215
| APRIL 2010
H
IV dan hepatitis B memiliki
cara penularan yang sama dan
sebagian besar pasien adalah
koinfeksi HIV/HBV.
Faktor yang dikaitkan dengan
pengembangan penyakit hati pada
pasien koinfeksi termasuk genotipe
hepatitis B dan viral load hepatitis B.
Hanya sepertiga pasien HIV-positif
yang koinfeksi dengan virus hepatitis
B (HBV) secara kronis di Eropa memi-
liki viral load HBV yang tidak terdetek-
si. Hal itu berdasarkan hasil penelitian
EuroSIDA yang dipresentasikan dalam
European AIDS Conference ke-12 di
Cologne.
Rendahnya tingkat viral load HBV tidak
terdeteksi terjadi walaupun pada ke-
nyataannya kurang lebih dua pertiga
pasien memakai terapi antiretroviral
(ART) yang termasuk obat yang aktif
melawan hepatitis B.
Oleh karena itu, peneliti dari pene-
litian kohort EuroSIDA menganalisis
contoh darah yang tersimpan dan re-
kam medis pasien untuk menentukan
ciri-ciri secara epidemiologi dan klinis
infeksi hepatitis B kronis pada pasien
koinfeksi tersebut.
Di antara 16.500 pasien dalam kohort
tersebut, 7% (1.200) terinfeksi hepatitis
B kronis dan 484 di antaranya memiliki
contoh darah yang dilibatkan dalam
penelitian itu. Contoh darah tersebut
diambil antara1994 dan 2006.
Sebagian besar pasien adalah laki-laki
(84%), berkulit putih (85%) dan laki-laki
gay (51%).
Genotipe hepatitis B dapat ditentukan
pada 167 pasien, yang paling umum
adalah genotipe A. Genotipe A se-
cara bermakna lebih sering ditemukan
pada laki-laki gay daripada pengguna
narkoba suntikan (p < 0,0001), dan ada
kecenderungan bahwa infeksi HBV
genotipe A juga ditemukan di bagian
utara dan selatan Eropa (p = 0,054).
Viral load hepatitis B tidak terdeteksi
(di bawah 357) ditemukan pada 34%
pasien. Yang mengkhawatirkan, 20%
pasien memiliki viral load di atas
10.000.000, yang diketahui dapat me-
ningkatkan secara bermakna faktor ri-
siko terhadap sirosis dan kanker hati.
ART dipakai oleh 90% pasien. Seper-
tiga di antaranya memakai kombinasi
obat yang tidak dapat melawan hepa-
titis B.
Sepertiga pasien memakai 3TC dan
memiliki viral load hepatitis B tidak
terdeteksi dibandingkan 45% peng-
guna ART yang mengandung tenofo-
vir (dengan atau tanpa 3TC atau FTC).
Namun, perbedaan tersebut tidak
bermakna. Peneliti juga mencatat bah-
wa pasien pengguna obat tersebut
memiliki viral load hepatitis B di atas
10.000.000.
Analisis statistik menunjukkan bahwa
setiap dua kali peningkatan jumlah
CD4 pada awal secara bermakna akan
mengurangi kemungkinan memiliki
viral load hepatitis B tidak terdeteksi
(p = 0,013). Sejumlah 27% pasien
juga koinfeksi dengan virus hepati-
tis C (HCV), dan peneliti menemukan
bahwa kemungkinan pasien tersebut
memiliki viral load hepatitis B tidak
terdeteksi juga lebih tinggi (p = 0,025).
(NFA)
SUMBER:
Vogel M et al. Epidemiological and virological char-
acteristics of chronic HBV infection in HIV-positive
patients in Europe, 12th European AIDS Confer-
ence, Cologne, abstract PS2/2, 2009.
BERITA
TERKINI
Sebagian Besar Pasien Koinfeksi
HIV/HBV di Eropa Memiliki Viral
Load HBV yang Terdeteksi
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 215
3/26/2010 1:49:33 PM