background image
372
B
e
R
I
T
A
T
e
R
K
I
n
I
|
a g u s t u s 2 0 0 9
373
|
a g u s t u s 2 0 0 9
B
e
R
I
T
A
T
e
R
K
I
n
I
V
ertigo adalah sensasi atau
perasaan yang mempe nga-
ruhi orientasi ruang dan
mungkin dapat didefinisi-
kan sebagai suatu ilusi gera-
kan. Keluhan in merupakan gejala yang si-
fatnya subyektif dan karenanya sulit dinilai.
Walupun pengobatan sebaiknya langsung
pada penyebab yang mendasari penyebab
atau kelainannya, asal atau penyebab ver-
tigo sering tidak diketahui ataupun tidak
mungkin diobati. Angka kejadian vertigo
dari studi-studi yang sudah ada cukup ber-
variasi, diperkirakan berkisar antara 1,7 ­
17%. Populasi yang paling sering terkena
adalah rentang usianya 11 - 60 tahun.
Beberapa obat yang direkomenda-
sikan dalam penatalaksanaan vertigo di
antaranya adalah: anticholinergic (scopola-
mine), antihistamin (meclizine, dimenhy-
drinate, promethazine), dopaminergic anta-
gonist (prochlorperazine, chlorpromazine),
monoaminergic (amphetamine, ephedrine),
benzodiazepine, Ca channel blocker, serta
preparat lainnya seperti: gingko biloba, dan
piracetam. Pengobatan vertigo ini biasanya
simptomatik.
Piracetam efektif untuk penanganan
vertigo baik disebabkan oleh faktor sentral
maupun perifer. Hal ini karena efeknya
terhadap organ vestibuler maupun pada
nucleus oculomotorius di batang otak yang
merupakan pusat kontrol mekanisme ke-
seimbangan, kompensasi dan habituasi. Re-
view dari studi tersamar ganda menunjuk-
kan bahwa piracetam mernghilangkan
keluhan vertigo pasca trauma kepala, ver-
tigo sentral seperti pada: insufisiensi ver-
tebrobasiler, dan pada gangguan vestibuler
perifer, khususnya pada subyek paruh baya
dan tua. Piracetam menurunkan frekuensi
tetapi mungkin tidak mempengaruhi ke-
gawatan pada saat eksaserbasi pasien ver-
tigo kronik atau rekuren. Dosis piracetam
untuk vertigo biasanya adalah 2.4 - 4.8 g/
hari. Tolerabilitas piracetam cukup baik
dan dengan efek samping biasanya ringan
dan jarang.
Dari studi klinis tersamar ganda pada
22 subyek dengan vertigo sentral (kasus
pasca trauma, psikogenik, epileptogenik,
dan vertigo akibat hipertensi dieksklusi)
piracetam secara bermakna menurunkan
gejala. Pada pencatatan efek yang ber-
hubungan dengan vertigo, gangguan
motili tas, vitalitas dan aktivitas tidur, pira-
cetam memberikan efek yang bermakna
terhadap 3 hal pertama. Efek piracetam
mungkin bisa diterangkan dengan adanya
perbaikan kontrol dari korteks serebri ter-
hadap subordinat pusat vestibuler, sesuai
dengan hasil studi farmakologi pada he-
wan coba dan manusia.
Piracetam mungkin befungsi sebagai
neurotropik pada kasus vertigo, dengan
dosis 2,4 ­ 4,8 gram/ hari. n
KTW
Piracetam pada
Kasus Vertigo
Oosterveld. WJ., The effectiveness of Piracetam
1.
in Vertigo. Pharmacopsychiatry 1999; 32: 54-
59. (Abstrak)
Oosterveld. WJ., The efficacy of piracetam in
2.
vertigo. A double-blind study in patients with
vertigo of central origin. Arzneimittelforschung.
1980;30(11):1947-9. (Abstrak)
Fernandes CM, Samuel J. The use of
3.
piracetam in vertigo. S Afr Med J. 1985 Nov
23;68(11):806-8. (Abstrak)
Trkanjec Z, Shibabic AA., Demarin V. Pharma-
4.
cotherapy of Vetigo. Rad zamedicinske Znanosti
Zagreb 2007. str 69-76.
Referensi
Neurotam