background image
P R O F I L
CDK 169/vol.36 no.3/Mei - Juni 2009
212
Riwayat Hidup Ratna Suprapti Samil
Untuk mengenang seseorang yang telah meninggal dunia ada
banyak jalan, ada yang mengadakan perayaaan hari lahirnya,
ada yang mengenang saat meninggalnya, dan ada juga membuat
perayaan sederhana oleh orang tua kita seperti berdoa bersama
dengan keluarga besar.
Tepat pada tanggal 20 Februari 2009, civitas akademika FKUI
kembali kehilangan seorang teladan. Prof. Dr. Ratna Suprapti
Samil, Sp.OG (K) telah menghembuskan napas terakhirnya di
usia 83 tahun. Beliau adalah salah satu guru besar di Departemen
Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM. Kiprahnya dalam memper-
juangkan kesamaan hak pasien untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan yang layak telah diakui banyak orang baik di dalam
maupun di luar negeri. Tidak diragukan lagi, beliau seniantiasa
mengabdikan seluruh hidupnya untuk kesejahteraan pasien.
Pada Sabtu 21 Februari 2009, jenazah beliau sempat disemayamkan
di lobi bawah FKUI sebelum akhirnya dimakamkan. Serangkaian
acara pun digelar untuk menghormati hidup dan dedikasi beliau
terhadap ilmu pengetahuan, kesejahteraan pasien, almamater,
serta orang-orang yang beliau cintai. Banyaknya orang yang
memadati lobi bawah FKUI siang itu, tidak menyurutkan kekhidmatan
acara. Tentu setiap orang yang hadir siang itu memiliki harapan
dan doa yang sama agar beliau mendapatkan tempat yang layak
di sisi-Nya. Amin.
Untuk mengenang jasa-jasa beliau, CDK mengulas balik riwayat
hidup beliau agar dapat diteladani dan juga untuk mengetahui
hidup beliau walaupun secara singkat.
Ratna Suprapti Samil, lebih populer disebut Su lahir di Tanjung
Karang, Lampung, 25 Mei 1925 dari pasangan ayah yang
berprofesi dokter hewan bernama Drh. Samil, dan ibu bernama
Hj. Soekia Samil. Walaupun Su dilahirkan di Lampung, namun
gaya bicaranya gaya orang Jawa. Tidak heran karena masa
mudanya dihabiskan di Jawa Tengah (Yogyakarta, Semarang).
Beliau anak ke empat dari sembilan bersaudara, semuanya hidup
dan sukses.
Saat Mahasiswa
Dalam proses masuk perguruan tinggi, Su segera mengikuti
ujian masuk ke perguruan tinggi kedokteran, yang saat itu sudah
dibuka di Klaten tahun 1948. Salah satu pendirinya adalah Pr
of. Dr.
Sardjito seorang Republik yang sadar dengan kebangsaannya.
Beberapa tahun kemudian fakultas kedokterannya dipindahkan
ke Yogyakarta sampai sekarang bernama Universitas Gajah Mada.
Pada tahun 1951, Su pindah ke Jakarta tinggal bersama pamannya
DR. Dr. Soerono, juga seorang Dokter, yang bekerja di Sekretariat
Jenderal Departemen Kesehatan. Di Jakarta Su melanjutkan
kedokterannya di Universitas Indonesia.
Selama masa pendidikan banyak kenang-kenangan yang sukar
Su lupakan; antara lain: pada tahun 1954 Su pernah menjadi
Ketua Dewan Mahasiswa, dikirim sebagai wakil PPMI ke RRC
selama 3 (tiga) bulan bersama dengan sdr Sabam Siagian
(GMKI). Pada tahun 1955, mengikuti study group yang dipimpin
oleh Dr. Moh. Hatta bersama-sama dengan Emil Salim dan lain-
lain. Tahun 1957 memimpin rombongan PMI dan ikut operasi
17 Agustus ke Sumatera Barat, dipimpin oleh Kol A Yani (Alm).
Mengenang Sang Teladan
Prof. Dr. Ratna Suprapti Samil, Sp.OG (K)
Prof. Dr. Ratna Suprapti Samil, Sp.OG (K)
Prof. Dr. Ratna Suprapti Samil, Sp.OG (K)
Menjadi Dokter dan Spesialis
Beberapa hari lulus dokter, Su segera melanjutkan ke spesialis.
Beliau memilih Kebidanan setelah berkonsultasi dengan Prof
Sarwono, ketika itu Kepala Bagian Kebidanan. Beliau mengatakan,
bahwa sekarang ada peraturan di Depkes, bahwa masuk kebidanan
harus mengabdi dulu 3 tahun ke daerah.
Brevet dokter ahli Obstetri Ginekologi FKUI diraihnya tahun 1961
dilanjutkan tugas belajar di University of London, Oxford, dan
Liverpool selama setahun dan di Karolinska Sjuk Huset dan
Sabbesberg Sjuk Huset di Stockholm selama satu tahun pula.
Dikukuhkan sebagai Guru Besar
Pada tanggal 8 Februari 1984, Dr. Ratna Suprapti Samil dikukuhkan
sebagai Guru Besar Tetap FKUI Jakarta, dengan pidato penguku-
hannya berjudul Beberapa Aspek Etik dalam Obstetri dan
Ginekologi.
Tugas yang Pernah Dipercayakan
Di bidang pendidikan dan pengajaran beliau antara lain menja-
bat Ketua Biro Pendidikan Obstetri & Ginekologi FKUI meliputi
pendidikan mahasiswa dan Dokter Ahli sejak 1965, penguji dan
pelaksana ujian NB/CMS 1973-75 dan penguji luar (TUNTD).
Selain memberikan kuliah khusus secara rutin, beliau juga
menjadi penyanggah tesis calon-calon Doktor, menjadi promotor,
menjadi anggauta penilai dan anggauta Panitia Penguji.
Publikasi ilmiah di dalam dan luar negeri berjumlah 218 dan
sebagai co-author berjumlah 45 makalah. Tulisan terakhir beliau
berjudul Peranan Wanita Indonesia dalam Pembangunan
Kesehatan untuk Buku Kumpulan Makalah Antropologi Khas
Indonesia, diterbitkan UNSRI Palembang 1990-1991.
Beliau juga pernah menjabat Sekretaris Majelis Kehormatan Etik
Kedokteran (MKEK) IDI Wilayah Jakarta Raya periode 1980-
1983, Sekretaris MKEK IDI Pusat tahun 1981-1983, Ketua MKEK
IDI Pusat 3 (tiga) periode tahun 1994, 1997, 1997-2000 dan
2000-2003, Ketua Perkumpulan Menopause Indonesia (PERMI)
tahun 1997-2001dan masih banyak lagi.
Penghargaan
Berkaitan dengan tugas-tugas yang Prof. Samil laksanakan baik
di bidang pemerintahan maupun di bidang profesi khususnya
kedokteran, Prof. Samil memperoleh beberapa penghargaan;
antara lain: Satyalancana Karya Satya tahun 1985, Honorary
member of outstanding contribution to the overall development
of diagnostic ultrasound and invaluable support to the ultrasonic
activities di Dubrovnik Yugoslavia tahun 1986. Menerima surat
penghargaan dari Rektor UI sebagai Peserta Pemilihan Penelitian
Terbaik bidang Ilmu Kesehatan dan Kedokteran di Universitas
Indonesia tahun 1987. Penghargaan dari Obstetrical and Gynae-
cological Society of Singapore pada Annual Oration 8 Februari
1991. Dari Dekan Fakultas Kedokteran UI atas jasanya yang terus
menerus mencurahkan tenaga dan pikiran dalam pengembangan
Tri Dharma Perguruan Tinggi pada 3 Mei 1995. Adi Satya Utama
dari Ikatan Dokter Indonesia pada 4 Nopember 1996 dan Adi
Yasa Utama dari Ikatan Dokter Indonesia, pada 9 Oktober 2003.
Etik Kedokteran
Semenjak Prof. Samil berprofesi dokter, beliau sangat menaruh
perhatian khususnya di bidang etik kedokteran. Tidak heran kalau
Prof. Samil mengaku telah mengabdi di kedokteran selama 52
tahun tanpa pernah mengalami kasus malpraktek. Prof. Samil
juga mengharapkan, agar para tenaga dokter dalam menjalankan
tugas pelayanan masyarakat khususnya di bidang kesehatan
sesuai dengan standar atau prosedur yang telah ditetapkan.
Para calon dokter (mahasiswa) maupun para dokter selama
menjalani pendidikan, selain dibekali dengan ilmu dan ketrampi-
lan juga harus dibekali dengan etika kedokteran. Untuk hal
tersebut sejak tahun 1973, Prof. Samil telah merintis agar masalah
etik kedokteran ini diberikan sejak mahasiswa, beliau sendiri masih
memberikan kuliah etik kedokteran kepada mahasiswa hingga
akhir hayatnya.
Sebagai pedoman bagi mahasiswa calon dokter maupun bagi
para dokter agar dalam menjalankan profesinya sebagai tenaga
kesehatan sesuai dengan etika kedokteran Indonesia, Prof. Samil
juga telah menulis beberapa buku yang berkaitan dengan etika
kedokteran Indonesia antara lain: Kode Etik Kedokteran Indonesia,
diterbitkan oleh Bagian Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedok-
teran UI, Jakarta 1980; Etika Kedokteran Indonesia (Kumpulan
Naskah) diterbitkan oleh Balai Penerbit, Fakultas Kedokteran UI,
Jakarta 1994; Etika Kedokteran Indonesia, diterbitkan oleh Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta 2001.
Kegiatan di Luar Negeri
Sehubungan dengan kegiatan dan keanggotaan organisasi dan
himpunan profesi di dalam dan luar negeri. Prof. Samil pernah
mengunjungi banyak kota dan negara.
Masa pensiun
Masa pensiun bagi Prof. Samil bukan masalah. Ketika saya
sudah pensiun saya masih diperlukan oleh Fakultas Kedokteran
ujar Prof. Samil. Prof. Samil masih diberi tugas memberikan mata
kuliah kode etik kedokteran hingga akhir hayatnya. Beliau juga
masih aktif dan memeuhi beberapa undangan baik dalam negeri
mapun ke luar negeri, sampai akhirnya menderita sakit selama
beberapa bulan pada akhir tahun 2008, hingga pada tanggal
20 Februari 2009 menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Selamat jalan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. (Ind. B)
CDK 169/vol.36 no.3/Mei - Juni 2009
211
P R O F I L
background image
P R O F I L
CDK 169/vol.36 no.3/Mei - Juni 2009
212
U
ntuk mengenang seseorang yang telah meninggal dunia ada
banyak jalan, ada yang mengadakan perayaaan hari lahirnya,
ada yang mengenang saat meninggalnya, dan ada juga membuat
perayaan sederhana oleh orang tua kita seperti berdoa bersama
dengan keluarga besar.
Tepat pada tanggal 20 Februari 2009, civitas akademika FKUI
kembali kehilangan seorang teladan. Prof. Dr. Ratna Suprapti
Samil, Sp.OG (K) telah menghembuskan napas terakhirnya di
usia 83 tahun. Beliau adalah salah satu guru besar di Departemen
Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM. Kiprahnya dalam memper-
juangkan kesamaan hak pasien untuk mendapatkan pelayanan
kesehatan yang layak telah diakui banyak orang baik di dalam
maupun di luar negeri. Tidak diragukan lagi, beliau seniantiasa
mengabdikan seluruh hidupnya untuk kesejahteraan pasien.
Pada Sabtu 21 Februari 2009, jenazah beliau sempat disemayamkan
di lobi bawah FKUI sebelum akhirnya dimakamkan. Serangkaian
acara pun digelar untuk menghormati hidup dan dedikasi beliau
terhadap ilmu pengetahuan, kesejahteraan pasien, almamater,
serta orang-orang yang beliau cintai. Banyaknya orang yang
memadati lobi bawah FKUI siang itu, tidak menyurutkan kekhidmatan
acara. Tentu setiap orang yang hadir siang itu memiliki harapan
dan doa yang sama agar beliau mendapatkan tempat yang layak
di sisi-Nya. Amin.
Untuk mengenang jasa-jasa beliau, CDK mengulas balik riwayat
hidup beliau agar dapat diteladani dan juga untuk mengetahui
hidup beliau walaupun secara singkat.
Ratna Suprapti Samil, lebih populer disebut Su lahir di Tanjung
Karang, Lampung, 25 Mei 1925 dari pasangan ayah yang
berprofesi dokter hewan bernama Drh. Samil, dan ibu bernama
Hj. Soekia Samil. Walaupun Su dilahirkan di Lampung, namun
gaya bicaranya gaya orang Jawa. Tidak heran karena masa
mudanya dihabiskan di Jawa Tengah (Yogyakarta, Semarang).
Beliau anak ke empat dari sembilan bersaudara, semuanya hidup
dan sukses.
Saat Mahasiswa
Dalam proses masuk perguruan tinggi, Su segera mengikuti
ujian masuk ke perguruan tinggi kedokteran, yang saat itu sudah
dibuka di Klaten tahun 1948. Salah satu pendirinya adalah Pr
of. Dr.
Sardjito seorang Republik yang sadar dengan kebangsaannya.
Beberapa tahun kemudian fakultas kedokterannya dipindahkan
ke Yogyakarta sampai sekarang bernama Universitas Gajah Mada.
Pada tahun 1951, Su pindah ke Jakarta tinggal bersama pamannya
DR. Dr. Soerono, juga seorang Dokter, yang bekerja di Sekretariat
Jenderal Departemen Kesehatan. Di Jakarta Su melanjutkan
kedokterannya di Universitas Indonesia.
Selama masa pendidikan banyak kenang-kenangan yang sukar
Su lupakan; antara lain: pada tahun 1954 Su pernah menjadi
Ketua Dewan Mahasiswa, dikirim sebagai wakil PPMI ke RRC
selama 3 (tiga) bulan bersama dengan sdr Sabam Siagian
(GMKI). Pada tahun 1955, mengikuti study group yang dipimpin
oleh Dr. Moh. Hatta bersama-sama dengan Emil Salim dan lain-
lain. Tahun 1957 memimpin rombongan PMI dan ikut operasi
17 Agustus ke Sumatera Barat, dipimpin oleh Kol A Yani (Alm).
Mengenang Sang Teladan
Prof. Dr. Ratna Suprapti Samil, Sp.OG (K)
Menjadi Dokter dan Spesialis
Beberapa hari lulus dokter, Su segera melanjutkan ke spesialis.
Beliau memilih Kebidanan setelah berkonsultasi dengan Prof
Sarwono, ketika itu Kepala Bagian Kebidanan. Beliau mengatakan,
bahwa sekarang ada peraturan di Depkes, bahwa masuk kebidanan
harus mengabdi dulu 3 tahun ke daerah.
Brevet dokter ahli Obstetri Ginekologi FKUI diraihnya tahun 1961
dilanjutkan tugas belajar di University of London, Oxford, dan
Liverpool selama setahun dan di Karolinska Sjuk Huset dan
Sabbesberg Sjuk Huset di Stockholm selama satu tahun pula.
Dikukuhkan sebagai Guru Besar
Pada tanggal 8 Februari 1984, Dr. Ratna Suprapti Samil dikukuhkan
sebagai Guru Besar Tetap FKUI Jakarta, dengan pidato penguku-
hannya berjudul Beberapa Aspek Etik dalam Obstetri dan
Ginekologi.
Tugas yang Pernah Dipercayakan
Di bidang pendidikan dan pengajaran beliau antara lain menja-
bat Ketua Biro Pendidikan Obstetri & Ginekologi FKUI meliputi
pendidikan mahasiswa dan Dokter Ahli sejak 1965, penguji dan
pelaksana ujian NB/CMS 1973-75 dan penguji luar (TUNTD).
Selain memberikan kuliah khusus secara rutin, beliau juga
menjadi penyanggah tesis calon-calon Doktor, menjadi promotor,
menjadi anggauta penilai dan anggauta Panitia Penguji.
Publikasi ilmiah di dalam dan luar negeri berjumlah 218 dan
sebagai co-author berjumlah 45 makalah. Tulisan terakhir beliau
berjudul Peranan Wanita Indonesia dalam Pembangunan
Kesehatan untuk Buku Kumpulan Makalah Antropologi Khas
Indonesia, diterbitkan UNSRI Palembang 1990-1991.
Beliau juga pernah menjabat Sekretaris Majelis Kehormatan Etik
Kedokteran (MKEK) IDI Wilayah Jakarta Raya periode 1980-
1983, Sekretaris MKEK IDI Pusat tahun 1981-1983, Ketua MKEK
IDI Pusat 3 (tiga) periode tahun 1994, 1997, 1997-2000 dan
2000-2003, Ketua Perkumpulan Menopause Indonesia (PERMI)
tahun 1997-2001dan masih banyak lagi.
Penghargaan
Berkaitan dengan tugas-tugas yang Prof. Samil laksanakan baik
di bidang pemerintahan maupun di bidang profesi khususnya
kedokteran, Prof. Samil memperoleh beberapa penghargaan;
antara lain: Satyalancana Karya Satya tahun 1985, Honorary
member of outstanding contribution to the overall development
of diagnostic ultrasound and invaluable support to the ultrasonic
activities di Dubrovnik Yugoslavia tahun 1986. Menerima surat
penghargaan dari Rektor UI sebagai Peserta Pemilihan Penelitian
Terbaik bidang Ilmu Kesehatan dan Kedokteran di Universitas
Indonesia tahun 1987. Penghargaan dari Obstetrical and Gynae-
cological Society of Singapore pada Annual Oration 8 Februari
1991. Dari Dekan Fakultas Kedokteran UI atas jasanya yang terus
menerus mencurahkan tenaga dan pikiran dalam pengembangan
Tri Dharma Perguruan Tinggi pada 3 Mei 1995. Adi Satya Utama
dari Ikatan Dokter Indonesia pada 4 Nopember 1996 dan Adi
Yasa Utama dari Ikatan Dokter Indonesia, pada 9 Oktober 2003.
Etik Kedokteran
Semenjak Prof. Samil berprofesi dokter, beliau sangat menaruh
perhatian khususnya di bidang etik kedokteran. Tidak heran kalau
Prof. Samil mengaku telah mengabdi di kedokteran selama 52
tahun tanpa pernah mengalami kasus malpraktek. Prof. Samil
juga mengharapkan, agar para tenaga dokter dalam menjalankan
tugas pelayanan masyarakat khususnya di bidang kesehatan
sesuai dengan standar atau prosedur yang telah ditetapkan.
Para calon dokter (mahasiswa) maupun para dokter selama
menjalani pendidikan, selain dibekali dengan ilmu dan ketrampi-
lan juga harus dibekali dengan etika kedokteran. Untuk hal
tersebut sejak tahun 1973, Prof. Samil telah merintis agar masalah
etik kedokteran ini diberikan sejak mahasiswa, beliau sendiri masih
memberikan kuliah etik kedokteran kepada mahasiswa hingga
akhir hayatnya.
Sebagai pedoman bagi mahasiswa calon dokter maupun bagi
para dokter agar dalam menjalankan profesinya sebagai tenaga
kesehatan sesuai dengan etika kedokteran Indonesia, Prof. Samil
juga telah menulis beberapa buku yang berkaitan dengan etika
kedokteran Indonesia antara lain: Kode Etik Kedokteran Indonesia,
diterbitkan oleh Bagian Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedok-
teran UI, Jakarta 1980; Etika Kedokteran Indonesia (Kumpulan
Naskah) diterbitkan oleh Balai Penerbit, Fakultas Kedokteran UI,
Jakarta 1994; Etika Kedokteran Indonesia, diterbitkan oleh Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta 2001.
Kegiatan di Luar Negeri
Sehubungan dengan kegiatan dan keanggotaan organisasi dan
himpunan profesi di dalam dan luar negeri. Prof. Samil pernah
mengunjungi banyak kota dan negara.
Masa pensiun
Masa pensiun bagi Prof. Samil bukan masalah. Ketika saya
sudah pensiun saya masih diperlukan oleh Fakultas Kedokteran
ujar Prof. Samil. Prof. Samil masih diberi tugas memberikan mata
kuliah kode etik kedokteran hingga akhir hayatnya. Beliau juga
masih aktif dan memeuhi beberapa undangan baik dalam negeri
mapun ke luar negeri, sampai akhirnya menderita sakit selama
beberapa bulan pada akhir tahun 2008, hingga pada tanggal
20 Februari 2009 menghembuskan nafasnya yang terakhir. (Ind. B)
CDK 169/vol.36 no.3/Mei - Juni 2009
211
P R O F I L
Pro
rof.
f. Dr
Dr. R
Ratna Supra
rapti Sam
amilil, Sp.
Sp.OG
OG (K
(K)
Prof. Dr. Ratna Suprapti Samil, Sp.OG (K)