ABSTRAK
Penggunaan estrogen atau estro-
gen + medroksiprogesteron asetat ke-
duanya menurunkan kadar LDL kho-
lesterol (9,4% dan 16,1%) dan menaik-
kan kadar HDL kholesterol (18,8%
dan 14,2%).
N. Engl. J. Med. 2000; 343: 522-9
Brw
N. Engl. J. Med. 2000; 343: 450-6
Brw
Scrip 1999; 2493: 26
Brw
TRANSPLANTASI TANGAN
MANFAAT GINKGO BILOBA
Setelah beberapa laporan yang
menunjukkan manfaat ekstrak Ginkgo
biloba terhadap perbaikan daya ingat,
penelitian atas 214 orang lanjut usia di
Belanda yang mendapat ekstrak Egb
761 atau plasebo selama 24 minggu
tidak menunjukkan perbaikan ber-
makna dibandingkan dengan kelompok
kontrol/plasebo.
Para peneliti menduga bahwa
hasil yang berbeda ini mungkin
disebabkan oleh penggunaan plasebo
yang lebih sempurna, atau karena
populasinya ter-diri dari segala jenis
gangguan daya ingat.
Lancet 2000; 356: 1219-23
Brw
PENGARUH ESTROGEN TER-
HADAP PEMBULUH KORONER
Untuk lebih memahami pengaruh
estrogen terhadap penyakit koroner di
kalangan wanita, sejumlah 309 wanita
penderita penyempitan pembuluh da-
rah koroner yang terbukti dari peme-
riksaan angiografi secara acak men-
dapat 0.625 mg conjugated estrogen/
hari, atau 0,625 mg conjugated estro-
gen + 2,5 mg medroksiprogesteron
asetat/hari, atau plasebo. Mereka di-
pantau selama rata-rata 3,2 ± 0,6
tahun.
Meskipun demikian, hal tersebut
tidak mempengaruhi proses ateros-
klerosis koroner, karena diameter rata-
rata dari masing-masing ketiga kelom-
pok tersebut tidak berbeda bermakna;
yaitu 1,87 ± 0,02 mm pada kelompok
estrogen, 1,84 ± 0,02 mm pada
kelompok estrogen + medroksiproges-
teron asetat dan 1.87 ± 0,02 mm pada
kelompok plasebo.
Kejadian/keluhan kardiovaskuler
juga tidak berbeda bermakna di antara
ketiga kelompok tersebut.
GEN PETANDA ALZHEIMER
Sampai saat ini adanya alel ep-
silon4 pada gen apolipoprotein E (AP-
OE) dianggap merupakan faktor risiko
genetik bagi penyakit Alzheimer.
Tigapuluh orang berusia 47-82
tahun yang normal, 16 di antaranya
pembawa alel epsilon4 dan 14 lainnya
pembawa alel epsilon3 diuji daya
ingatnya.
Ternyata pada kegiatan mengingat
kembali (recall) para pembawa gen
APOE epsilon4 menunjukkan pening-
katan aktivitas hipokampus yang lebih
besar (1,03% vs. 0,62%) dan lebih
banyak area otak yang teraktivasi
(15,9 ± 6,2 vs. 9,4 ± 5,5 p=0.005)
diban-dingkan dengan para pembawa
gen APOE epsilon3.
Studi lanjutan selama 2 tahun me-
nunjukkan bahwa besarnya peningkat-
an aktivasi sejajar dengan derajat pe-
nurunan daya ingat.
Dari data ini dianggap bahwa
makin besarnya aktivasi menggambar-
kan lebih besarnya usaha mengingat.
VIGABATRIN
Sabril@ (vigabatrin), suatu obat
anti epilepsi yang mulai digunakan
sejak 1989, ternyata menyebabkan
gangguan lapangan pandangan pada
sepertiga penggunanya.
Gangguan tersebut agaknya ire-
versibel meskipun pengobatan dihenti-
kan.
Oleh karena itu, dianjurkan untuk
melakukan pemeriksaan oftalmologik
berkala tiap 6 bulan, dan selain itu
dosis maksimum yang dianjurkan
turun dari 4 g/hari menjadi 3 g/hari.
HISTEREKTOMI DAN INKON-
TINENSIA URIN
Dari 12 laporan penelitian yang
memenuhi syarat hasil penelusuran
artikel MEDLINE sejak Januari 1996
sampai dengan Desember 1997, me-
ngenai komplikasi histerektomi, disim-
pulkan bahwa di kalangan wanita yang
menjalani histerektomi, risiko inkon-
tinensia urin di usia 60 tahun me-
ningkat sampai 60% (95%Cl: 1,4 -
1,8).
Risiko ini tidak meningkat se-
belum usia 60 tahun.
Lancet 2000: 356: 535-39
Brw
Para ahli bedah di Louisville, AS
melaporkan keberhasilan transplantasi
telapak tangan kiri berasal dari pria 58
tahun yang telah meninggal dunia ke
pria 37 tahun yang telah kehilangan
tangan kirinya sejak 13 tahun yang
lalu.
Reaksi jaringan diatasi dengan
metilprednisolon iv dan takrolimus
dan klobetasol topikal. Setelah 1 tahun
sen-sibilitas tangan 'baru' tersebut
kembali normal dan dapat berfungsi
melempar bola, memegang suratkabar,
menulis dan mengikat tali sepatu.
N. Engl. J Med 2000: 343: 468-73
Brw
Lancet 2000; 356: /333
Brw
RISIKO ANTIPSIKOTIK
Penggunaan obat antipsikotik
beri-siko tromboemboli vena sebesar
7,1 kali (95%Cl: 2,3 - 21,97) lebih
besar daripada bukan pengguna.
Khlorpromazin dan tioridazin
lebih berisiko dibandingkan dengan
halo-peridol -24,1 (3,3 - 172,7) kali vs.
3,3 (0,8 - 13,2) kali; dan risiko ini ter-
utama pada bulan-bulan pertama peng-
gunaan.
Cermin Dunia Kedokteran No. 131, 2001 63