background image
536
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
S
kizofrenia merupakan penyakit
gangguan jiwa psikotik yang
paling lazim dengan ciri hilang-
nya afek (respons emosional), penari-
kan diri dari lingkungan sosial, delusi
(keyakinan yang salah) dan halusinasi
(persepsi tanpa adanya rangsangan
pancaindra) dan gangguan kognitif.
Gejala klinis skizofrenia ini berat, per-
sisten, bersifat kronik progresif dan
sampai saat ini patofisiologi terjadinya
skizofrenia belum dimengerti sep-
enuhnya .
1
Prevalensi skizofrenia tercatat 1 % dari
populasi dunia. Pasien skizofrenia be-
risiko bunuh diri 10 % lebih banyak
dibandingkan orang normal. Selain
itu angka kematian meningkat akibat
penyakit komorbid yang disebabkan
oleh gaya hidup tidak sehat, efek sam-
ping obat-obatan dan menurunnya
perawatan kesehatan.
Berbagai penelitian menunjukkan
adanya korelasi antara terjadinya geja-
la skizofrenia dengan gangguan stru-
ktur dan metabolisme membran sel
saraf. Selain itu pasien skizofrenia me-
nunjukkan kadar asam lemak esensial
rendah yang penting untuk metabo-
lisme normal sel saraf. Sebuah meta-
analisis Cochrane review tahun 2006
juga menyimpulkan bahwa pemberian
suplementasi asam lemak tidak jenuh
dengan antipsikotik pada pasien ski-
zofrenia menunjukkan hasil yang posi-
tif dibandingkan plasebo.
Rendahnya asam lemak tidak jenuh
dapat menyebabkan stres oksidatif
yang akhirnya merusak sel-sel saraf.
Suplementasi asam lemak omega-3
dapat memperbaiki fluiditas membran
dan reseptor dan meningkatkan kadar
glutation di lobus temporal sehingga
mencegah kerusakan sel saraf akibat
stres oksidatif.
Sebuah penelitian terbaru yang diter-
bitkan dalam jurnal Archives of Gene-
ral Psychiatry Februari 2010 menge-
nai pemberian asam lemak omega 3
untuk pencegahan skizofrenia pada
pasien yang rentan skizofrenia. Disain
penelitian ini adalah acak, tersamar
berganda, kontrol plasebo melibatkan
81 sampel. Sampel penelitian adalah
pasien rentang usia 13-25 tahun yang
memenuhi kriteria berisiko psiko-
sis. Intervensi yang dilakukan adalah
pemberian kapsul asam lemak tidak
jenuh omega 3 sebanyak 4 kapsul
sehari dengan kandungan total 1,2
gram/hari yang diberikan selama 12
minggu. Selama 12 minggu tersebut
pasien tidak mendapat obat antipsiko-
tik ataupun mood stabilizer. Outcome
dinilai dengan
PANSS score (Positive
and Negative Syndrome Scale) setiap
minggu selama 4 minggu, minggu ke
8, minggu ke 12, bulan ke 6 dan bulan
ke 12.
Hasil : pada akhir bulan penelitian (bu-
lan ke 12), gejala psikosis pada 2 dari
41 pasien (4,9%) pada kelompok ome-
ga-3 dibandingkan dengan 11 dari 40
pasien (27,5%) pada kelompok plase-
bo (p = 0,007). Omega 3 juga secara
bermakna menurunkan gejala positif
(p=0,01), gejala negatif (p=0,02) dan
gejala umum (p=0,01) dan mening-
katkan fungsi kognitif (p=0,002) jika
dibandingkan dengan plasebo. Efek
samping yang ditemukan tidak berbe-
da bermakna antara kedua kelompok.
Suplementasi asam lemak tidak jenuh
omega 3 dapat menurunkan risiko
progresifitas psikosis dan dapat di-
gunakan juga untuk pencegahan psi-
kosis pada pasien-pasien yang rentan
psikosis.
5
SIMPULAN
1. Skizofrenia dengan prevalensi
1% di seluruh dunia, merupakan
gangguan jiwa psikotik dengan
ciri hilangnya afek, hilangnya in-
teraksi sosial, delusi, halusinasi
dan gangguan kognitif.
2. Studi meta-analisis menunjukkan
efek positif suplementasi asam le-
mak tidak jenuh pada pasien ski-
zofrenia.
3. Penelitian terbaru menunjukkan
efek positif suplementasi omega-3
sebagai pencegahan terjadinya
skizofrenia pada pasien rentan ski-
zofrenia. (ASL)
REFERENSI
1. Frakenburg FR. Schizophrenia overview. E-
medicine. Last updated May 2010. Available
online at :http://emedicine.medscape.com/
article/288259-overview
2. Peet M. Essential fatty acids: theoretical as-
pects and treatment implications for schizo-
phrenia and depression. Advances in Psychi-
atric Treatment 2002; 8: 223-229
3. Joy CB, Mumby-Croft R, Joy LA. Polyunsatu-
rated fatty acid supplementation for schizo-
phrenia. Cochrane Database Syst Rev 2006
4. Amminger GP, Schafer MR, Papageorgiou K,
et al. Long Chain Omega 3 Fatty Acids for
Indicated Prevention of Psychotic Disorders:
A randomized placebo-controlled trial. Arch
Gen Psychiatry 2010;67(2):146-154
Suplementasi Omega 3 dapat
Mencegah Psikosis
BERITA
TERKINI
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 536
8/26/2010 3:39:54 PM