dan 0-2-6
bulan untuk vaksin kuadrivalen.
Di daerah endemik, 60-90% penatalaksanaan demam tifoid di-
lakukan di rumah, dengan bed rest dan pemberian antibiotika.
·
·
·
Untuk mencegah kematian, pasien rawat di rumah sakit
harus diberi antibiotik yang efektif dan juga perawatan yang
baik, nutrisi yang adekuat, menjaga keseimbangan elektrolit
dan waspada terhadap komplikasi yang mungkin terjadi.
Obat antibiotika golongan fluoroquinolon diperkirakan
merupakan golongan antibiotika yang paling efektif untuk
terapi demam tifoid. Selain kerjanya yang cepat, pemberian
fluoroquinolon disertai dengan rendahnya konsentrasi
kuman pada feses dibandingkan dengan obat-obat demam
tifoid terdahulu seperti kloramfenikol dan trimethropim-
sulfametoxazole.
Deteksi infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dimulai
dengan screening. Bila hasil screening reaktif, maka dilakukan
tes konfirmasi untuk menegakkan diagnosis infeksi HIV. Metoda
screening yang digunakan antara lain adalah enzyme immu-
noassay (EIA), aglutinisasi, imunokonsentrasi dan imunokro-
matografi. WHO (World Health Organization) dan UNAIDS
(United Nations Programme on AIDS) merekomendasi peng-
gunaan salah satu metoda screening untuk menegakkan
diagnosis HIV. Tes konfirmasi dapat menggunakan western
blot technique, yang dapat mendeteksi antibodi spesifik
terhadap berbagai macam jenis antigen HIV. Di Indonesia,
kriteria diagnosis didasarkan pada kriteria CDC (Center for
Disease Control), yang memerlukan adanya antibodi anti-p24
dan antibodi lain terhadap gp41 atau gp120/gp160.
Pada diabetes risiko komplikasi mikro dan makrovaskular ber-
kaitan dengan sitosol. Konsentrasi glukosa sitosol yang tinggi
menyebabkan akumulasi triosephosphates. Akumulasi trio-
sephosphates menyebabkan disfungsi mitokondria, stres oksi-
datif, aktifasi proteín C kinase, dan peningkatan síntesis diacyl-
glycerol. Penghambatan akumulasi triosephosphates dapat
tercapai melalui aktivasi jalur pentosephosphate. Namun jalur
pentosephosphate juga rusak karena penurunan aktifitas
enzim transketolase (TK), yang bergantung pada thiamine.
Pemberian thiamine dosis tinggi dapat meningkatkan aktivitas
TK dan menstimulasi konversi glyseraldehide-3 phosphate
(GA3P) dan fructose-6-phosphate (F6P) menjadi ribose-5-
phosphate (R5P). Thiamine juga dapat menghambat progresi-
fitas mikroalbuminuria, dan meningkatkan ambilan kembali
glukosa sehingga menurunkan glukosuria.
Laparoskopi hingga kini merupakan salah satu tindakan bedah
yang paling banyak dilakukan oleh para ahli ginekologi. Hal
ini karena banyak tindakan dapat dilakukan melalui laparos-
kopi, seperti penanganan endometriosis, kehamilan ektopik,
pengangkatan mioma.
·
·
·