background image
534
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
P
emberian terapi antihipertensi
propranolol pada pasien usia
lanjut meningkatkan risiko rawat
inap karena miopati. Simpulan ini mer-
upakan hasil penelitian penyapihan
(screening) dr. Soko Setoguchi dkk.
dari Division of Pharmacoepidemiolo-
gy and Pharmacoeconomics, Depart-
ment of Medicine, dan Department
of Pathology, Brigham and Women's
Hospital and Harvard Medical School,
di Boston, Massachusetts, Amerika
Serikat.
Sebelumnya para peneliti telah
melakukan penelitian penyapihan
genomik terhadap kurang lebih 2.500
obat-obatan yang dikultur dalam otot
tikus. Para ahli menemukan adanya
tanda-tanda molekuler dan fisiologik
toksisitas obat statin pada otot tikus
tersebut. Hal ini bukan kejutan lagi,
mengingat hasil penelitian ini konsis-
ten dengan penelitian-penelitian dan
laporan kasus sebelumnya mengenai
efek samping miopati karena statin.
Yang mengejutkan adalah para penel-
iti juga menemukan bahwa pemberian
propranolol pada sel otot tikus (bukan
atenolol maupun metoprolol) juga
memberikan tanda-tanda toksisitas.
Lebih lanjut lagi, pemberian kombina-
si statin dan propranolol pada sel-sel
ini menyebabkan toksisitas tambahan
yang berhububngan dengan dosis.
Hal ini yang mendorong dr. Soko dkk.
untuk melakukan penelitian lanjutan
dengan tujuan mengetahui apakah (1)
pemberian propranolol berhubungan
dengan peningkatan risiko miopati
dan (2) apakah pemberian propranolol
bersamaan dengan statin dapat men-
ingkatkan risiko miopati lebih lanjut
pada manusia.
Penelitian dr. Soko dkk. ini melibatkan
pasien yang baru pertama kali meng-
gunakan propranolol atau obat BB
(beta-blocker) lainnya, dengan umur
65 tahun. Data pasien diperoleh dari
Medicare and drug benefit programs
di 2 negara bagian Amerika Serikat
dari tahun (1994­2005), yaitu (1) pro-
gram the Pharmaceutical Assistance
Contract for the Elderly (PACE) di
Pennsylvania dan the Pharmaceutical
Assistance to the Aged and Disabled
(PAAD) di New Jersey. Hasil akhir
primer (primary endpoint) penelitian
ini adalah peningkatan kejadian rawat
inap karena miopati dan rabdomioli-
sis. Selain itu diteliti mengenai apakah
penggunaan propranolol bersamaan
dengan statin meningkatkan risiko
miopati.
Setelah penyapihan data, para pe-
neliti menemukan bahwa 9.304 pasien
merupakan pengguna baru propra-
nolol (yang belum pernah diberi terapi
propranolol atau selama 12 tidak men-
erima terapi propranolol) dan 130.070
pengguna baru obat antihipertensi
golongan BB lainnya. (yang belum
pernah diberi terapi BB atau selama
12 tidak menerima terapi antihiper-
tensi golongan beta blocker). Dosis
propranolol adalah dosis rendah (40
mg/ hari), dosis sedang (40 mg/ hari)
dan dosis tinggi (>40 mg/ hari).
Analisis sensitifitas juga dilakukan
dengan mengidentifikasi pengguna
Propranolol Meningkatkan Risiko
Rawat Inap akibat Miopati
BERITA
TERKINI
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 534
8/26/2010 3:39:50 PM
background image
535
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
obat antihipertensi lainnya seperti AB
(angiotensin blockers) , CCB (calcium-
channel blockers), atau THI (thiazide
diuretics). Analisis sensitifitas ini di-
lakukan dengan membandingkan
pengguna propranolol dengan peng-
guna AB (n=110.328), CCB (n=70.976),
THI (n =81.411) dan dengan semua
pengguna obat (AB+CCB+THI+ beta-
blocker lainnya).
Hasil analisis memperlihatkan bah-
wa di kelompok pengguna propra-
nolol, ditemukan 30 kasus miopati
dari 15.477 pasien/tahun yang perlu
mendapatkan rawat inap dan 523 ka-
sus dari 343.132 pasien/ tahun dalam
kelompok terapi BB lainnya. Dengan
demikian, angka kejadian rawat inap
karena miopati pada kelompok pro-
pranolol adalah 19,4/ 10.000 pasien
dan 15,2/10.000 pasien pada pasien
yang diterapi dengan BB lain. Selain
itu diketahui terjadi 12 kejadian rab-
domiolisis pada pengguna propra-
nolol dan 227 kasus pada pengguna
BB lain.
Dibandingkan dengan pengguna BB
lainnya dan dibandingkan dengan
kombinasi semua pengguna obat an-
tihipertensi (BB, AB, CCB, dan THI),
angka kejadian rawat inap untuk mi-
opati dan rabdomiolisis meningkat
pada pengguna propranolol (rasio
kasar 1,3:1,7 untuk miopati dan 1,2:1,6
untuk rabdomiolisis). Bila pasien
pengguna propranolol dibandingkan
dengan pasien pengguna BB lain, ad-
justed hazard ratio adalah 1,45 (95% CI
1,00­2,11) untuk miopati dan 1,48 (95%
CI 0,82­2,67) untuk rabdomiolisis. In-
teraksi antara propranolol dengan sta-
tin tidak terdeteksi karena terbatasnya
kekuatan (limited power). Hasil serupa
ditemukan bila pengguna propranolol
dibandingkan dengan pengguna obat
antihipertensi golongan lain.
Para peneliti menyimpulkan bahwa
propranolol berhubungan dengan
peningkatan risiko miopati sebesar
45%. Selain itu ditemukan juga tren
peningkatan risiko rabdomiolisis pada
48% pengguna propranolol. Walau
sebelumnya telah dilaporkan be-
berapa kasus yang menghubungkan
propranolol dengan kejadian miopati,
penelitian ini merupakan penelitian
pertama yang menyimpulkan adanya
kemungkinan hubungan antara pro-
pranolol dengan risiko rawat inap kar-
ena miopati.
SIMPULAN
· Selain obat golongan statin, pem-
berian propranolol menimbulkan
tanda-tanda molekuler dan fisi-
ologik yang berhubungan dengan
toksisitas pada otot tikus, sehing-
ga diperkirakan pemberian pro-
pranolol juga dapat menimbulkan
miopati pada manusia.
REFERENSI :
1. Medscape. Propranolol and the Risk of Hospitalized Myopathy: Translating Chemical Genomics Fin-
dings into Population-level Hypotheses. Abstract. [cited 2010 June 02]. Available from: http://www.
medscape.com/viewarticle/719136?src=mp&spon=2&uac=117092CG
2. Setoguchi S, Higgins JM, Mogun H, Mootha VK, Avorn J. Propranolol and the risk of hospitalized myo-
pathy: Translating chemical genomics findings into population-level hypotheses. American Heart Jour-
nal; 159(3): 428-33. Abstract. [cited 2010 June 02]. Available from: http://www.ahjonline.com/article/
S0002-8703(09)00962-4/abstract
Kasus miopati
yang perlu
rawat inap
Rabdomiolisis
Propranolol
(n = 9.304)
Jumlah kasus
30
12
Pasien/tahun
15.477
16.064
Angka kejadian /10000 orang 19,4
7,5
Beta blocker lain
(n=130.070)
Jumlah kasus
523
227
Pasien/tahun
343.132
364.969
Angka kejadian /10000 orang 15,2
6,2
Beta-blocker lain, AB,
CCB, THI (n=360.668)
Jumlah kasus
1.497
649
Pasien/tahun
1.080.612
1.137.135
Angka kejadian /10000 orang 13,9
5,7
Tabel 1. Jumlah kasus, pasien per-tahun dan angka kejadian miopati dan rabdomiolisis yang
memerlukkan rawat inap.
BERITA
TERKINI
· Propranolol diperkirakan menin-
gkatkan risiko rawat inap karena
miopati pada pasien usia lanjut.
Peningkatan risiko untuk miopati
adalah 45%. Propranolol juga
meningkatkan risiko rawat inap
karena rabdomiolisis sebesar
48%.
· Penelitian lanjutan diperlukan un-
tuk mengetahui lebih dalam me-
kanisme miopati dengan pembe-
rian propranolol. n (YYA)
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 535
8/26/2010 3:39:52 PM